Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun

Kamis, 04 Juni 2026 - 14:22 WIB
loading...
Cerita Fulviana, Mahasiswa...
Mahasiswa UGM Fulviana Ramadlonia Agung Putri berhasil meraih gelar sarjana Kedokteran di usia 20 tahun. Foto/UGM.
A A A
JAKARTA - Mahasiswa UGM Fulviana Ramadlonia Agung Putri berhasil meraih gelar sarjana Kedokteran di usia 20 tahun 4 bulan 27 hari. Ia berhasil menjadi salah satu lulusan termuda dalam wisuda 21 Mei 2026 lalu.

Usia Fulviana jauh di bawah rata-rata 1.644 lulusan program sarjana yang mengikuti wisuda, yakni 22 tahun 6 bulan 15 hari. Capaian tersebut menjadi bukti perjalanan akademik yang ditempuhnya sejak usia dini.

Baca juga: Wisudawan Termuda Undip Usia 18 Tahun, Pato Sayyaf Lulus S1 Fisika dengan IPK 3,68

Fulviana merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Ia memulai pendidikan dasar pada usia 5 tahun 8 bulan dan kemudian mengikuti program akselerasi saat menempuh pendidikan menengah pertama. Berkat program tersebut, ia dapat menyelesaikan jenjang SMP hanya dalam waktu dua tahun.

Perjalanan akademik yang lebih cepat dari kebanyakan siswa membuat Fulviana masuk perguruan tinggi pada usia 16 tahun 8 bulan. Meski demikian, ia mengaku tidak pernah membayangkan akan menyandang predikat sebagai wisudawan termuda .

Baca juga: Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun, Dea Angelia Jadi Lulusan Termuda UGM Bidang AI

“Awalnya saya sempat merasa tertekan karena harus terus belajar dan menjaga konsistensi. Namun dengan capaian ini, saya merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur. Jujur, saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan termuda,” katanya, dikutip dari laman UGM, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, tantangan terbesar selama menjalani pendidikan kedokteran adalah proses adaptasi. Di usia yang masih muda, ia mengaku tetap memiliki keinginan untuk menikmati masa remaja seperti teman-teman seusianya. Namun, tuntutan perkuliahan yang padat mengharuskannya menyesuaikan diri dengan ritme belajar yang disiplin.

Tekanan akademik yang tinggi sempat menjadi beban pada masa awal perkuliahan. Seiring waktu, Fulviana belajar mengelola tekanan tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi untuk berkembang. Ia berusaha menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan kehidupan pribadi agar tetap produktif tanpa mengalami kelelahan berlebihan.

Salah satu strategi yang diterapkannya adalah memahami pola belajar yang paling sesuai dengan dirinya. Ia menilai keberhasilan studi tidak selalu ditentukan oleh lamanya waktu belajar, melainkan kemampuan menjaga konsistensi dan disiplin dalam menjalani rutinitas akademik.

“Bagi saya, yang terpenting bukan belajar terlalu lama, tetapi bagaimana tetap disiplin dan menjaga ritme belajar dengan baik,” katanya.

Meski usianya lebih muda dibanding sebagian besar teman kuliahnya, Fulviana tidak merasa tertinggal. Justru, ia banyak belajar dari rekan-rekannya yang lebih dewasa, baik dalam hal akademik maupun cara menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan kedokteran.

Ia juga menegaskan bahwa dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam keberhasilannya menyelesaikan studi. Menurut Fulviana, pencapaian tersebut bukan semata-mata soal usia, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan dukungan banyak pihak.

Setelah resmi menyandang gelar sarjana kedokteran , Fulviana akan melanjutkan pendidikan pada tahap profesi dokter. Ia berharap dapat menjadi dokter yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kepada generasi muda, ia berpesan agar tidak takut bermimpi besar dan terus berusaha mewujudkan cita-cita tanpa terhalang usia maupun rasa kurang percaya diri.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Berita Terkini
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Daftar 34 PTS yang Masuk...
Daftar 34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu?
Rekrutmen BPKH 2026...
Rekrutmen BPKH 2026 Resmi Dibuka, Simak 9 Formasi, Syarat, Jadwal, dan Link Pendaftaran
Unair Jadi Kampus Terbaik...
Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved