APDOVI Perkuat Kapasitas Dosen Vokasi untuk Cetak Lulusan Berkualitas
Senin, 20 Juli 2026 - 18:22 WIB
loading...
Akademisi Profesi Dosen Vokasi (APDOVI) menggelar Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 . Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Akademisi Profesi Dosen Vokasi (APDOVI) berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai wadah kolaborasi dosen vokasi di Indonesia.
Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) APDOVI ke-3 secara hibrida, Sabtu (18/7/2026) yang bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor.
Mengangkat tema "Revitalisasi Kapasitas Dosen Vokasi Berbasis Industri: Strategi Mewujudkan Alumni Siap Kerja dan Berdaya Saing Global", kegiatan ini menjadi forum nasional untuk memperkuat peran dosen vokasi dalam menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis.
Baca juga: Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life-Enjoy Now, Struggle for Life
Ketua Umum APDOVI Dr. Arman Faslih mengatakan, peningkatan kapasitas dosen menjadi faktor strategis dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan sesuai dengan kebutuhan industri.
"Saat ini APDOVI telah menghimpun lebih dari 2.600 anggota yang tersebar di enam wilayah Indonesia dan terus mendorong sinergi antarperguruan tinggi Vokasi," katanya, melalui siaran pers, Senin (20/7/2026).
Pada sesi keynote speech, Dr. Beny Bandanadjaja, selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu merespons perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang berkembang sangat cepat.
Menurutnya, kurikulum perlu menjadi living document yang terus diperbarui melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (co-creation), diperkuat dengan penelitian terapan, sertifikasi kompetensi, serta pengalaman magang sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan berdaya saing global.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas APDOVI Prof. Sigit Pranowo Hadiwardoyo menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan Vokasi harus dimulai dari penguatan kapasitas dosen. Ia menekankan pentingnya dosen Vokasi terus meningkatkan kompetensi akademik, kompetensi profesional, pengalaman industri, serta membangun jejaring kolaborasi yang kuat agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing nasional maupun global.
Rektor IBI Kesatuan, Prof. Dr. Bambang Pamungkas menyampaikan bahwa pendidikan Vokasi membutuhkan kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan organisasi profesi.
Menurutnya, APDOVI memiliki peran penting sebagai ruang kolaborasi bagi dosen Vokasi untuk meningkatkan profesionalisme, memperluas jejaring, serta menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Usai seminar nasional, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional (Munas) APDOVI ke-3 yang membahas evaluasi Dewan Pengawas, laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2023–2026, serta penetapan kepengurusan APDOVI periode 2026–2029.
Berdasarkan keputusan sidang yang disepakati oleh seluruh peserta, Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo ditetapkan kembali sebagai Ketua Dewan Pengawas APDOVI, sedangkan Dr. Arman Faslih kembali dipercaya sebagai Ketua Umum APDOVI untuk masa bakti 2026–2029.
Munas juga menetapkan kepengurusan wilayah APDOVI periode 2026–2029, yaitu Dr. Rahmat Widia Sembiring, sebagai Ketua Wilayah I (Sumatera), Dr. Rahmat Yuliawan, sebagai Ketua Wilayah II (Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten), Dodik Prakoso Eko Hery Suwandojo sebagai Ketua Wilayah III (DI Yogyakarta dan Jawa Tengah), Dr. Indra Perdana Wibisono sebagai Ketua Wilayah IV (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara), Rudy Haryanto sebagai Ketua Wilayah V (Kalimantan), serta Dr. Halim sebagai Ketua Wilayah VI (Sulawesi, Maluku, dan Papua).
Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) APDOVI ke-3 secara hibrida, Sabtu (18/7/2026) yang bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor.
Mengangkat tema "Revitalisasi Kapasitas Dosen Vokasi Berbasis Industri: Strategi Mewujudkan Alumni Siap Kerja dan Berdaya Saing Global", kegiatan ini menjadi forum nasional untuk memperkuat peran dosen vokasi dalam menjawab kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan teknologi yang semakin dinamis.
Baca juga: Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life-Enjoy Now, Struggle for Life
Ketua Umum APDOVI Dr. Arman Faslih mengatakan, peningkatan kapasitas dosen menjadi faktor strategis dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan sesuai dengan kebutuhan industri.
"Saat ini APDOVI telah menghimpun lebih dari 2.600 anggota yang tersebar di enam wilayah Indonesia dan terus mendorong sinergi antarperguruan tinggi Vokasi," katanya, melalui siaran pers, Senin (20/7/2026).
Pada sesi keynote speech, Dr. Beny Bandanadjaja, selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu merespons perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang berkembang sangat cepat.
Menurutnya, kurikulum perlu menjadi living document yang terus diperbarui melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (co-creation), diperkuat dengan penelitian terapan, sertifikasi kompetensi, serta pengalaman magang sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan berdaya saing global.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas APDOVI Prof. Sigit Pranowo Hadiwardoyo menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan Vokasi harus dimulai dari penguatan kapasitas dosen. Ia menekankan pentingnya dosen Vokasi terus meningkatkan kompetensi akademik, kompetensi profesional, pengalaman industri, serta membangun jejaring kolaborasi yang kuat agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing nasional maupun global.
Rektor IBI Kesatuan, Prof. Dr. Bambang Pamungkas menyampaikan bahwa pendidikan Vokasi membutuhkan kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan organisasi profesi.
Menurutnya, APDOVI memiliki peran penting sebagai ruang kolaborasi bagi dosen Vokasi untuk meningkatkan profesionalisme, memperluas jejaring, serta menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Usai seminar nasional, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional (Munas) APDOVI ke-3 yang membahas evaluasi Dewan Pengawas, laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2023–2026, serta penetapan kepengurusan APDOVI periode 2026–2029.
Berdasarkan keputusan sidang yang disepakati oleh seluruh peserta, Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo ditetapkan kembali sebagai Ketua Dewan Pengawas APDOVI, sedangkan Dr. Arman Faslih kembali dipercaya sebagai Ketua Umum APDOVI untuk masa bakti 2026–2029.
Munas juga menetapkan kepengurusan wilayah APDOVI periode 2026–2029, yaitu Dr. Rahmat Widia Sembiring, sebagai Ketua Wilayah I (Sumatera), Dr. Rahmat Yuliawan, sebagai Ketua Wilayah II (Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten), Dodik Prakoso Eko Hery Suwandojo sebagai Ketua Wilayah III (DI Yogyakarta dan Jawa Tengah), Dr. Indra Perdana Wibisono sebagai Ketua Wilayah IV (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara), Rudy Haryanto sebagai Ketua Wilayah V (Kalimantan), serta Dr. Halim sebagai Ketua Wilayah VI (Sulawesi, Maluku, dan Papua).
(nnz)
Lihat Juga :