Sekolah di Sorong Dapat Bantuan Revitalisasi, Perpustakaan hingga Laboratorium Diperbaiki

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:28 WIB
loading...
Sekolah di Sorong Dapat...
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan hasil program revitalisasi tahun 2025 sekaligus menyerahkan bantuan revitalisasi tahun 2026 bagi sejumlah sekolah di Sorong. Foto/BKHM.
A A A
SORONG - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan perkuat layanan pendidikan hingga wilayah timur Indonesia. Sejumlah sekolah di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya pun menjadi sasaran program revitalisasi yang dilaksanakan Kemendikdasmen.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pun meresmikan hasil program revitalisasi tahun 2025 sekaligus menyerahkan bantuan revitalisasi tahun 2026 bagi sejumlah sekolah di Sorong secara langsung.

Baca juga: Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi

Mendikdasmen menegaskan bahwa program revitalisasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kualitas pembelajaran di seluruh wilayah tanah air.

“Kami berkomitmen revitalisasi ini terus kami laksanakan sampai seluruh pelosok tanah air,” ujar Mendikdasmen saat peresmian di SMK Negeri 1 Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (26/5/2026).

Untuk tahun 2025, program revitalisasi di Kota Sorong menjangkau 12 sekolah dengan total bantuan sebesar Rp4,9 miliar. Sementara di Kabupaten Sorong, revitalisasi menjangkau 15 sekolah dengan nilai bantuan mencapai Rp22 miliar.

Baca juga: Revitalisasi Sekolah 2026 Sasar Wilayah 3T, Terdampak Bencana, dan Rusak Berat

Adapun pada tahun 2026, bantuan revitalisasi yang telah ditetapkan untuk Kota Sorong diberikan kepada 5 sekolah dengan total anggaran Rp3,6 miliar. Sedangkan Kabupaten Sorong memperoleh bantuan bagi 34 sekolah dengan anggaran Rp16,5 miliar.

Mendikdasmen menjelaskan bahwa prioritas revitalisasi tahun 2026 difokuskan pada sekolah terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kerusakan fisik berat. Pemerintah menargetkan revitalisasi dapat menjangkau hingga 71.744 satuan pendidikan pada tahun ini.

Selain meningkatkan kualitas sarana pendidikan, program revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui skema swakelola yang melibatkan tenaga kerja setempat dan mitra lokal. Pada tahun 2025, revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan mampu menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja dan turut menggerakkan ekonomi lokal.

“Dengan revitalisasi ini tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga kita berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal, dan tentu kita dapat bersama-sama memajukan pendidikan di tanah air kita,” ucap Mendikdasmen.

Manfaat program revitalisasi dirasakan langsung oleh satuan pendidikan penerima bantuan. Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, A. H. P. Ompusunggu, menjelaskan bahwa sebelum menerima bantuan revitalisasi, sekolah menghadapi keterbatasan fasilitas toilet dan perpustakaan. Dengan jumlah murid sekitar 1.600 orang dan area sekolah yang cukup luas, keterbatasan toilet tentu menjadi hambatan tersendiri. Kini, keberadaan toilet tambahan sangat membantu kenyamanan murid di sekolah.

Selain itu, sekolah juga memperoleh pembangunan perpustakaan baru. Ia menyampaikan bahwa fasilitas tersebut akan terus dimanfaatkan dan dikembangkan. “Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies. Sebelum menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp1,2 miliar, kondisi ruang administrasi sekolah dinilai sudah tidak layak, dengan atap bocor, lantai rusak, dan fasilitas laboratorium yang memerlukan perbaikan.

“Guru dan murid sangat berterima kasih, senang sekali karena semuanya kini terlihat bagus. Besar harapan kami dengan adanya bantuan dari Bapak Presiden melalui Kemendikdasmen, pendidikan di Tanah Papua bisa berkembang dan lebih maju,” ungkapnya.

Melalui program revitalisasi, sekolah mendapatkan rehabilitasi ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium kimia, laboratorium biologi, serta pembangunan satu ruang kelas baru. Tambahan ruang kelas tersebut memungkinkan sekolah menambah satu rombongan belajar (rombel) baru.

“Kami biasanya menerima murid sebanyak empat rombel. Di tahun ajaran 2026/2027, dengan adanya ruang kelas baru, maka kami bisa menambahkan satu rombel lagi,” ujar Ficce.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 21 Kabupaten Sorong, Alfina Lewerissa, menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi tahun 2026. Sekolahnya akan menerima bantuan sebesar Rp1,2 miliar untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, dan ruang UKS.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ruang kelas sebelumnya kurang nyaman digunakan untuk pembelajaran karena lantai pecah dan plafon yang rusak. Menurutnya, bantuan revitalisasi akan menjadi motivasi baru bagi guru dan murid dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Saya berterima kasih atas kesempatan ini karena sekolah kami mendapat bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen. Kiranya ruangan-ruangan yang akan dibangun ini menjadi motivasi bagi murid maupun guru,” tutur Alfina.

Kehadiran ruang kelas baru, laboratorium dan perpustakaan yang lebih memadai, hingga fasilitas sanitasi yang layak menjadi bagian penting untuk memastikan murid dapat belajar dengan lebih fokus dan percaya diri. Melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan hingga wilayah timur Indonesia, pemerintah berupaya memastikan anak-anak Papua memperoleh kesempatan belajar yang setara dan tidak tertinggal dalam mengakses pendidikan bermutu.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, Keluarga Mulai Siapkan Kebutuhan Belajar Anak
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Berita Terkini
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved