Perjuangan Andini, Anak Tukang Bengkel yang Diterima di FEB UGM dan Beasiswa Penuh
Rabu, 08 Juli 2026 - 18:14 WIB
loading...
Andini Dwi Lestari dan orang tuanya. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Konsisten meraih prestasi sejak SD hingga SMA menjadi bekal Andini Dwi Lestari menembus ketatnya persaingan masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) . Ia diterima di prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM .
Andini tak hanya beberapa kali meraih peringkat pertama di kelas sejak SD hingga SMA, siswi SMA 1 Cirebon ini juga berhasil meraih peringkat pertama paket IPS dinyatakan sebagai siswa eligible pertama.
Andini yang lolos UGM jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ini juga pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional tingkat Kota Cirebon pada tahun 2025, bidang ekonomi.
Baca juga: Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
Menurut Andini, kunci untuk menjaga prestasi adalah kemampuan mengatur waktu dan menetapkan prioritas. Ia selalu berusaha menyeimbangkan waktu untuk belajar, bermain, dan kegiatan lainnya.
“Saya juga selalu mengingat mimpi jangka panjang saya untuk menjadi pengusaha sehingga saya lebih bersemangat untuk belajar,” katanya, dikutip dari laman UGM, Rabu (8/7/2026).
Andini berpesan kepada teman-teman yang masih berjuang meraih cita-cita agar tidak mudah menyerah. “Terus semangat belajar, berusaha, dan berdoa. Kalau kita bersungguh-sungguh dalam berikhtiar, pasti akan ada jalan,” pesannya.
Baca juga: Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Orang tua Andini bekerja mencari nafkah dengan bekerja di sebuah bengkel mobil di Kota Cirebon. Siti Patonah, ibunda Andini pun tak kuasa menahan bahagia ketika Andini meraih Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 Persen atau UKT Nol.
Sebelumnya, sang ibu sempat memikirkan berbagai kebutuhan biaya kuliah, mulai dari uang pendidikan, biaya hidup, hingga tempat tinggal selama Andini menempuh studi di Yogyakarta.
“Alhamdulillah, senang sekali melihat nominal UKT nol rupiah karena bisa membantu meringankan beban keluarga dalam biaya kuliah,” ungkap Andini.
Siti menyampaikan bahwa ia dan suaminya, Suryanto selalu mendukung keinginan putra-putrinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Siti, yang merupakan lulusan SMA, bersama sang suami yang mengenyam pendidikan hingga jenjang SMP, berharap Andini dapat memiliki masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya.
Meski sempat memikirkan keterbatasan biaya, keluarga tetap bertekad mencari berbagai peluang bantuan pendidikan. “Yang penting Andini bisa masuk kuliah dulu. Soal biaya, kami yakin selalu ada jalan dan bisa diusahakan nanti, termasuk mencari beasiswa,” ujar Siti.
Siti mengatakan ia dan suaminya selalu menanamkan pentingnya doa, ikhtiar, dan semangat untuk tidak mudah menyerah kepada anak-anaknya. Menurutnya, setiap hari harus menjadi kesempatan untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari sebelumnya.
“Saya selalu berpesan kepada Andini agar jangan pernah putus asa, terus berusaha, dan berdoa. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Jangan sampai mengecewakan Bapak dan Ibu,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UGM atas kesempatan dan bantuan pendidikan yang diberikan kepada putrinya.
“Terima kasih kepada UGM yang telah menerima Andini dan memberikan subsidi UKT. Semoga kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, menjadi amanah yang dijaga dengan sungguh-sungguh, dan membantu Andini mewujudkan cita-citanya, sehingga bantuan yang diberikan tidak menjadi sia-sia,” pungkasnya.
Andini tak hanya beberapa kali meraih peringkat pertama di kelas sejak SD hingga SMA, siswi SMA 1 Cirebon ini juga berhasil meraih peringkat pertama paket IPS dinyatakan sebagai siswa eligible pertama.
Andini yang lolos UGM jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ini juga pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional tingkat Kota Cirebon pada tahun 2025, bidang ekonomi.
Baca juga: Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
Menurut Andini, kunci untuk menjaga prestasi adalah kemampuan mengatur waktu dan menetapkan prioritas. Ia selalu berusaha menyeimbangkan waktu untuk belajar, bermain, dan kegiatan lainnya.
“Saya juga selalu mengingat mimpi jangka panjang saya untuk menjadi pengusaha sehingga saya lebih bersemangat untuk belajar,” katanya, dikutip dari laman UGM, Rabu (8/7/2026).
Andini berpesan kepada teman-teman yang masih berjuang meraih cita-cita agar tidak mudah menyerah. “Terus semangat belajar, berusaha, dan berdoa. Kalau kita bersungguh-sungguh dalam berikhtiar, pasti akan ada jalan,” pesannya.
Baca juga: Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Orang tua Andini bekerja mencari nafkah dengan bekerja di sebuah bengkel mobil di Kota Cirebon. Siti Patonah, ibunda Andini pun tak kuasa menahan bahagia ketika Andini meraih Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 Persen atau UKT Nol.
Sebelumnya, sang ibu sempat memikirkan berbagai kebutuhan biaya kuliah, mulai dari uang pendidikan, biaya hidup, hingga tempat tinggal selama Andini menempuh studi di Yogyakarta.
“Alhamdulillah, senang sekali melihat nominal UKT nol rupiah karena bisa membantu meringankan beban keluarga dalam biaya kuliah,” ungkap Andini.
Siti menyampaikan bahwa ia dan suaminya, Suryanto selalu mendukung keinginan putra-putrinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Siti, yang merupakan lulusan SMA, bersama sang suami yang mengenyam pendidikan hingga jenjang SMP, berharap Andini dapat memiliki masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya.
Meski sempat memikirkan keterbatasan biaya, keluarga tetap bertekad mencari berbagai peluang bantuan pendidikan. “Yang penting Andini bisa masuk kuliah dulu. Soal biaya, kami yakin selalu ada jalan dan bisa diusahakan nanti, termasuk mencari beasiswa,” ujar Siti.
Siti mengatakan ia dan suaminya selalu menanamkan pentingnya doa, ikhtiar, dan semangat untuk tidak mudah menyerah kepada anak-anaknya. Menurutnya, setiap hari harus menjadi kesempatan untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari sebelumnya.
“Saya selalu berpesan kepada Andini agar jangan pernah putus asa, terus berusaha, dan berdoa. Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Jangan sampai mengecewakan Bapak dan Ibu,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UGM atas kesempatan dan bantuan pendidikan yang diberikan kepada putrinya.
“Terima kasih kepada UGM yang telah menerima Andini dan memberikan subsidi UKT. Semoga kesempatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, menjadi amanah yang dijaga dengan sungguh-sungguh, dan membantu Andini mewujudkan cita-citanya, sehingga bantuan yang diberikan tidak menjadi sia-sia,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :