Kisah Rofi, Anak Pedagang Ikan Keliling yang Lolos SNBP dan Kuliah di UGM
Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:12 WIB
loading...
Rofi Arif Robbani dan orang tuanya.Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Rofi Arif Robbani, siswa asal Cilacap, Jawa Tengah berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP ) dan kuliah di Universitas Gadjah Mada ( UGM ). Berbekal banyak prestasi, ia berhasil menembus UGM tanpa tes.
Rofi pun mengenang momen ia dinyatakan lulus SNBP 2026. Ia teringat sore hari di rumahnya di Adipala, Cilacap, Jawa Tengah ditemani ibundanya ia pun sangat cemas tidak akan lolos SNBP.
Baca juga: UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Ini yang Akan Dipelajari Mahasiswa
Namun kekhawatiran itu seketika berubah menjadi haru saat layar menampilkan tulisan bahwa dirinya diterima di Fakultas Psikologi UGM. “Yang pertama saya bilang waktu itu cuma, ‘Hah, keterima’,” kenang Rofi, dikutip dari laman UGM, Sabtu (18/7/2026).
Meski senang namun Rofi awalnya sempat khawatir nantinya tidak mampu membayar uang kuliah. Namun kebahagiaan keluarga kecil itu bertambah karena Rofi memperoleh UKT 0.
“Itu benar-benar sebuah berkah bagi kami. Saya jadi bisa kuliah dengan lebih tenang tanpa harus terlalu memikirkan biaya,” ucapnya.
Rofi memang lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Hasan Ismail, mencari nafkah sebagai pedagang ikan keliling di Cilacap. Ada hari ketika dagangannya habis terjual, ada pula hari ketika sebagian harus dibawa pulang. Namun, ia tidak pernah berhenti berdagang dari pagi.
Baca juga: Kisah Tiara, Anak Penjual Keripik yang Sukses Wujudkan Mimpi Kuliah Kedokteran di UGM
Baginya, bekerja adalah ikhtiar untuk memastikan anak-anaknya memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik. “Yang penting saya usaha. Berapa pun hasilnya, itu rezeki kami,” katanya.
Hasan tak menyangka putranya yang sejak kecil sudah bercita-cita kuliah di UGM itu berhasil mewujudkan mimpinya. Ia pun berharap Rofi bisa belajar dengan baik di UGM, terus melanjutkan prestasinya, dan mempunyai masa depan yang lebih baik.
Raihan prestasi Rofi juga tak lepas dari peran sang ibundanya, Suharti yang selalu menjadi tempat bercerita dan pemberi semangat bagi Rofi agar mampu bangkit setiap anaknya menghadapi tekanan saat belajar atau menghadapi kompetisi.
Karena itu, ketika mengetahui putranya memperoleh subsidi UKT 100%, rasa syukur yang ia rasakan bukan semata karena terbantu secara finansial, melainkan karena Rofi dapat melangkah lebih tenang mengejar cita-citanya.
“Saya sangat bersyukur, terima kasih UGM. UKT nol ini sangat membantu sehingga Rofi bisa lebih fokus belajar,” ujarnya.
Dukungan besar dari keluarganya inilah yang memacu Rofi meraih banyak prestasi. Siswa SMA Negeri 1 Maos, Cilacap ini mengisi hari-harinya dengan belajar, berorganisasi, melakukan penelitian, dan mengikuti berbagai kompetisi.
Baginya, setiap tanggung jawab harus diselesaikan dengan sebaik mungkin melalui skala prioritas yang jelas. Ketika harus menyelesaikan penelitian untuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di tengah persiapan ujian akhir sekolah, ia memilih menuntaskan penelitian tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap apa yang telah dimulai.
Kerja keras itu membuahkan hasil. Rofi berhasil mengoleksi delapan penghargaan mulai dari tingkat kabupaten, nasional, hingga internasional. Prestasi tersebut meliputi Juara Harapan 1 Tour Guide Competition Cilacap English Festival 2025, Juara 2 KRENOVA Masyarakat Kabupaten Cilacap, dan Juara Harapan 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Pelita Fair 2023 Universitas Tidar.
Rofi juga berhasil menyabet Juara 1 Festival ELINS FMIPA UGM 2024, Silver Medal Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2023, serta Bronze Medal International Science and Invention Fair (ISIF) 2023, Youth International Science Fair (YISF) 2024, dan International Youth Business Competition (IYBC) 2024.
Selain aktif mengikuti kompetisi, ia juga memimpin Duta Literasi Perpustakaan Griya Pasinaon dan menjadi anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di sekolahnya.
Di antara seluruh pencapaian tersebut, ada satu pengalaman yang paling membekas dalam ingatan Rofi. Jauh sebelum mengenakan jaket almamater UGM, ia lebih dulu menginjakkan kaki di kampus itu sebagai finalis Festival Elektronika dan Instrumentasi (ELINS) FMIPA UGM 2024.
Saat berdiri di lingkungan kampus, ia berulang kali berkata dalam hati bahwa suatu hari nanti harus kembali ke tempat itu, bukan lagi sebagai peserta lomba, melainkan sebagai mahasiswa. Tekad tersebut semakin kuat ketika timnya berhasil meraih Juara 1. “Waktu datang ke FMIPA UGM saya benar-benar bilang ke diri sendiri, pokoknya saya harus keterima UGM bagaimana pun caranya,” tuturnya.
Ketertarikannya pada Psikologi ini dari keinginan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental. Menurutnya, kesadaran mengenai kesehatan mental memang mulai tumbuh di kalangan generasi muda, tetapi masih diperlukan pemahaman yang lebih luas agar dapat diterima lintas generasi.
Karena itu, selepas lulus nanti ia bercita-cita melanjutkan pendidikan profesi psikolog atau studi magister agar dapat berkontribusi meningkatkan mental health awareness dan membantu mengurangi konflik yang sering muncul akibat perbedaan cara pandang dalam keluarga.
Rofi pun mengenang momen ia dinyatakan lulus SNBP 2026. Ia teringat sore hari di rumahnya di Adipala, Cilacap, Jawa Tengah ditemani ibundanya ia pun sangat cemas tidak akan lolos SNBP.
Baca juga: UGM Terapkan Kurikulum Baru Mulai 2026, Ini yang Akan Dipelajari Mahasiswa
Namun kekhawatiran itu seketika berubah menjadi haru saat layar menampilkan tulisan bahwa dirinya diterima di Fakultas Psikologi UGM. “Yang pertama saya bilang waktu itu cuma, ‘Hah, keterima’,” kenang Rofi, dikutip dari laman UGM, Sabtu (18/7/2026).
Meski senang namun Rofi awalnya sempat khawatir nantinya tidak mampu membayar uang kuliah. Namun kebahagiaan keluarga kecil itu bertambah karena Rofi memperoleh UKT 0.
“Itu benar-benar sebuah berkah bagi kami. Saya jadi bisa kuliah dengan lebih tenang tanpa harus terlalu memikirkan biaya,” ucapnya.
Rofi memang lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Hasan Ismail, mencari nafkah sebagai pedagang ikan keliling di Cilacap. Ada hari ketika dagangannya habis terjual, ada pula hari ketika sebagian harus dibawa pulang. Namun, ia tidak pernah berhenti berdagang dari pagi.
Baca juga: Kisah Tiara, Anak Penjual Keripik yang Sukses Wujudkan Mimpi Kuliah Kedokteran di UGM
Baginya, bekerja adalah ikhtiar untuk memastikan anak-anaknya memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik. “Yang penting saya usaha. Berapa pun hasilnya, itu rezeki kami,” katanya.
Hasan tak menyangka putranya yang sejak kecil sudah bercita-cita kuliah di UGM itu berhasil mewujudkan mimpinya. Ia pun berharap Rofi bisa belajar dengan baik di UGM, terus melanjutkan prestasinya, dan mempunyai masa depan yang lebih baik.
Raihan prestasi Rofi juga tak lepas dari peran sang ibundanya, Suharti yang selalu menjadi tempat bercerita dan pemberi semangat bagi Rofi agar mampu bangkit setiap anaknya menghadapi tekanan saat belajar atau menghadapi kompetisi.
Karena itu, ketika mengetahui putranya memperoleh subsidi UKT 100%, rasa syukur yang ia rasakan bukan semata karena terbantu secara finansial, melainkan karena Rofi dapat melangkah lebih tenang mengejar cita-citanya.
“Saya sangat bersyukur, terima kasih UGM. UKT nol ini sangat membantu sehingga Rofi bisa lebih fokus belajar,” ujarnya.
Dukungan besar dari keluarganya inilah yang memacu Rofi meraih banyak prestasi. Siswa SMA Negeri 1 Maos, Cilacap ini mengisi hari-harinya dengan belajar, berorganisasi, melakukan penelitian, dan mengikuti berbagai kompetisi.
Baginya, setiap tanggung jawab harus diselesaikan dengan sebaik mungkin melalui skala prioritas yang jelas. Ketika harus menyelesaikan penelitian untuk Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di tengah persiapan ujian akhir sekolah, ia memilih menuntaskan penelitian tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap apa yang telah dimulai.
Kerja keras itu membuahkan hasil. Rofi berhasil mengoleksi delapan penghargaan mulai dari tingkat kabupaten, nasional, hingga internasional. Prestasi tersebut meliputi Juara Harapan 1 Tour Guide Competition Cilacap English Festival 2025, Juara 2 KRENOVA Masyarakat Kabupaten Cilacap, dan Juara Harapan 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Pelita Fair 2023 Universitas Tidar.
Rofi juga berhasil menyabet Juara 1 Festival ELINS FMIPA UGM 2024, Silver Medal Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2023, serta Bronze Medal International Science and Invention Fair (ISIF) 2023, Youth International Science Fair (YISF) 2024, dan International Youth Business Competition (IYBC) 2024.
Selain aktif mengikuti kompetisi, ia juga memimpin Duta Literasi Perpustakaan Griya Pasinaon dan menjadi anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di sekolahnya.
Di antara seluruh pencapaian tersebut, ada satu pengalaman yang paling membekas dalam ingatan Rofi. Jauh sebelum mengenakan jaket almamater UGM, ia lebih dulu menginjakkan kaki di kampus itu sebagai finalis Festival Elektronika dan Instrumentasi (ELINS) FMIPA UGM 2024.
Saat berdiri di lingkungan kampus, ia berulang kali berkata dalam hati bahwa suatu hari nanti harus kembali ke tempat itu, bukan lagi sebagai peserta lomba, melainkan sebagai mahasiswa. Tekad tersebut semakin kuat ketika timnya berhasil meraih Juara 1. “Waktu datang ke FMIPA UGM saya benar-benar bilang ke diri sendiri, pokoknya saya harus keterima UGM bagaimana pun caranya,” tuturnya.
Ketertarikannya pada Psikologi ini dari keinginan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental. Menurutnya, kesadaran mengenai kesehatan mental memang mulai tumbuh di kalangan generasi muda, tetapi masih diperlukan pemahaman yang lebih luas agar dapat diterima lintas generasi.
Karena itu, selepas lulus nanti ia bercita-cita melanjutkan pendidikan profesi psikolog atau studi magister agar dapat berkontribusi meningkatkan mental health awareness dan membantu mengurangi konflik yang sering muncul akibat perbedaan cara pandang dalam keluarga.
(nnz)
Lihat Juga :