Kisah Haru Sitimah, Guru SD di Kudus yang Tetap Mengajar di Tengah Keterbatasan

Jum'at, 15 Mei 2026 - 14:59 WIB
loading...
Kisah Haru Sitimah,...
Momen Mendikdasmen Abdul Muti bertemu dengan Sitimah, guru SDN 7 Getassrabi, Kabupaten Kudus. Foto/BKHM.
A A A
JAKARTA - Kisah Sitimah menjadi gambaran nyata perjuangan para guru di Indonesia yang tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi meski menghadapi berbagai keterbatasan. Selama lebih dari dua dekade mengabdi sebagai tenaga pendidik, ia telah melewati banyak tantangan demi mencerdaskan anak-anak bangsa.

Seusai waktu subuh, Sitimah sudah bersiap meninggalkan rumahnya di Kabupaten Boyolali dengan mengendarai sepeda motor. Saat sebagian orang baru memulai aktivitas pagi, guru sekolah dasar tersebut justru memulai perjalanan panjang menuju SDN 7 Getassrabi, Kabupaten Kudus , sekolah tempat ia mengabdi selama puluhan tahun.

Baca juga: P2G Sebut Ambisi Digital Nadiem Makarim Abaikan Realitas Guru di Daerah 3T

Setiap hari, ia harus menghabiskan waktu sekitar empat jam di perjalanan agar bisa hadir di kelas dan mengajarkan murid-murid membaca serta menulis. “Kurang lebih saya menghabiskan waktu 4 jam di jalan. Pagi hari saya jalan habis subuh, lalu pulang setelah dzuhur dan sampai di rumah pukul 16,” ujarnya, melalui siaran pers, Jumat (15/5/2026).

Perjuangan Sitimah dari Guru Honorer hingga Menjadi CPNS


Sitimah memulai kariernya sebagai guru pada 2004 dengan status Guru Wiyata Bakti atau honorer. Selama bertahun-tahun, ia menerima honor yang sangat minim. “Tahun 2004 saya mulai mengajar. Dua tahun kemudian dapat bayaran Rp50 ribu per bulan. Lalu tahun 2008–2010 dapat bayaran Rp220 ribu,” kenangnya.

Kesempatan baru datang ketika pemerintah membuka formasi CPNS pada 2010. Setahun kemudian, Sitimah resmi diangkat sebagai CPNS dan ditempatkan di SDN 7 Getassrabi.

Baca juga: UNRI Latih Guru SD Pekanbaru Terapkan Koding dan AI dalam Pembelajaran Deep Learning

Di sekolah tersebut terdapat 72 siswa dengan enam ruang kelas. Sitimah dipercaya menjadi wali kelas 1, jenjang yang menurutnya membutuhkan perhatian dan kesabaran lebih karena para murid masih berada dalam masa transisi dari PAUD ke sekolah dasar.

Ia mengungkapkan masih banyak anak yang belum lancar membaca maupun menulis. Karena itu, Sitimah dengan sukarela memberikan tambahan waktu belajar setelah jam pelajaran selesai agar murid-muridnya tidak tertinggal. “Saya mengulang anak yang belum bisa membaca atau nelateni yang ketinggalan menulis. Sebelumnya, saya sudah izin kepada orang tua anak,” katanya.

Selama sekitar satu jam setelah kegiatan belajar berakhir, ia tetap mendampingi murid yang membutuhkan perhatian lebih tanpa memungut biaya tambahan.

Bagi Sitimah, keberhasilan seorang guru bukan hanya soal nilai akademik, tetapi memastikan tidak ada murid yang tertinggal dalam proses belajar.

Tunjangan Guru Membantu Sitimah Berbagi dengan Sesama


Di tengah pengabdiannya, Sitimah merasa bersyukur karena perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru terus meningkat. Salah satunya melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 10 Tahun 2026 yang mengatur penyaluran tunjangan profesi guru langsung ke rekening penerima setiap bulan.

“Sebelumnya tunjangan cair per tiga bulan. Kalau tahun 2026 ini tiap bulan sesuai gaji pokok,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Tambahan penghasilan tersebut tidak hanya membantu kebutuhan keluarganya, tetapi juga memungkinkan dirinya berbagi kepada orang lain. Sitimah rutin membantu anak yatim, kaum duafa, hingga murid-murid dari keluarga kurang mampu.

“Alhamdulillah berkah. Saya bisa tiap tahun menyantuni anak yatim dan duafa, serta bisa ikut kurban di kampung. Terkadang bisa membantu perekonomian murid yang benar-benar minim ekonominya,” jelasnya.

Harapan Sitimah untuk Mengajar Lebih Dekat dengan Rumah


Di balik semangatnya mengajar, usia dan kondisi kesehatan kini mulai menjadi tantangan tersendiri bagi Sitimah. Ia berharap suatu hari dapat dipindahkan ke sekolah yang lokasinya lebih dekat dari rumahnya.

“Njih niku, saya ingin mutasi karena kondisi usia dan kesehatan,” tuturnya pelan.

Sitimah mengaku sudah dua kali mengajukan mutasi, namun belum bisa direalisasikan lantaran sekolah tempatnya mengajar masih kekurangan tenaga pendidik.

Harapan tersebut kembali terbuka saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melakukan kunjungan kerja dan mendengar langsung kisah perjuangannya. Di hadapan jajaran pemerintah daerah, Mendikdasmen meminta agar persoalan tersebut segera dicarikan solusi.

“Dilepas saja jika ada sekolah yang sudah bersedia menerima Ibu pindah. Kasihan terlalu jauh,” ujar Abdul Mu’ti kepada perwakilan Dinas Pendidikan yang hadir.

Pemerintah sendiri telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Masyarakat. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu pemerataan kebutuhan guru sekaligus menciptakan penataan yang lebih manusiawi bagi para pendidik di Indonesia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Perluas Akses Pendidikan,...
Perluas Akses Pendidikan, 500 Sekolah Nasional Terintegrasi akan Dibangun hingga 2029
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Pemda Siapkan Kebijakan bagi Sekolah dengan Jumlah Murid Terbatas
Pendaftaran TKA SMA...
Pendaftaran TKA SMA 2026 Akan Segera Dibuka, Begini Cara Daftarnya
Kemendikdasmen Terbitkan...
Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Rekomendasi
Program Magang Nasional,...
Program Magang Nasional, Strategi Pemerintah Tekan Angka Pengangguran
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Berita Terkini
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Diterima di FMIPA ITB,...
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved