FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 - 12:48 WIB
loading...
FK Unair menggelar pertemuan riset kolaborasi sekaligus Kuliah Tamu bersama School of Public Health, Adelaide University, Australia. Foto/Masdarul Khoiri.
A
A
A
SURABAYA - Sebagai salah satu pelopor pendidikan kedokteran di Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair ) tidak pernah berhenti menaikkan standar kualitasnya demi bersaing di panggung global.
Di era di mana riset kesehatan harus mampu menjawab tantangan multidimensi mulai dari tata kelola klinis hingga ancaman lingkungan terhadap ibu dan bayi FK Unair kembali mempertegas reputasinya sebagai institusi yang terbaik dan unggul secara internasional.
Baca juga: Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
Komitmen ini kembali diwujudkan melalui penguatan jejaring akademik global dengan menggelar pertemuan riset kolaborasi (Research Collaboration Meeting) sekaligus Guest Lecture (Kuliah Tamu) bersama School of Public Health, Adelaide University, Australia.
Agenda strategis yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 ini menghadirkan pakar kesehatan masyarakat terkemuka dari Adelaide University, Prof. Mohammad Afzal Mahmood (Senior Lecturer & Deputy Postgraduate Coordinator).
Baca juga: 10 Universitas dengan Permohonan Paten Terbanyak, Unair Ungguli UGM dan ITB
Kuliah tamu yang digelar di Aula FK Unair ini mengangkat topik yang sangat krusial bagi sistem kesehatan nasional, yaitu "Sistem Pelayanan Kesehatan Kebidanan di Indonesia, Khususnya Peran dan Keterlibatan Tenaga Kesehatan pada Berbagai Level Layanan Kesehatan".
Seusai sesi kuliah berlangsung, agenda dilanjutkan dengan pertemuan intensif terkait pemantapan riset kolaborasi bersama Prof. Mohammad Afzal Mahmood. Pertemuan penting ini dibuka secara resmi dan disambut hangat Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan didampingi oleh Dr. dr. M. Ardian Cahya Laksana, Sp.OG., Subsp. Obginsos., M.Kes. selaku Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), serta Dr. dr. Budi Prasetyo, Sp.OG, Subsp. Obginsos. yang bertindak sebagai Person in Charge (PIC) riset obginsos.
Tak hanya dihadiri oleh internal akademisi dan klinisi Unair, pertemuan ini juga memperkuat sinergi multisektor dengan kehadiran Ismi Mufidah, SKM., MPH, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Dinkes Kukar).
Kehadiran pimpinan dari wilayah Kalimantan Timur ini menegaskan komitmen hilirisasi riset agar berdampak langsung pada penguatan kebijakan kesehatan di daerah.
Pertemuan intensif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat agenda research collaboration initiatives yang berorientasi pada isu kesehatan masyarakat global dan kesehatan ibu-anak.
Diskusi tidak hanya berfokus pada pengembangan studi komparatif serta penguatan sistem kesehatan masyarakat, khususnya pada layanan kebidanan dan maternal, tetapi juga menjadi fondasi awal pengembangan riset multidisiplin yang lebih luas dan berdampak.
Salah satu inisiatif utama yang sedang dikembangkan adalah kolaborasi riset terkait paparan mikroplastik dan nanoplastik serta dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi, khususnya pada periode kehamilan dan persalinan.
Riset ini diarahkan untuk mengeksplorasi sumber paparan lingkungan, distribusi mikroplastik pada jaringan maternal seperti plasenta, hingga potensi implikasinya terhadap luaran maternal dan neonatal. Inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung strategi pencegahan dan kebijakan kesehatan berbasis lingkungan.
Ke depan, kolaborasi ini juga akan diperluas menuju isu climate change and maternal health, mengingat perubahan iklim semakin diakui sebagai determinan penting yang memengaruhi kesehatan reproduksi, kesehatan ibu, dan ketahanan sistem kesehatan.
Pengembangan tema ini akan membuka ruang kolaborasi lintas disiplin yang mengintegrasikan aspek kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat, sistem kesehatan, hingga kebijakan.
Menariknya, inisiatif kolaboratif ini tidak hanya melibatkan jejaring internasional bersama Adelaide University, tetapi juga memperkuat sinergi nasional melalui kemitraan dengan Universitas Sebelas Maret serta jejaring riset di wilayah Kalimantan Timur, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pendekatan multisektor ini diharapkan mampu menghasilkan high-impact research yang relevan secara lokal sekaligus berkontribusi pada agenda kesehatan global.
Langkah ini semakin mempertegas peran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sebagai pioneer institution yang tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik internal, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kolaborasi riset transdisipliner dan berdampak tinggi demi kemajuan kesehatan ibu, bayi, dan masyarakat secara luas.
Dalam paparannya di hadapan civitas akademika FK Unair, Prof. Mohammad Afzal Mahmood mengupas tuntas potret tata kelola dan tantangan sistem pelayanan kesehatan kebidanan di Indonesia.
Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sangat bergantung pada efektivitas peran tenaga kesehatan di setiap tingkatan, mulai dari tingkat primer (Puskesmas dan Posyandu), sekunder (Rumah Sakit tipe C dan B), hingga tersier (Rumah Sakit rujukan utama).
"Keterlibatan aktif dan sinkronisasi peran antara bidan, dokter umum, hingga dokter spesialis obstetri dan ginekologi di semua level fasilitas kesehatan menjadi penentu utama kualitas luaran klinis yang diterima oleh ibu dan anak," ujar Prof. Afzal.
Di era di mana riset kesehatan harus mampu menjawab tantangan multidimensi mulai dari tata kelola klinis hingga ancaman lingkungan terhadap ibu dan bayi FK Unair kembali mempertegas reputasinya sebagai institusi yang terbaik dan unggul secara internasional.
Baca juga: Ashanty Ceritakan Detik-detik Menegangkan Ujian Doktoral, Akui Hampir Menyerah
Komitmen ini kembali diwujudkan melalui penguatan jejaring akademik global dengan menggelar pertemuan riset kolaborasi (Research Collaboration Meeting) sekaligus Guest Lecture (Kuliah Tamu) bersama School of Public Health, Adelaide University, Australia.
Agenda strategis yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 ini menghadirkan pakar kesehatan masyarakat terkemuka dari Adelaide University, Prof. Mohammad Afzal Mahmood (Senior Lecturer & Deputy Postgraduate Coordinator).
Baca juga: 10 Universitas dengan Permohonan Paten Terbanyak, Unair Ungguli UGM dan ITB
Kuliah tamu yang digelar di Aula FK Unair ini mengangkat topik yang sangat krusial bagi sistem kesehatan nasional, yaitu "Sistem Pelayanan Kesehatan Kebidanan di Indonesia, Khususnya Peran dan Keterlibatan Tenaga Kesehatan pada Berbagai Level Layanan Kesehatan".
Sinergi Pemimpin dan Lintas Sektor dalam Pertemuan Intensif
Seusai sesi kuliah berlangsung, agenda dilanjutkan dengan pertemuan intensif terkait pemantapan riset kolaborasi bersama Prof. Mohammad Afzal Mahmood. Pertemuan penting ini dibuka secara resmi dan disambut hangat Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan didampingi oleh Dr. dr. M. Ardian Cahya Laksana, Sp.OG., Subsp. Obginsos., M.Kes. selaku Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), serta Dr. dr. Budi Prasetyo, Sp.OG, Subsp. Obginsos. yang bertindak sebagai Person in Charge (PIC) riset obginsos.
Tak hanya dihadiri oleh internal akademisi dan klinisi Unair, pertemuan ini juga memperkuat sinergi multisektor dengan kehadiran Ismi Mufidah, SKM., MPH, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Dinkes Kukar).
Kehadiran pimpinan dari wilayah Kalimantan Timur ini menegaskan komitmen hilirisasi riset agar berdampak langsung pada penguatan kebijakan kesehatan di daerah.
Kolaborasi Riset Multi-Institusi demi Peningkatan Mutu Kesehatan
Pertemuan intensif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat agenda research collaboration initiatives yang berorientasi pada isu kesehatan masyarakat global dan kesehatan ibu-anak.
Diskusi tidak hanya berfokus pada pengembangan studi komparatif serta penguatan sistem kesehatan masyarakat, khususnya pada layanan kebidanan dan maternal, tetapi juga menjadi fondasi awal pengembangan riset multidisiplin yang lebih luas dan berdampak.
Salah satu inisiatif utama yang sedang dikembangkan adalah kolaborasi riset terkait paparan mikroplastik dan nanoplastik serta dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi, khususnya pada periode kehamilan dan persalinan.
Riset ini diarahkan untuk mengeksplorasi sumber paparan lingkungan, distribusi mikroplastik pada jaringan maternal seperti plasenta, hingga potensi implikasinya terhadap luaran maternal dan neonatal. Inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung strategi pencegahan dan kebijakan kesehatan berbasis lingkungan.
Ke depan, kolaborasi ini juga akan diperluas menuju isu climate change and maternal health, mengingat perubahan iklim semakin diakui sebagai determinan penting yang memengaruhi kesehatan reproduksi, kesehatan ibu, dan ketahanan sistem kesehatan.
Pengembangan tema ini akan membuka ruang kolaborasi lintas disiplin yang mengintegrasikan aspek kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat, sistem kesehatan, hingga kebijakan.
Menariknya, inisiatif kolaboratif ini tidak hanya melibatkan jejaring internasional bersama Adelaide University, tetapi juga memperkuat sinergi nasional melalui kemitraan dengan Universitas Sebelas Maret serta jejaring riset di wilayah Kalimantan Timur, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pendekatan multisektor ini diharapkan mampu menghasilkan high-impact research yang relevan secara lokal sekaligus berkontribusi pada agenda kesehatan global.
Langkah ini semakin mempertegas peran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga sebagai pioneer institution yang tidak hanya unggul dalam pengembangan akademik internal, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kolaborasi riset transdisipliner dan berdampak tinggi demi kemajuan kesehatan ibu, bayi, dan masyarakat secara luas.
Soroti Peran Strategis Tenaga Kesehatan di Berbagai Level Layanan
Dalam paparannya di hadapan civitas akademika FK Unair, Prof. Mohammad Afzal Mahmood mengupas tuntas potret tata kelola dan tantangan sistem pelayanan kesehatan kebidanan di Indonesia.
Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) sangat bergantung pada efektivitas peran tenaga kesehatan di setiap tingkatan, mulai dari tingkat primer (Puskesmas dan Posyandu), sekunder (Rumah Sakit tipe C dan B), hingga tersier (Rumah Sakit rujukan utama).
"Keterlibatan aktif dan sinkronisasi peran antara bidan, dokter umum, hingga dokter spesialis obstetri dan ginekologi di semua level fasilitas kesehatan menjadi penentu utama kualitas luaran klinis yang diterima oleh ibu dan anak," ujar Prof. Afzal.
(nnz)
Lihat Juga :