Hebat! Siswi MAN 1 Pekanbaru Diterima di 22 Universitas Luar Negeri, Kantongi 4 Beasiswa
Jum'at, 22 Mei 2026 - 07:08 WIB
loading...
Siswi MAN 1 Pekanbaru, Maryam berhasil diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri. Foto/Kemenag.
A
A
A
JAKARTA - Murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru, Maryam berhasil berhasil diterima di 22 perguruan tinggi luar negeri. Ia pun berhasil meraih 4 beasiswa bergengsi.
Murid kelas Program Cambridge MAN 1 Pekanbaru itupun mengaku bersyukur atas puluhanLetter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi luar negeri yang diterimanya.
Ia mengatakan bahwa proses pendaftaran kampus luar negeri menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya tentang disiplin, manajemen waktu, dan kepercayaan diri.
Baca juga: Keren, 14 Siswa MAN IC Serpong Raih Beasiswa Kuliah ke Universitas Top Dunia
“Saya sangat bersyukur bisa diterima di berbagai kampus luar negeri. Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya. Saya berterima kasih kepada orang tua, guru, dan semua pihak yang selalu mendukung,” katanya, dikutip dari laman Pendis Kemenag, Jumat (22/5/2026).
Maryam berhasil meraih Letter of Acceptance dari berbagai universitas ternama dunia. Di antaranya Monash University Australia pada program Applied Data Science Advanced, serta Briar Cliff University pada bidang Environmental Science. Ia juga diterima di University of Adelaide dan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) pada program Bachelor of Science.
Baca juga: Kisah Valzan Baruna, Siswa MAN IC Pekalongan yang Diterima di 24 Kampus Luar Negeri
Selain itu, Maryam juga memperoleh kesempatan studi di Macquarie University pada bidang Biotechnology, Curtin University pada Biomedical Sciences, serta University of Wollongong pada program Nutrition Science. Prestasi akademiknya berlanjut dengan penerimaan di Deakin University dan Swinburne University of Technology pada bidang Biomedical Science.
Tidak hanya di Australia, Maryam juga diterima di Massey University pada program Food Technology, serta University of Canterbury pada bidang Environmental Science. Ia juga berhasil menembus The University of Waikato pada program Environmental Sciences & Biomedical Sciences, serta Auckland University of Technology pada Food Science & Biomedical Science.
Capaian lainnya mencakup penerimaan di University of Southern Queensland pada Food & Beverage Science, serta Western Sydney University pada Applied Data Science. Maryam juga diterima di Charles Darwin University pada program Bachelor of Science, serta Bond University dan Coventry University pada bidang Biomedical Science.
Lebih jauh, Maryam juga berhasil diterima di bidang teknologi dan sains modern melalui Leeds Beckett University pada Data Science and Artificial Intelligence, University of St. Thomas pada Neuroscience, DePaul University pada Biochemistry, serta Caldwell University pada program Biology – Forensic Track.
Maryam juga berhasil meraih 4 beasiswa bergengsi dari berbagai universitas, yaitu Academic Merit Scholarship, STEM Scholarship, International Student Support Scholarship, serta CDU Global Merit Scholarship. Capaian ini semakin menguatkan prestasinya sebagai murid berdaya saing global yang mampu menembus seleksi akademik sekaligus memperoleh dukungan pendanaan studi di tingkat internasional.
Kepala MAN 1 Pekanbaru Norerlinda menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian yang diraih kedua murid tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras murid, dukungan orang tua, serta pendampingan intensif oleh Tim Bimbingan Konseling dan Guru.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan besar bagi MAN 1 Pekanbaru. Maryam telah menunjukkan bahwa murid madrasah mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh murid MAN 1 Pekanbaru untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, bahasa asing, dan keterampilan global lainnya.
Koordinator Bimbingan Konseling MAN 1 Pekanbaru, Yogi Nurfa Parmita Sari, menjelaskan bahwa proses persiapan menuju perguruan tinggi luar negeri membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi dari murid. Pendampingan dilakukan mulai dari pemilihan kampus, penyusunan personal statement dan persiapan dokumen.
“Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Mereka melewati proses yang panjang dan penuh tantangan. Kami di BK berupaya mendampingi murid agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan percaya diri untuk mendaftar ke kampus-kampus internasional,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa akses pendidikan global semakin terbuka bagi murid madrasah yang memiliki tekad dan persiapan matang.
Murid kelas Program Cambridge MAN 1 Pekanbaru itupun mengaku bersyukur atas puluhanLetter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi luar negeri yang diterimanya.
Ia mengatakan bahwa proses pendaftaran kampus luar negeri menjadi pengalaman berharga yang mengajarkannya tentang disiplin, manajemen waktu, dan kepercayaan diri.
Baca juga: Keren, 14 Siswa MAN IC Serpong Raih Beasiswa Kuliah ke Universitas Top Dunia
“Saya sangat bersyukur bisa diterima di berbagai kampus luar negeri. Tentunya perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya. Saya berterima kasih kepada orang tua, guru, dan semua pihak yang selalu mendukung,” katanya, dikutip dari laman Pendis Kemenag, Jumat (22/5/2026).
Maryam berhasil meraih Letter of Acceptance dari berbagai universitas ternama dunia. Di antaranya Monash University Australia pada program Applied Data Science Advanced, serta Briar Cliff University pada bidang Environmental Science. Ia juga diterima di University of Adelaide dan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) pada program Bachelor of Science.
Baca juga: Kisah Valzan Baruna, Siswa MAN IC Pekalongan yang Diterima di 24 Kampus Luar Negeri
Selain itu, Maryam juga memperoleh kesempatan studi di Macquarie University pada bidang Biotechnology, Curtin University pada Biomedical Sciences, serta University of Wollongong pada program Nutrition Science. Prestasi akademiknya berlanjut dengan penerimaan di Deakin University dan Swinburne University of Technology pada bidang Biomedical Science.
Tidak hanya di Australia, Maryam juga diterima di Massey University pada program Food Technology, serta University of Canterbury pada bidang Environmental Science. Ia juga berhasil menembus The University of Waikato pada program Environmental Sciences & Biomedical Sciences, serta Auckland University of Technology pada Food Science & Biomedical Science.
Capaian lainnya mencakup penerimaan di University of Southern Queensland pada Food & Beverage Science, serta Western Sydney University pada Applied Data Science. Maryam juga diterima di Charles Darwin University pada program Bachelor of Science, serta Bond University dan Coventry University pada bidang Biomedical Science.
Lebih jauh, Maryam juga berhasil diterima di bidang teknologi dan sains modern melalui Leeds Beckett University pada Data Science and Artificial Intelligence, University of St. Thomas pada Neuroscience, DePaul University pada Biochemistry, serta Caldwell University pada program Biology – Forensic Track.
Maryam juga berhasil meraih 4 beasiswa bergengsi dari berbagai universitas, yaitu Academic Merit Scholarship, STEM Scholarship, International Student Support Scholarship, serta CDU Global Merit Scholarship. Capaian ini semakin menguatkan prestasinya sebagai murid berdaya saing global yang mampu menembus seleksi akademik sekaligus memperoleh dukungan pendanaan studi di tingkat internasional.
Kepala MAN 1 Pekanbaru Norerlinda menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian yang diraih kedua murid tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras murid, dukungan orang tua, serta pendampingan intensif oleh Tim Bimbingan Konseling dan Guru.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan besar bagi MAN 1 Pekanbaru. Maryam telah menunjukkan bahwa murid madrasah mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh murid MAN 1 Pekanbaru untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, bahasa asing, dan keterampilan global lainnya.
Koordinator Bimbingan Konseling MAN 1 Pekanbaru, Yogi Nurfa Parmita Sari, menjelaskan bahwa proses persiapan menuju perguruan tinggi luar negeri membutuhkan konsistensi dan komitmen tinggi dari murid. Pendampingan dilakukan mulai dari pemilihan kampus, penyusunan personal statement dan persiapan dokumen.
“Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Mereka melewati proses yang panjang dan penuh tantangan. Kami di BK berupaya mendampingi murid agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan percaya diri untuk mendaftar ke kampus-kampus internasional,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa akses pendidikan global semakin terbuka bagi murid madrasah yang memiliki tekad dan persiapan matang.
(nnz)
Lihat Juga :