Kombinasi Teknologi dan Kepekaan Sosial, Kunci Lulusan Perguruan Tinggi Hadapi Era Digital
Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:22 WIB
loading...
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono
A
A
A
JAKARTA - Universitas Trilogi kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui pelaksanaan wisuda tahun akademik 2026 yang digelar di kampus Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026). Mengusung tema “Mengakselerasi Teknososiopreneur Berdampak untuk Indonesia”, wisuda tahun ini menjadi momentum penting bagi kampus tersebut untuk memperkuat perannya dalam melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap memiliki nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Pada wisuda kali ini, Universitas Trilogi meluluskan 616 wisudawan yang terdiri dari 479 lulusan Program Sarjana dan 137 lulusan Program Magister Manajemen. Dengan tambahan tersebut, total alumni Universitas Trilogi kini mencapai 9.644 lulusan yang tersebar di berbagai sektor profesi dan industri. Sebelumnya, Universitas Trilogi juga berhasil masuk peringkat 31 dunia kategori University Based Entrepreneurial Project dalam pemeringkatan The World University Rankings for Innovation (WURI), sebagai bentuk pengakuan atas inovasi dan kontribusi sosial kampus di tingkat global.
Prosesi wisuda turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital yang juga Ketua Ikatan Alumni STEKPI-Trilogi, Ahmad Ridha Sabana, serta Ketua Dewan Pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) yang juga mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat era Presiden Soeharto, Haryono Suyono.
Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan perhatian terhadap peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika Universitas Trilogi atas konsistensinya menjaga kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi di tengah perubahan dunia kerja dan transformasi digital.
“Saya memberikan apresiasi kepada civitas akademika Universitas Trilogi atas komitmennya dalam menjaga marwah pendidikan tinggi di Indonesia. Pilihan orang tua yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Universitas Trilogi merupakan langkah yang tepat, karena kampus ini konsisten menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global,” ujarnya kepada hadirin wisuda.
Ia juga menilai tema wisuda tahun ini relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, di tengah derasnya transformasi digital, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga tetap memiliki nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam berkarya. “Tema wisuda hari ini merupakan panggilan strategis bagi para lulusan. Di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, nilai kemanusiaan justru menjadi pembeda yang fundamental bagi lulusan Universitas Trilogi,” sampainya lagi.
Pada wisuda kali ini, Universitas Trilogi meluluskan 616 wisudawan yang terdiri dari 479 lulusan Program Sarjana dan 137 lulusan Program Magister Manajemen. Dengan tambahan tersebut, total alumni Universitas Trilogi kini mencapai 9.644 lulusan yang tersebar di berbagai sektor profesi dan industri. Sebelumnya, Universitas Trilogi juga berhasil masuk peringkat 31 dunia kategori University Based Entrepreneurial Project dalam pemeringkatan The World University Rankings for Innovation (WURI), sebagai bentuk pengakuan atas inovasi dan kontribusi sosial kampus di tingkat global.
Prosesi wisuda turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital yang juga Ketua Ikatan Alumni STEKPI-Trilogi, Ahmad Ridha Sabana, serta Ketua Dewan Pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) yang juga mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat era Presiden Soeharto, Haryono Suyono.
Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan perhatian terhadap peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika Universitas Trilogi atas konsistensinya menjaga kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi di tengah perubahan dunia kerja dan transformasi digital.
“Saya memberikan apresiasi kepada civitas akademika Universitas Trilogi atas komitmennya dalam menjaga marwah pendidikan tinggi di Indonesia. Pilihan orang tua yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Universitas Trilogi merupakan langkah yang tepat, karena kampus ini konsisten menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global,” ujarnya kepada hadirin wisuda.
Ia juga menilai tema wisuda tahun ini relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, di tengah derasnya transformasi digital, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga tetap memiliki nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama dalam berkarya. “Tema wisuda hari ini merupakan panggilan strategis bagi para lulusan. Di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, nilai kemanusiaan justru menjadi pembeda yang fundamental bagi lulusan Universitas Trilogi,” sampainya lagi.
Lihat Juga :