Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB

Selasa, 05 Mei 2026 - 07:11 WIB
loading...
Bukan Pelangi Biasa,...
Awan warna-warni yang muncul di langit Jonggol, Bogor beberapa waktu viral di media sosial. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Awan warna-warni yang muncul di langit Jonggol, Bogor beberapa waktu viral di media sosial. Pakar IPB University memberikan tanggapan mengenai apa perbedaannya dengan pelangi dan apa yang menjadi pemicu fenomena alam tersebut.

Sonni Setiawan, dosen Deparrtemen Geofisika dan Meteorologi IPB University menjelaskan, meski sekilas menyerupai pelangi, Sonni menyebut proses terbentuknya awan pelangi berbeda. Jika pelangi terbentuk melalui pembiasan cahaya, fenomena ini terjadi karena difraksi cahaya. Difraksi terjadi saat cahaya melewati celah atau penghalang yang ukurannya sebanding dengan panjang gelombang cahaya.

Baca juga: Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer

“Di iridescent clouds, ‘celah’ itu adalah tetesan air atau kristal es yang diameternya ∼1–10 mikrometer. Ukuran diameter ini kira-kira sama dengan panjang gelombang cahaya tampak 400–700 nm. Kalau tetesannya terlalu besar seperti di awan hujan, difraksi tidak terlihat. Kalau terlalu kecil seperti di udara bersih, kemungkinan terjadinya difraksi sangat kecil,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, difraksi dalam iridescent cloud ini memenuhi prinsip difraksi celah tunggal, yaitu bahwa setiap droplet atau kristal es bertindak seperti celah tunggal yang menyebarkan cahaya. Intensitas cahaya yang terdifraksi bergantung pada panjang gelombang, sudut difraksi yang berbeda-beda, dan diameter partikel droplet atau kristal es.



“Karena panjang gelombang berbeda-beda untuk tiap warna, maka sudut difraksi pun di mana intensitas maksimum juga berbeda,” jelasnya.

Sebagai contoh, cahaya biru dengan panjang gelombang 450 nm akan terdifraksi pada sudut lebih kecil dibanding cahaya merah pada panjang gelombang 650 nm. Hasilnya, warna biru muncul lebih dekat ke sumber cahaya, sedangkan warna merah lebih jauh.

Menurutnya, awan pelangi merupakan fenomena optika atmosfer yang terjadi secara alami.

“Iridescent clouds terjadi ketika sinar matahari mengalami difraksi oleh partikel-partikel droplet atau kristal es berukuran sekitar 0,001–0,01 mm di dalam awan.

Karena cahaya matahari merupakan radiasi polikromatik, maka cahaya yang mengalami difraksi dengan panjang gelombang yang berbeda akan saling menguatkan atau saling melemahkan pada sudut tertentu, sehingga muncul warna merah, hijau, biru, ungu yang selalu muncul di pinggiran awan,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa fenomena ini umumnya muncul pada awan tinggi yang tipis seperti awan altokumulus dan sirrokumulus (awan tipis di ketinggian 5–10 km), awan lentikular (awan berbentuk lensa di atas gunung), serta awan polaris stratosfer (awan mutiara di kutub, warnanya paling spektakuler).

“Awan harus tipis. Kalau tebal, cahayanya tertutup dan tidak ada efek warna. Struktur awan yang tipis memungkinkan cahaya matahari menembus dan berinteraksi dengan partikel-partikel di dalamnya, sehingga menghasilkan spektrum warna yang tampak berkilau,” jelas Sonni.

Sonni menyebut, tidak semua awan dapat menghasilkan fenomena ini. Hanya partikel dengan ukuran tertentu yang sebanding dengan panjang gelombang cahaya matahari yang mampu membelokkan cahaya, sehingga memunculkan warna-warna tersebut.

“Tidak semua partikel awan bisa mendifraksi cahaya. Hanya partikel dengan ukuran yang sesuai dengan panjang gelombang sinar matahari yang dapat menghasilkan efek warna tertentu,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi atmosfer tertentu, termasuk keberadaan awan kumulonimbus sebelumnya, dapat berkontribusi pada terbentuknya awan tipis di ketinggian yang mendukung munculnya fenomena ini.

“Fenomena awan pelangi dapat terjadi di berbagai wilayah selama kondisi atmosfer mendukung. Karena itu, masyarakat dapat menikmati kemunculannya sebagai bagian dari keindahan alam sekaligus memahami proses ilmiah yang terjadi di baliknya,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Pantang Menyerah, Peserta...
Pantang Menyerah, Peserta UTBK 2026 Ini Ujian Pakai Kursi Roda di IPB
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Rekomendasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Berita Terkini
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved