Kemendiktisaintek Luncurkan Program Bestari Saintek 2026, Danai 122 Tim Riset

Rabu, 29 April 2026 - 19:14 WIB
loading...
Kemendiktisaintek Luncurkan...
Kemdiktisaintek meluncurkan Program Bestari Saintek dan Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sains dan Teknologi Nusantara (Semesta) 2026. Foto/Diktisaintek.
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) meluncurkan Program Bestari Saintek dan Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sains dan Teknologi Nusantara (Semesta) Skema Pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di kantor Kemendiktisaintek, Rabu (29/4/2026).

Program Bestari Saintek merupakan bagian dari upaya memperkuat hilirisasi riset dan kolaborasi lintas sektor. Riset diharapkan dapat menjawab persoalan konkret, sehingga perguruan tinggi dapat berperan sebagai motor lahirnya inovasi yang terimplementasi dengan baik.

Baca juga: Tanggapi Polemik Penutupan Prodi, Mendiktisaintek: Alih-alih Menutup, Kita Kembangkan

“Riset yang kita lakukan harus terus berkontribusi pada pengembangan keilmuan. Salah satu caranya memang melalui jurnal ilmiah, tetapi lebih dari itu, harus kita lanjutkan menjadi karya nyata yang benar-benar bisa digunakan dan memudahkan kehidupan masyarakat di sekitar kita,” tegas Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, melalui siaran pers. Rabu (29/4/2026).

Pada program Bestari Saintek, sebanyak 8.951 pendaftar mengikuti tahap penyampaian Expression of Interest (EoI), dengan 2.499 pengusul melanjutkan ke tahap dokumen EoI dan 545 proposal masuk pada tahap pengajuan proposal teknis. Dari proses seleksi tersebut, 122 tim riset dinyatakan lolos dan mendapatkan pendanaan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani.

“Hanya 4,9% total pendaftar yang berhasil terpilih. Hal ini menunjukkan minat yang tinggi dan standar evaluasi yang kompetitif. Tema dari proposal terpilih terbagi menjadi 8 sektor, yakni pangan dan pertanian, kemaritiman, sosial humaniora, seni budaya, dan pendidikan, teknologi komunikasi dan informasi, kebencanaan, kesehatan dan obat, energi baru dan terbarukan, serta material maju,” jelas Dirjen Saintek.

Program Bestari Saintek mendorong Non-Traditional Research Output (NTRO), yaitu luaran riset yang tidak hanya berupa publikasi ilmiah, tetapi juga prototipe, model bisnis, kebijakan, hingga inovasi yang siap diimplementasikan di masyarakat dan industri. Kolaborasi luas dalam program ini melibatkan 56 mitra industri, 64 perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lain, termasuk mitra internasional dan media. Sepanjang pelaksanaan program, 122 tim riset terpilih didukung oleh 341 mitra dan melibatkan 854 dosen serta tenaga kependidikan.

Dari sisi pendanaan, program ini didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan total alokasi sebesar Rp57,5 miliar, dengan tingkat penyerapan mencapai hampir 100%. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem riset nasional yang terintegrasi dan berdampak.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto menyampaikan bahwa pendanaan riset merupakan investasi jangka panjang yang harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. LPDP dinyatakan terus mendorong agar setiap pendanaan dapat menghasilkan inovasi yang dapat diadopsi dan dimanfaatkan secara luas.

“LPDP menaruh harapan besar pada program Bestari Saintek. Harapannya, peluncuran ini benar-benar dapat memberi dampak dan hasil di sekitar kita, mendorong kolaborasi partisipatif, dan memanfaatkan hasil riset untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” jelas Ayom.

Komitmen dan Harapan Peserta Program

Perguruan tinggi menyambut program Bestari Saintek sebagai momentum penting untuk memperkuat ekosistem riset yang berdampak. Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Hambali Talib menyampaikan apresiasi dan menekankan bahwa capaian !tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan riset inovatif, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi peneliti lain.

“Komitmen perguruan tinggi tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga pada penguatan penelitian, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tridharma,” tegas Hambali.

Dari sisi peneliti, program ini dinilai mampu menjembatani pelestarian pengetahuan dengan kebutuhan masa kini. Betty Istanti Suwandayani, dosen penerima Bestari dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyoroti kontribusi program dalam mendorong inovasi pendidikan berbasis sains. Melalui program Smart STEM: Numerasi Living Lab Berdaya, ia berupaya meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat pendidikan dasar, khususnya terkait pengelolaan sampah.

Sementara itu, Muhammad Siddiq Wicaksono, dosen penerima Bestari dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengangkat riset Wellness Living Lab yang mengintegrasikan manuskrip kuno Jawa dengan inovasi kebugaran berbasis nilai spiritual dan budaya.

“Harapan saya melalui program Bestari Saintek ini adalah agar pengetahuan tersebut tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa kini,” ujar Siddiq.

Melalui program Bestari Saintek dan Semesta, Kemdiktisaintek berharap tercipta ekosistem inovasi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak bagi masyarakat, sekaligus mempercepat transformasi riset menjadi solusi nyata bagi pembangunan nasional.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Dugaan Kekerasan Seksual...
Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI, Kemendiktisaintek Tegaskan Pemeriksaan Masih Berjalan
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Rekomendasi
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved