Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
Kamis, 02 Juli 2026 - 12:25 WIB
loading...
Muhammad Fathan Khairul Muna berhasil mewujudkan mimpi kuliah di UGM. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Perjuangan meraih pendidikan tinggi sering kali diwarnai dengan berbagai tantangan. Hal itu dialami Muhammad Fathan Khairul Muna R (17), siswa asal Pekanbaru yang berhasil mewujudkan impiannya diterima kuliah gratis di Universitas Gadjah Mada (UGM) .
Di balik keberhasilannya menjadi mahasiswa baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, tersimpan kisah perjuangan bersama keluarga kecilnya. Fathan tumbuh bersama ibu dan kakak perempuannya setelah sang ayah meninggal dunia.
Baca juga: Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Setiap hari, Fathan memiliki rutinitas yang berbeda dari kebanyakan pelajar. Ia bangun sejak dini hari untuk membantu mengantar ibunya, Rida Rahayu, beserta dagangan menuju kantin SMA Negeri 8 Pekanbaru. Di sekolah itulah sang ibu mencari nafkah sekaligus menjadi tempat Fathan menempuh pendidikan.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, keluarga mereka selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Sang ibu terus memberikan dukungan penuh agar putranya dapat meraih cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Sejak SMA, saya sudah memiliki keinginan kuat untuk masuk kuliah. Saya suka belajar dan bertemu dengan orang-orang untuk memperluas pengetahuan. Ibu saya juga selalu mendukung dalam hal apa pun, meskipun tidak sesuai atau Ibu pengennya berbeda, tetap mendukung saya dan percaya apa pun pilihannya," ujar Fathan, dikutip dari laman UGM, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Keinginan menembus kampus impian mulai dipersiapkan sejak awal duduk di bangku SMA. Fathan berusaha menjaga konsistensi nilai akademik karena sekolah menerapkan penilaian prestasi sejak semester pertama hingga semester lima.
Saat memilih peminatan, ia memberikan perhatian lebih pada mata pelajaran ekonomi sebagai bekal untuk mengejar cita-cita masuk Program Studi Akuntansi di UGM.
Tidak hanya berprestasi di kelas, Fathan juga aktif mengikuti berbagai perlombaan. Dukungan dari lingkungan sekolah membuatnya berani mengembangkan kemampuan melalui kompetisi akademik maupun nonakademik.
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah saat meraih Juara II tingkat Sumatera dalam ajang Cerdas Cermat yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi Indonesia.
Memasuki kelas XII, Fathan juga memperoleh Beasiswa 4698 yang diberikan oleh alumni SMA Negeri 8 Pekanbaru. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan selama menjalani pendidikan di bangku SMA.
Meski demikian, perjalanan Fathan tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah mengalami kegagalan dalam sejumlah kompetisi yang sempat membuatnya kecewa.
Namun, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus mencoba berbagai kesempatan baru. Menurutnya, setiap kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.
"Awalnya sedih harus menghadapi banyak kekalahan. Tetapi, ini membuat saya untuk terus tetap berani mencoba banyak lomba-lomba lainnya dari akademik hingga non akademik. Prinsip yang selalu saya pegang adalah bahwa setiap kegagalan bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan tanda bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan yang lebih baik," ungkapnya.
Fathan menilai keberhasilannya tidak lepas dari peran besar ibu dan kakak perempuannya. Sang ibu terus meyakinkannya bahwa tidak ada mimpi yang mustahil selama mau berusaha, sementara kakaknya selalu memberikan dukungan moral maupun finansial sepanjang perjalanan pendidikannya.
Kini, Fathan bersiap memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Ia berharap kisah perjuangannya dapat menjadi inspirasi bagi banyak pelajar untuk terus mengejar cita-cita meski menghadapi berbagai keterbatasan.
"Kalau mimpi kita jauh, kita akan terus mencari cara untuk menuju ke sana. Tidak ada yang mustahil untuk dicapai karena yang memimpikannya adalah kita sendiri," pungkasnya.
Di balik keberhasilannya menjadi mahasiswa baru Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, tersimpan kisah perjuangan bersama keluarga kecilnya. Fathan tumbuh bersama ibu dan kakak perempuannya setelah sang ayah meninggal dunia.
Baca juga: Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Setiap hari, Fathan memiliki rutinitas yang berbeda dari kebanyakan pelajar. Ia bangun sejak dini hari untuk membantu mengantar ibunya, Rida Rahayu, beserta dagangan menuju kantin SMA Negeri 8 Pekanbaru. Di sekolah itulah sang ibu mencari nafkah sekaligus menjadi tempat Fathan menempuh pendidikan.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, keluarga mereka selalu menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Sang ibu terus memberikan dukungan penuh agar putranya dapat meraih cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Sejak SMA, saya sudah memiliki keinginan kuat untuk masuk kuliah. Saya suka belajar dan bertemu dengan orang-orang untuk memperluas pengetahuan. Ibu saya juga selalu mendukung dalam hal apa pun, meskipun tidak sesuai atau Ibu pengennya berbeda, tetap mendukung saya dan percaya apa pun pilihannya," ujar Fathan, dikutip dari laman UGM, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Keinginan menembus kampus impian mulai dipersiapkan sejak awal duduk di bangku SMA. Fathan berusaha menjaga konsistensi nilai akademik karena sekolah menerapkan penilaian prestasi sejak semester pertama hingga semester lima.
Saat memilih peminatan, ia memberikan perhatian lebih pada mata pelajaran ekonomi sebagai bekal untuk mengejar cita-cita masuk Program Studi Akuntansi di UGM.
Tidak hanya berprestasi di kelas, Fathan juga aktif mengikuti berbagai perlombaan. Dukungan dari lingkungan sekolah membuatnya berani mengembangkan kemampuan melalui kompetisi akademik maupun nonakademik.
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah saat meraih Juara II tingkat Sumatera dalam ajang Cerdas Cermat yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi Indonesia.
Memasuki kelas XII, Fathan juga memperoleh Beasiswa 4698 yang diberikan oleh alumni SMA Negeri 8 Pekanbaru. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan selama menjalani pendidikan di bangku SMA.
Meski demikian, perjalanan Fathan tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku pernah mengalami kegagalan dalam sejumlah kompetisi yang sempat membuatnya kecewa.
Namun, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus mencoba berbagai kesempatan baru. Menurutnya, setiap kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.
"Awalnya sedih harus menghadapi banyak kekalahan. Tetapi, ini membuat saya untuk terus tetap berani mencoba banyak lomba-lomba lainnya dari akademik hingga non akademik. Prinsip yang selalu saya pegang adalah bahwa setiap kegagalan bukan berarti akhir dari perjalanan, melainkan tanda bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan yang lebih baik," ungkapnya.
Fathan menilai keberhasilannya tidak lepas dari peran besar ibu dan kakak perempuannya. Sang ibu terus meyakinkannya bahwa tidak ada mimpi yang mustahil selama mau berusaha, sementara kakaknya selalu memberikan dukungan moral maupun finansial sepanjang perjalanan pendidikannya.
Kini, Fathan bersiap memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Ia berharap kisah perjuangannya dapat menjadi inspirasi bagi banyak pelajar untuk terus mengejar cita-cita meski menghadapi berbagai keterbatasan.
"Kalau mimpi kita jauh, kita akan terus mencari cara untuk menuju ke sana. Tidak ada yang mustahil untuk dicapai karena yang memimpikannya adalah kita sendiri," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :