ABP PTSI Gelar Munas VI, Bahas Strategi Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Swasta
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:56 WIB
loading...
Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI). Foto/Istimewa,
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) VI. Munas tahun ini mengusung tema Penguatan Peran Badan Penyelenggara Menuju PTS Unggul, Berdampak, dan Berkelanjutan.
Munas VI ABP PTSI yang digelar pada 15 - 16 Juli 2026 di Jakarta ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para badan penyelenggara perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi, merumuskan arah kebijakan organisasi, serta membahas berbagai tantangan dan peluang pendidikan tinggi di masa depan.
Baca juga: Kisah Tiara, Anak Penjual Keripik yang Sukses Wujudkan Mimpi Kuliah Kedokteran di UGM
Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Prof. Dr. Thomas Suyatno menyampaikan bahwa badan penyelenggara memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan keberlangsungan dan peningkatan mutu perguruan tinggi swasta di Indonesia.
"Penguatan tata kelola, kepemimpinan yang visioner, serta kolaborasi dengan pemerintah dan industri menjadi pondasi penting dalam menciptakan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global," katanya, melalui siaran pers, Kamis (16/7/2026).
Munas juga menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto yang memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan tinggi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Brian menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kualitas, inovasi, riset, hilirisasi, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia , Fauzan turut memberikan pandangan mengenai strategi peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi serta pentingnya peran badan penyelenggara dalam mendukung implementasi berbagai kebijakan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Melalui Munas VI, ABP PTSI berharap dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran badan penyelenggara sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi swasta yang berkualitas, inklusif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, Munas VI menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh badan penyelenggara perguruan tinggi swasta di Indonesia dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, berdampak, serta berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Munas VI ABP PTSI yang digelar pada 15 - 16 Juli 2026 di Jakarta ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para badan penyelenggara perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi, merumuskan arah kebijakan organisasi, serta membahas berbagai tantangan dan peluang pendidikan tinggi di masa depan.
Baca juga: Kisah Tiara, Anak Penjual Keripik yang Sukses Wujudkan Mimpi Kuliah Kedokteran di UGM
Ketua Umum Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Prof. Dr. Thomas Suyatno menyampaikan bahwa badan penyelenggara memiliki peran yang sangat strategis dalam memastikan keberlangsungan dan peningkatan mutu perguruan tinggi swasta di Indonesia.
"Penguatan tata kelola, kepemimpinan yang visioner, serta kolaborasi dengan pemerintah dan industri menjadi pondasi penting dalam menciptakan perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global," katanya, melalui siaran pers, Kamis (16/7/2026).
Munas juga menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto yang memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan pendidikan tinggi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Brian menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kualitas, inovasi, riset, hilirisasi, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia , Fauzan turut memberikan pandangan mengenai strategi peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi serta pentingnya peran badan penyelenggara dalam mendukung implementasi berbagai kebijakan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Melalui Munas VI, ABP PTSI berharap dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran badan penyelenggara sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi swasta yang berkualitas, inklusif, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan transformasi, Munas VI menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh badan penyelenggara perguruan tinggi swasta di Indonesia dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, berdampak, serta berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang.
(nnz)
Lihat Juga :