Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:30 WIB
loading...
Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat berkunjung k SMP Negeri 1 Sitolu Ori dan SMP Negeri 3 Sitolu Ori, Nias Utara, Sumatra Utara. Foto/Kemendikdasmen.
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran fasilitas belajar yang lebih layak, akses internet, serta dukungan gizi bagi peserta didik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata hingga ke daerah pelosok.
Salah satunya di Kabupaten Nias Utara , Sumatra Utara. Di wilayah yang termasuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) ini, program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dipadukan dengan program makan bergizi gratis (MBG) dan Digitalisasi Pembelajaran menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyaman, sehat, dan bermutu.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Dampak program-program tersebut terlihat saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, meninjau pelaksanaan MBG, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP), serta progres revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Sitolu Ori dan SMP Negeri 3 Sitolu Ori.
Menurut Mendikdasmen, berbagai program yang dijalankan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik setiap hari.
“Tadi kami melihat langsung bagaimana MBG sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak lebih berenergi mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujarnya, melalui siaran pers, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Di SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang memiliki 154 murid, pemerintah menghadirkan akses internet berbasis satelit Starlink, papan interaktif digital, serta dukungan pasokan listrik.
Sekolah ini juga memperoleh bantuan revitalisasi berupa pembangunan laboratorium, rehabilitasi ruang administrasi, dan perbaikan tiga ruang kelas. Kehadiran fasilitas tersebut membuka peluang pembelajaran yang lebih modern sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Sementara itu, SMP Negeri 3 Sitolu Ori yang memiliki 176 murid menjadi lokasi groundbreaking revitalisasi tahun anggaran 2026. Melalui program tersebut, sekolah akan mendapatkan pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta penataan lingkungan sekolah yang lebih representatif.
Perubahan ini turut dirasakan para guru. Miteria Gea, guru SMP Negeri 1 Sitolu Ori, menilai Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak positif terhadap kondisi dan semangat belajar peserta didik.
“Anak-anak sangat senang dengan adanya MBG. Setiap datang ke sekolah mereka antusias. Yang kami lihat juga, anak-anak jadi lebih jarang sakit dan lebih semangat belajar,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Intan Marshaulena, guru IPS SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Menurutnya, manfaat MBG sangat terasa bagi sekolah di wilayah 3T karena membantu mendukung kesehatan dan kesiapan belajar peserta didik.
Bagi para murid, revitalisasi sekolah menghadirkan harapan baru. Jenny Anjelina Ziliwu, siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, mengaku kondisi bangunan sekolah sebelumnya menjadi tantangan dalam proses belajar.
Ia berharap perbaikan yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan bagi generasi berikutnya. “Harapan kami sekolah ini bisa diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik yang akan datang bisa belajar dengan lebih baik,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen bersama Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga meresmikan dan mencanangkan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Nias Utara. Sebanyak 33 satuan pendidikan telah direvitalisasi pada 2025, sementara 21 satuan pendidikan lainnya ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun 2026.
Salah satunya di Kabupaten Nias Utara , Sumatra Utara. Di wilayah yang termasuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) ini, program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dipadukan dengan program makan bergizi gratis (MBG) dan Digitalisasi Pembelajaran menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyaman, sehat, dan bermutu.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Dampak program-program tersebut terlihat saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, meninjau pelaksanaan MBG, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP), serta progres revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Sitolu Ori dan SMP Negeri 3 Sitolu Ori.
Menurut Mendikdasmen, berbagai program yang dijalankan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik setiap hari.
“Tadi kami melihat langsung bagaimana MBG sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak lebih berenergi mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujarnya, melalui siaran pers, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Di SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang memiliki 154 murid, pemerintah menghadirkan akses internet berbasis satelit Starlink, papan interaktif digital, serta dukungan pasokan listrik.
Sekolah ini juga memperoleh bantuan revitalisasi berupa pembangunan laboratorium, rehabilitasi ruang administrasi, dan perbaikan tiga ruang kelas. Kehadiran fasilitas tersebut membuka peluang pembelajaran yang lebih modern sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Sementara itu, SMP Negeri 3 Sitolu Ori yang memiliki 176 murid menjadi lokasi groundbreaking revitalisasi tahun anggaran 2026. Melalui program tersebut, sekolah akan mendapatkan pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta penataan lingkungan sekolah yang lebih representatif.
Perubahan ini turut dirasakan para guru. Miteria Gea, guru SMP Negeri 1 Sitolu Ori, menilai Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak positif terhadap kondisi dan semangat belajar peserta didik.
“Anak-anak sangat senang dengan adanya MBG. Setiap datang ke sekolah mereka antusias. Yang kami lihat juga, anak-anak jadi lebih jarang sakit dan lebih semangat belajar,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Intan Marshaulena, guru IPS SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Menurutnya, manfaat MBG sangat terasa bagi sekolah di wilayah 3T karena membantu mendukung kesehatan dan kesiapan belajar peserta didik.
Bagi para murid, revitalisasi sekolah menghadirkan harapan baru. Jenny Anjelina Ziliwu, siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, mengaku kondisi bangunan sekolah sebelumnya menjadi tantangan dalam proses belajar.
Ia berharap perbaikan yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan bagi generasi berikutnya. “Harapan kami sekolah ini bisa diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik yang akan datang bisa belajar dengan lebih baik,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen bersama Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga meresmikan dan mencanangkan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Nias Utara. Sebanyak 33 satuan pendidikan telah direvitalisasi pada 2025, sementara 21 satuan pendidikan lainnya ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun 2026.
(nnz)
Lihat Juga :