Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:53 WIB
loading...
Hari Anak Nasional 2026,...
PUSPADAYA menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak bagi para Kepala Sekolah Dasar (SD) se-DKI Jakarta di Auditorium Rajawali MNC University, Jakarta Barat, Kamis (23/7/2026). Foto: Niko Prayoga
A A A
JAKARTA - Memperingati Hari Anak Nasional 2026 , Pusat Layanan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Pemberdayaan (PUSPADAYA) menggelar sosialisasi Sekolah Ramah Anak bagi para Kepala Sekolah Dasar (SD) se-DKI Jakarta di Auditorium Rajawali MNC University, Jakarta Barat, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak di Jakarta sekaligus memperkuat kapasitas tenaga pendidik sebagai garda terdepan dalam pencegahan aksi perundungan (bullying), penguatan mental anak, serta penanganan kasus kekerasan di lingkungan sekolah.

Acara tersebut juga dihadiri secara langsung oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko danDirektur PMB, Branding, dan Pemasaran di MNC University, Muhammad Rezki Oktavianoor. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan dari pihak pemerintah dan instansi pendidikan kepada Puspadaya dalam upayanya mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

Baca Juga : Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak

Plh Ketua Umum Puspadaya, Amykamila, mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan wujud komitmen Puspadaya untuk menjadi mitra sekolah, guru, dan pemerintah dalam memberikan pelayanan serta perlindungan khusus bagi anak-anak. Pendampingan tersebut mencakup aspek psikologis, penguatan mental, hingga pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

“Puspadaya ingin hadir di tengah-tengah masyarakat. Hari ini kita bersama guru-guru SD menyelaraskan layanan Puspadaya untuk melindungi anak. Kami ingin menjadi mitra strategis guru agar mereka tidak bingung saat menghadapi ancaman atau hal yang tidak menyenangkan. Salah satu fokus utama kami adalah memberikan layanan psikologis bagi korban bullying,” kata Amy saat diwawancarai, Kamis (23/7/2026).

Ia menuturkan, bullying menjadi fokus utama karena maraknya kasus yang terjadi. Menurutnya, Sekolah Ramah Anak harus mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa tanpa rasa takut. Terlebih, berdasarkan riset Puspadaya, terdapat 30 ribu kasus bullying yang dilaporkan secara daring dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Baca Juga : Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar

"Kami ingin mewujudkannya bersama dengan menjadi mitra sekolah. Apapun yang terjadi, sekolah harus tetap menjadi tempat yang ramah bagi anak. Jangan sampai karena satu kasus, suasana belajar menjadi tidak nyaman bagi anak-anak lain. Kami menempatkan guru sebagai saksi dan tonggak utama untuk melindungi para korban,” ucap dia.

Komitmen Puspadaya dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak tidak hanya terbatas pada penguatan kapasitas tenaga pendidik dan pendampingan psikologis, tetapi juga mencakup bantuan hukum jika diperlukan.

“Puspadaya memiliki dua layanan utama, yaitu psikologis dan hukum. Jika penanganan psikologis sudah cukup, proses berhenti di situ. Namun, jika korban merasa ada hal yang dirugikan dan ingin berkonsultasi secara hukum, kami akan mendampingi sampai tuntas,” tegas Amy.

Ke depan, Puspadaya juga berencana memperluas penguatan kapasitas tenaga pendidik melalui berbagai program, salah satunya pelatihan active listener (pendengar aktif). Active listener merupakan kemampuan mendengarkan anak secara empatik sebuah kompetensi yang tidak dimiliki semua orang.

“Program Puspadaya cukup beragam. Bagi mahasiswa, kami memiliki pelatihan Active Listener untuk mencetak lebih banyak orang yang ahli mendengarkan. Ternyata mendengarkan dengan empati itu butuh keahlian khusus dan tidak semua orang bisa, apalagi di tengah tingginya distraksi teknologi saat ini,” tutur Amy.

Selain itu, pendekatan pola pengasuhan (parenting) juga dinilai penting dalam menghadapi beragam karakter anak, sehingga pendidikan karakter dapat diterapkan secara optimal.

"Kami juga bekerja sama dengan ibu-ibu PKK terkait parenting untuk menciptakan suasana aman. Lingkungan aman tidak hanya dibangun di sekolah, tetapi juga di rumah, karena keduanya saling berdampak besar bagi tumbuh kembang anak,” pungkas dia.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Pemda Siapkan Kebijakan bagi Sekolah dengan Jumlah Murid Terbatas
Pentas Disney’s Finding...
Pentas Disney’s Finding Nemo Jr oleh Siswa HIS Donasikan Hasil Tiket untuk Pendidikan Papua
Azril Bocah Cemong yang...
Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
Mendikdasmen Terbitkan...
Mendikdasmen Terbitkan Aturan Manajemen Talenta Murid, Identifikasi Bakat dan Minat Sejak Dini
Inspiratif! Ayah, Ibu,...
Inspiratif! Ayah, Ibu, dan Anak Wisuda Bareng di Universitas Brawijaya
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Rekomendasi
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Berita Terkini
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Ilmu Komunikasi UNPAM...
Ilmu Komunikasi UNPAM Gelar Webinar Strategi Portofolio dan LinkedIn bagi Mahasiswa
Diterima di FMIPA ITB,...
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved