Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Senin, 27 April 2026 - 15:58 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Foto/YouTube Sekretariat Presiden.
A
A
A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup /Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dalam upacara di Istana Negara, Senin (27/4/2026). Jumhur menggantikan Hanif Faisol yang kini digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Pelantikan ini merupakan bagian dari perombakan sejumlah pejabat negara. Selain Jumhur, Presiden juga melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), serta Hasan Nasbi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Nama lain yang dilantik yakni Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional.
Baca juga: Presiden Prabowo Sudah 4 Kali Reshuffle Kabinet, Ini Daftarnya
Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo membacakan sumpah jabatan yang kemudian diikuti oleh Jumhur Hidayat. Ia berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.
Dikutip dari berbagai sumber, Muhammad Jumhur Hidayat lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 18 Februari 1968. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Mohammad Sobari Sumartadinata dan Ati Amiyati.
Pendidikan dasar Jumhur ditempuh di SD Negeri Menteng 02 Pagi, Jakarta Pusat pada 1974–1980. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cikini sebelum pindah ke SMP Negeri 1 Denpasar, Bali, mengikuti penugasan orang tuanya.
Baca juga: Ini 6 Pejabat Baru yang Dilantik Prabowo dalam Reshuffle Kabinet Jilid V
Pendidikan menengah atas juga ia jalani di Bali, yakni di SMA Negeri 1 Denpasar, sebelum akhirnya menyelesaikan sekolah di SMA 3 Bandung.
Memasuki jenjang perguruan tinggi, Jumhur menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung ( ITB ). Semasa kuliah, ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang aktif memimpin berbagai aksi demonstrasi. Pada 1989, ia bahkan harus menjalani hukuman penjara karena menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini.
Setelah itu, Jumhur kembali melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Nasional (Unas) pada jurusan Teknik Fisika dan berhasil menyelesaikan studinya pada 1996.
Tidak berhenti di situ, ia juga menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang sosiologi.
Selain pendidikan formal, Jumhur juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan kursus internasional, di antaranya program Strategi Alternatif Pembangunan di Asia Tenggara di Kuala Lumpur (1992), pelatihan demokrasi di Manila (1996), hingga program penguatan serikat pekerja yang diselenggarakan oleh ILO-Norwegia pada tahun 2000.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup , Jumhur dikenal sebagai tokoh buruh nasional. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) serta menjadi Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Pelantikan ini merupakan bagian dari perombakan sejumlah pejabat negara. Selain Jumhur, Presiden juga melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), serta Hasan Nasbi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Nama lain yang dilantik yakni Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional.
Baca juga: Presiden Prabowo Sudah 4 Kali Reshuffle Kabinet, Ini Daftarnya
Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo membacakan sumpah jabatan yang kemudian diikuti oleh Jumhur Hidayat. Ia berjanji setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika jabatan.
Latar Belakang dan Pendidikan Jumhur Hidayat
Dikutip dari berbagai sumber, Muhammad Jumhur Hidayat lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 18 Februari 1968. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Mohammad Sobari Sumartadinata dan Ati Amiyati.
Pendidikan dasar Jumhur ditempuh di SD Negeri Menteng 02 Pagi, Jakarta Pusat pada 1974–1980. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cikini sebelum pindah ke SMP Negeri 1 Denpasar, Bali, mengikuti penugasan orang tuanya.
Baca juga: Ini 6 Pejabat Baru yang Dilantik Prabowo dalam Reshuffle Kabinet Jilid V
Pendidikan menengah atas juga ia jalani di Bali, yakni di SMA Negeri 1 Denpasar, sebelum akhirnya menyelesaikan sekolah di SMA 3 Bandung.
Memasuki jenjang perguruan tinggi, Jumhur menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung ( ITB ). Semasa kuliah, ia dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang aktif memimpin berbagai aksi demonstrasi. Pada 1989, ia bahkan harus menjalani hukuman penjara karena menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini.
Setelah itu, Jumhur kembali melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Nasional (Unas) pada jurusan Teknik Fisika dan berhasil menyelesaikan studinya pada 1996.
Tidak berhenti di situ, ia juga menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang sosiologi.
Selain pendidikan formal, Jumhur juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan kursus internasional, di antaranya program Strategi Alternatif Pembangunan di Asia Tenggara di Kuala Lumpur (1992), pelatihan demokrasi di Manila (1996), hingga program penguatan serikat pekerja yang diselenggarakan oleh ILO-Norwegia pada tahun 2000.
Karier dan Pengalaman Organisasi
Sebelum menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup , Jumhur dikenal sebagai tokoh buruh nasional. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) serta menjadi Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
(nnz)
Lihat Juga :