Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:24 WIB
loading...
Bidang Ilmu Teknik Elektro Universitas Mercu Buana mengukuhkan peran strategisnya dalam hilirisasi teknologi tepat guna. Foto/UMB.
A
A
A
JAKARTA - Bidang Ilmu Teknik Elektro Universitas Mercu Buana (UMB) mengukuhkan peran strategisnya dalam hilirisasi teknologi tepat guna melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis komunitas urban.
Bertempat di Masjid Jami Himawan At-Taubah, Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat, pada Selasa (23/6/2026), tim akademisi UMB yang terdiri dari Julpri Andika, Dian Rusdiyanto, Syamsir Alam, Zendi Iklima dan Rachmat Muwardi mengimplementasikan program bertajuk “Pemberdayaan Jamaah Masjid Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik”.
Baca juga: FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Kegiatan ilmiah yang dikemas secara inklusif ini mengombinasikan kepakaran rekayasa elektro modern dengan kebutuhan sosiokultural lokal, guna mentransformasikan area rumah ibadah menjadi lokomotif kemandirian ekonomi umat yang adaptif dan berkelanjutan.
Paradigma pemberdayaan ini diwujudkan melalui integrasi tiga sistem teknologi utama yang saling bersinergi secara sirkular di pekarangan masjid untuk mengatasi keterbatasan lahan perkotaan. Inovasi tersebut diawali dengan pembangunan instalasi akuaponik lele, sebuah metode simbiotik mutakhir yang menyatukan budidaya ikan dan tanaman sayuran secara organik dalam satu siklus nutrisi.
Untuk memastikan stabilitas ekosistem, sistem ini dilengkapi kontrol pompa otomatis dan pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melacak parameter lingkungan secara real-time. Seluruh rangkaian pertanian kota (urban farming) digital ini ditopang oleh suplai energi bersih dari sistem penerangan lampu solar cell skala kecil.
"Perancangan arsitektur teknologi ini bertujuan untuk mendemistifikasi inovasi digital agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar Masjid," kataKetua Program Studi S1 Teknik Elektro UMB, Dr. Heru Suwoyo, melalui siaran pers, Sabtu (27/6/2026).
Menurut analisis akademisnya, integrasi IoT dan energi terbarukan di lingkungan domestik bukan lagi sekadar wacana laboratorium, melainkan instrumen mitigasi risiko yang presisi terhadap kegagalan panen.
Melalui otomatisasi kontrol pompa dan monitoring air ini, fluktuasi kualitas lingkungan hidup ikan dapat diintervensi sejak dini, sehingga ekosistem akuaponik mampu beroperasi dengan efisiensi biaya yang sangat tinggi sekaligus menstimulasi literasi teknologi terapan bagi para jamaah.
Respons positif dan rasa optimisme yang besar datang dari pihak mitra, yang disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Himawan At-Taubah, Ustad Romlih.
Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas transfer keilmuan serta hibah infrastruktur produktif yang diintegrasikan oleh sivitas akademika UMB di lingkungan mereka.Ia menjelaskan bahwa hasil panen periodik dari klaster akuaponik lele dan sayuran diproyeksikan menjadi generator pendapatan baru bagi masyarakat sekitar Masjid.
Bertempat di Masjid Jami Himawan At-Taubah, Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat, pada Selasa (23/6/2026), tim akademisi UMB yang terdiri dari Julpri Andika, Dian Rusdiyanto, Syamsir Alam, Zendi Iklima dan Rachmat Muwardi mengimplementasikan program bertajuk “Pemberdayaan Jamaah Masjid Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik”.
Baca juga: FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Kegiatan ilmiah yang dikemas secara inklusif ini mengombinasikan kepakaran rekayasa elektro modern dengan kebutuhan sosiokultural lokal, guna mentransformasikan area rumah ibadah menjadi lokomotif kemandirian ekonomi umat yang adaptif dan berkelanjutan.
Paradigma pemberdayaan ini diwujudkan melalui integrasi tiga sistem teknologi utama yang saling bersinergi secara sirkular di pekarangan masjid untuk mengatasi keterbatasan lahan perkotaan. Inovasi tersebut diawali dengan pembangunan instalasi akuaponik lele, sebuah metode simbiotik mutakhir yang menyatukan budidaya ikan dan tanaman sayuran secara organik dalam satu siklus nutrisi.
Untuk memastikan stabilitas ekosistem, sistem ini dilengkapi kontrol pompa otomatis dan pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melacak parameter lingkungan secara real-time. Seluruh rangkaian pertanian kota (urban farming) digital ini ditopang oleh suplai energi bersih dari sistem penerangan lampu solar cell skala kecil.
"Perancangan arsitektur teknologi ini bertujuan untuk mendemistifikasi inovasi digital agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar Masjid," kataKetua Program Studi S1 Teknik Elektro UMB, Dr. Heru Suwoyo, melalui siaran pers, Sabtu (27/6/2026).
Menurut analisis akademisnya, integrasi IoT dan energi terbarukan di lingkungan domestik bukan lagi sekadar wacana laboratorium, melainkan instrumen mitigasi risiko yang presisi terhadap kegagalan panen.
Melalui otomatisasi kontrol pompa dan monitoring air ini, fluktuasi kualitas lingkungan hidup ikan dapat diintervensi sejak dini, sehingga ekosistem akuaponik mampu beroperasi dengan efisiensi biaya yang sangat tinggi sekaligus menstimulasi literasi teknologi terapan bagi para jamaah.
Respons positif dan rasa optimisme yang besar datang dari pihak mitra, yang disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Himawan At-Taubah, Ustad Romlih.
Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas transfer keilmuan serta hibah infrastruktur produktif yang diintegrasikan oleh sivitas akademika UMB di lingkungan mereka.Ia menjelaskan bahwa hasil panen periodik dari klaster akuaponik lele dan sayuran diproyeksikan menjadi generator pendapatan baru bagi masyarakat sekitar Masjid.
(nnz)
Lihat Juga :