THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Jum'at, 26 Juni 2026 - 18:00 WIB
loading...
Western Sydney University berhasil meraih peringkat ketiga dunia di Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Foto/Western Sydney University.
A
A
A
JAKARTA - Western Sydney University berhasil meraih peringkat ketiga dunia di Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026.Universitas ini menjadi salah satu dari hanya dua universitas Australia yang berhasil masuk dalam 10 besar dunia.
THE Sustainability Impact Ratings 2026 merupakan pemeringkatan bergengsi yang menilai lebih dari 1.600 universitas di seluruh dunia berdasarkan kontribusi mereka dalam melindungi planet bagi generasi mendatang, mengurangi kesenjangan, menyediakan pendidikan berkualitas, serta menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua.
Baca juga: Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Penilaian ini memberikan penghargaan atas kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup, mendorongkesetaraan, serta mempromosikan keberlanjutan baik di Australia maupun di berbagai wilayah lainnya melalui kehadiran kampus internasional, termasuk di Surabaya, Indonesia.
Vice-Chancellor dan President Western Sydney University, Professor George Williams AO, mengatakan bahwa hasil tahun ini kembali mencerminkan posisi global universitas serta komitmennya untuk memberikan dampak nyata bagikomunitas yang dilayaninya.
"Sebagai institusi yang masih muda, beragam, dan dinamis yang berada di salah satu wilayah metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di Australia, kami sangat bangga dapat memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan semakin pentingnya peringkat ini dalam beberapa tahun terakhir," ujar Professor Williams, melalui siaran pers, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
"Pemeringkatan ini penting karena menilai tindakan nyata universitas dalam mendorong kesetaraan, inklusivitas, dan memberikan perubahan yang bermakna bagi kehidupan masyarakat."
Western Sydney University memiliki rekam jejak yang kuat dalam pemeringkatan ini, termasuk meraih posisi nomor satu dunia selama empat tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tahun ini, Western Sydney University kembali berhasil meraih tempat di posisi tiga besar dunia.
"Dengan semakin tingginya standar yang ditetapkan, kami kini melihat lebih banyak universitas, baik di Australia maupun di seluruh dunia, yang semakin aktif mendorong dampak sosial dan upaya keberlanjutan yang bermakna," tambah Professor Williams.
Komitmen Western Sydney University terhadap dampak sosial positif dibentuk oleh keberagaman wilayah yang dilayaninya. Western Sydney adalah rumah bagi populasi penduduk asli (Indigenous) perkotaan terbesar di Australia serta masyarakat dari berbagai penjuru dunia, dengan lebih dari 170 bahasa yang digunakan di wilayah ini.
Dua pertiga mahasiswa Western Sydney University merupakan generasi pertama dalam keluarga mereka yang menempuh pendidikan tinggi.
Upaya mendukung 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sustainable Development Goals/SDGs) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan operasional universitas. Komitmen ini didukung oleh misi Western Sydney University untuk memastikan
keberhasilan mahasiswa, menghasilkan penelitian yang berdampak, serta memperkuat komunitas di Western Sydney dan berbagai lokasi internasionalnya, termasuk di Vietnam dan Indonesia.
Deputy Vice-Chancellor Research and Innovation, Professor Ian Anderson, mengatakan bahwa hasil yang diraih menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip SDGs telah tertanam kuat dalam seluruh aktivitas universitas.
"Mendorong keberlanjutan dan ketahanan merupakan bagian mendasar dari pendidikan, penelitian, dan berbagai inisiatif universitas. Kami tidak hanya selaras dengan SDGs; nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari cara kami beroperasi. Hasil yang kami raih hari ini merupakan refleksi dari kerja keras dan dedikasi seluruh staf, sekaligus memperkuat misi Western Sydney University untuk memastikan keberhasilan mahasiswa, menghasilkan penelitian yang berdampak, sertamemperkuat komunitas di Western Sydney dan berbagai wilayah lainnya," ujar Professor Anderson.
Selain menempati peringkat ketiga dunia secara keseluruhan, Western Sydney University juga mencatat pencapaian tinggi dalam sejumlah kategori berikut:
• Peringkat 2 dunia untuk SDG 10: Mengurangi Kesenjangan (Reduced Inequalities)
• Peringkat 3 dunia untuk SDG 15: Kehidupan di Darat (Life on Land)
• Peringkat 4 dunia untuk SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
• Peringkat 7 dunia untuk SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production)
Western Sydney University juga berhasil meningkatkan peringkatnya pada kategori SDG 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty), SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure).
THE Sustainability Impact Ratings 2026 merupakan pemeringkatan bergengsi yang menilai lebih dari 1.600 universitas di seluruh dunia berdasarkan kontribusi mereka dalam melindungi planet bagi generasi mendatang, mengurangi kesenjangan, menyediakan pendidikan berkualitas, serta menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua.
Baca juga: Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Penilaian ini memberikan penghargaan atas kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup, mendorongkesetaraan, serta mempromosikan keberlanjutan baik di Australia maupun di berbagai wilayah lainnya melalui kehadiran kampus internasional, termasuk di Surabaya, Indonesia.
Vice-Chancellor dan President Western Sydney University, Professor George Williams AO, mengatakan bahwa hasil tahun ini kembali mencerminkan posisi global universitas serta komitmennya untuk memberikan dampak nyata bagikomunitas yang dilayaninya.
"Sebagai institusi yang masih muda, beragam, dan dinamis yang berada di salah satu wilayah metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di Australia, kami sangat bangga dapat memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan semakin pentingnya peringkat ini dalam beberapa tahun terakhir," ujar Professor Williams, melalui siaran pers, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
"Pemeringkatan ini penting karena menilai tindakan nyata universitas dalam mendorong kesetaraan, inklusivitas, dan memberikan perubahan yang bermakna bagi kehidupan masyarakat."
Western Sydney University memiliki rekam jejak yang kuat dalam pemeringkatan ini, termasuk meraih posisi nomor satu dunia selama empat tahun berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tahun ini, Western Sydney University kembali berhasil meraih tempat di posisi tiga besar dunia.
"Dengan semakin tingginya standar yang ditetapkan, kami kini melihat lebih banyak universitas, baik di Australia maupun di seluruh dunia, yang semakin aktif mendorong dampak sosial dan upaya keberlanjutan yang bermakna," tambah Professor Williams.
Komitmen Western Sydney University terhadap dampak sosial positif dibentuk oleh keberagaman wilayah yang dilayaninya. Western Sydney adalah rumah bagi populasi penduduk asli (Indigenous) perkotaan terbesar di Australia serta masyarakat dari berbagai penjuru dunia, dengan lebih dari 170 bahasa yang digunakan di wilayah ini.
Dua pertiga mahasiswa Western Sydney University merupakan generasi pertama dalam keluarga mereka yang menempuh pendidikan tinggi.
Upaya mendukung 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sustainable Development Goals/SDGs) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan operasional universitas. Komitmen ini didukung oleh misi Western Sydney University untuk memastikan
keberhasilan mahasiswa, menghasilkan penelitian yang berdampak, serta memperkuat komunitas di Western Sydney dan berbagai lokasi internasionalnya, termasuk di Vietnam dan Indonesia.
Deputy Vice-Chancellor Research and Innovation, Professor Ian Anderson, mengatakan bahwa hasil yang diraih menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip SDGs telah tertanam kuat dalam seluruh aktivitas universitas.
"Mendorong keberlanjutan dan ketahanan merupakan bagian mendasar dari pendidikan, penelitian, dan berbagai inisiatif universitas. Kami tidak hanya selaras dengan SDGs; nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari cara kami beroperasi. Hasil yang kami raih hari ini merupakan refleksi dari kerja keras dan dedikasi seluruh staf, sekaligus memperkuat misi Western Sydney University untuk memastikan keberhasilan mahasiswa, menghasilkan penelitian yang berdampak, sertamemperkuat komunitas di Western Sydney dan berbagai wilayah lainnya," ujar Professor Anderson.
Selain menempati peringkat ketiga dunia secara keseluruhan, Western Sydney University juga mencatat pencapaian tinggi dalam sejumlah kategori berikut:
• Peringkat 2 dunia untuk SDG 10: Mengurangi Kesenjangan (Reduced Inequalities)
• Peringkat 3 dunia untuk SDG 15: Kehidupan di Darat (Life on Land)
• Peringkat 4 dunia untuk SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
• Peringkat 7 dunia untuk SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production)
Western Sydney University juga berhasil meningkatkan peringkatnya pada kategori SDG 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty), SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure).
(nnz)
Lihat Juga :