IPB Cetak Sejarah Jadi Kampus Pertama yang Lepasliarkan Rusa Timor Hasil Penangkaran

Jum'at, 17 Juli 2026 - 13:54 WIB
loading...
IPB Cetak Sejarah Jadi...
10 ekor rusa timor hasil penangkaran IPB University dilepas ke Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat. Foto/IPB University.
A A A
JAKARTA - 10 ekor rusa timor hasil penangkaran IPB University dilepas ke Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi pelepasliaran rusa pertama yang dilakukan secara langsung oleh institusi pendidikan tinggi di Indonesia sebagai bentuk nyata penguatan konservasi dari pendekatan ex situ menuju in situ.

Sepuluh rusa timor tersebut merupakan hasil penangkaran Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (FAHUTAN) IPB University di Taman Hutan Kampus IPB Dramaga.

Baca juga: Tersedia Ratusan Formasi dan Uang Saku, BRIN Buka Program Magang untuk Fresh Graduate

Menurut Kepala Departemen KSHE IPB University Nyoto Santoso, dukungan berbagai pihak telah memungkinkan pengembangan penangkaran, mulai dari perbaikan kandang hingga peningkatan kualitas perawatan satwa.

"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa konservasi tidak dapat dilakukan sendiri. Sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan kembali satwa liar di habitat alaminya," katanya, melalui siaran pers, Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan, pelepasliaran ini tidak hanya mengembalikan rusa ke alam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memulihkan populasi satwa yang pernah menghuni kawasan Cikepuh.

Baca juga: Seleksi Mandiri Nilai UTBK Universitas Brawijaya 2026 Resmi Dibuka, Cek Infonya

“IPB University juga akan terus melakukan pemantauan melalui kegiatan penelitian mahasiswa guna memastikan perkembangan populasi rusa di habitat alaminya,” ujarnya.

Human Capital, Communications and Sustainability Director of United Tractors, Ari Sutrisno, mengatakan pelepasliaran tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial di bidang lingkungan melalui program UTrees.

Ia berharap rusa yang dilepasliarkan dapat berkembang biak sehingga mampu memperkuat keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi.

"Program ini adalah bentuk gerak bersama atau moving as one. Kami percaya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat akan menghasilkan dampak yang lebih besar bagi kelestarian lingkungan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA Jawa Barat, Wawan Sukawan, menegaskan bahwa pelepasliaran satwa menjadi langkah strategis dalam meningkatkan populasi satwa liar melalui proses restocking.

Ia menekankan bahwa keberhasilan konservasi tidak berhenti pada pelepasliaran, melainkan harus diikuti dengan perlindungan habitat dan pengawasan berkelanjutan.

"Alam merupakan rumah terbaik bagi satwa liar. Tugas kita bersama adalah memastikan habitat tersebut tetap lestari sehingga satwa yang dilepasliarkan dapat hidup, berkembang biak, dan kembali menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem," ujarnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
IPB University Akan...
IPB University Akan Buka Jalur RPL untuk Penerimaan Mahasiswa Baru S1 dan Pascasarjana
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Rekomendasi
Koalisi Advokat Serahkan...
Koalisi Advokat Serahkan Draft RUU Advokat kepada Pemerintah
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Febrie Adriansyah Bakal...
Febrie Adriansyah Bakal Ditahan usai Diperiksa Kejagung?
Berita Terkini
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seleksi Beasiswa Jalur Prestasi Basket
Daftar di Maganghub,...
Daftar di Maganghub, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Buka Lowongan Magang Nasional 2026
IPB Cetak Sejarah Jadi...
IPB Cetak Sejarah Jadi Kampus Pertama yang Lepasliarkan Rusa Timor Hasil Penangkaran
Tersedia Ratusan Formasi...
Tersedia Ratusan Formasi dan Uang Saku, BRIN Buka Program Magang untuk Fresh Graduate
Seleksi Mandiri Nilai...
Seleksi Mandiri Nilai UTBK Universitas Brawijaya 2026 Resmi Dibuka, Cek Infonya
Pendaftaran Calon Bintara...
Pendaftaran Calon Bintara PK Pria TNI AL 2026 Kembali Dibuka, Lulusan SMA-D3 Bisa Daftar
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved