Cerita Kalya, Siswi Binus School Serpong yang Berhasil Diterima 7 Kampus Top Dunia
Senin, 11 Mei 2026 - 14:10 WIB
loading...
Siswa Binus School Serpong berhasil il berhasil meneerima LPA dari 7 kampus terbaik. Foto/Istimea.. Foto./Istimewa.
A
A
A
SURABAYA - Seorang siswi Binus School Serpong bernama Kalya mencatatkan prestasi membanggakan setelah diterima di tujuh universitas ternama dunia. Salah satu kampus yang berhasil ia tembus adalah University College London (UCL), yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia dan masuk jajaran top 10 global.
Tujuh perguruan tinggi yang menerima Kalya yakni University College London, King’s College London, The University of Edinburgh, Kyoto University, The Hong Kong Polytechnic University, The University of Hong Kong, serta Universitas Indonesia.
Baca juga: Pesona Tiga Kembar Mentari School: dari Podium Debat Internasional hingga Panggung Model Dunia
“Semua berawal saat saya masuk SMP dan sering melihat senior yang membuka surat penerimaan kampus mereka. Dari situlah saya terinspirasi untuk bisa seperti mereka,” ungkap Kalya dalam keterangan tertulisnya.
Motivasi Kalya semakin kuat ketika pada 2025 ia mengikuti program immersion ke Inggris dan berkesempatan mengunjungi sejumlah universitas ternama secara langsung.
“Saya benar-benar bersemangat berada di sana dan sangat ingin bisa belajar di universitas-universitas itu,” katanya.
Baca juga: 15 Sekolah Lolos Liga Bintang Juara GTV 2026 Tingkat SD di Bogor, Siap Melaju ke Jakarta
Pencapaian Kalya tidak hanya menunjukkan keberhasilan secara jumlah universitas yang diterima, tetapi juga mencerminkan kualitas akademik dan karakter yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di antara kampus yang diterimanya, UCL menjadi salah satu yang paling bergengsi karena secara konsisten menempati peringkat 10 besar universitas terbaik dunia dalam berbagai pemeringkatan internasional. Sementara itu, Kyoto University dikenal sebagai universitas terbaik kedua di Jepang sekaligus salah satu institusi riset paling prestisius di Asia.
Perjalanan pendidikan Kalya di Binus School Serpong juga tidak singkat. Ia telah menjadi bagian dari sekolah tersebut sejak kelas 1 SD hingga SMA.
Lebih dari satu dekade proses belajar itu membentuk Kalya menjadi pribadi yang tangguh, berwawasan luas, dan siap bersaing di tingkat global. Wisuda Binus School Serpong pada 9 Mei 2026 pun menjadi awal dari babak baru dalam perjalanan pendidikannya.
Kalya mengaku perjalanan menuju prestasi tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah merasa takut gagal hingga memilih tidak terlalu aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.
“Di kelas 10, saya mulai keluar dari zona nyaman saya dan mulai mengambil lebih banyak kesempatan yang ada, seperti aktif di klub sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah, dan berbagai hal lainnya. Dari situ saya menyadari bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang bisa dijadikan bahan refleksi dan pelajaran untuk masa depan,” tuturnya.
Keberhasilan Kalya juga didukung oleh program University Preparation yang diterapkan di Binus School Serpong. Sejak kelas 9, siswa dibimbing untuk menemukan “best fit”, yakni keselarasan antara potensi diri dengan lingkungan universitas yang paling mendukung masa depan mereka.
Kepala Sekolah tingkat SMP/SMA Binus School Serpong, Corey Allison, mengatakan Kalya menjadi bukti bahwa setiap siswa memiliki potensi besar yang dapat berkembang melalui pendidikan yang tepat.
“Di Binus School Serpong, kami tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, keberanian untuk bermimpi besar, dan kesiapan untuk menghadapi dunia nyata. Kalya telah membuktikan bahwa perpaduan antara kerja keras, dukungan sekolah, dan tekad yang kuat mampu membuka pintu menuju universitas terbaik di dunia,” ujar Corey.
Kalya menjadi bukti bahwa dengan tekad, keberanian, dan ekosistem pendidikan yang mendukung, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih.
Tujuh perguruan tinggi yang menerima Kalya yakni University College London, King’s College London, The University of Edinburgh, Kyoto University, The Hong Kong Polytechnic University, The University of Hong Kong, serta Universitas Indonesia.
Baca juga: Pesona Tiga Kembar Mentari School: dari Podium Debat Internasional hingga Panggung Model Dunia
“Semua berawal saat saya masuk SMP dan sering melihat senior yang membuka surat penerimaan kampus mereka. Dari situlah saya terinspirasi untuk bisa seperti mereka,” ungkap Kalya dalam keterangan tertulisnya.
Motivasi Kalya semakin kuat ketika pada 2025 ia mengikuti program immersion ke Inggris dan berkesempatan mengunjungi sejumlah universitas ternama secara langsung.
“Saya benar-benar bersemangat berada di sana dan sangat ingin bisa belajar di universitas-universitas itu,” katanya.
Baca juga: 15 Sekolah Lolos Liga Bintang Juara GTV 2026 Tingkat SD di Bogor, Siap Melaju ke Jakarta
Pencapaian Kalya tidak hanya menunjukkan keberhasilan secara jumlah universitas yang diterima, tetapi juga mencerminkan kualitas akademik dan karakter yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Di antara kampus yang diterimanya, UCL menjadi salah satu yang paling bergengsi karena secara konsisten menempati peringkat 10 besar universitas terbaik dunia dalam berbagai pemeringkatan internasional. Sementara itu, Kyoto University dikenal sebagai universitas terbaik kedua di Jepang sekaligus salah satu institusi riset paling prestisius di Asia.
Perjalanan pendidikan Kalya di Binus School Serpong juga tidak singkat. Ia telah menjadi bagian dari sekolah tersebut sejak kelas 1 SD hingga SMA.
Lebih dari satu dekade proses belajar itu membentuk Kalya menjadi pribadi yang tangguh, berwawasan luas, dan siap bersaing di tingkat global. Wisuda Binus School Serpong pada 9 Mei 2026 pun menjadi awal dari babak baru dalam perjalanan pendidikannya.
Kalya mengaku perjalanan menuju prestasi tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah merasa takut gagal hingga memilih tidak terlalu aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.
“Di kelas 10, saya mulai keluar dari zona nyaman saya dan mulai mengambil lebih banyak kesempatan yang ada, seperti aktif di klub sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah, dan berbagai hal lainnya. Dari situ saya menyadari bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang bisa dijadikan bahan refleksi dan pelajaran untuk masa depan,” tuturnya.
Keberhasilan Kalya juga didukung oleh program University Preparation yang diterapkan di Binus School Serpong. Sejak kelas 9, siswa dibimbing untuk menemukan “best fit”, yakni keselarasan antara potensi diri dengan lingkungan universitas yang paling mendukung masa depan mereka.
Kepala Sekolah tingkat SMP/SMA Binus School Serpong, Corey Allison, mengatakan Kalya menjadi bukti bahwa setiap siswa memiliki potensi besar yang dapat berkembang melalui pendidikan yang tepat.
“Di Binus School Serpong, kami tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, keberanian untuk bermimpi besar, dan kesiapan untuk menghadapi dunia nyata. Kalya telah membuktikan bahwa perpaduan antara kerja keras, dukungan sekolah, dan tekad yang kuat mampu membuka pintu menuju universitas terbaik di dunia,” ujar Corey.
Kalya menjadi bukti bahwa dengan tekad, keberanian, dan ekosistem pendidikan yang mendukung, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih.
(nnz)
Lihat Juga :