Ornamen Header
Juarai Asia Pasifik, ITB Melaju ke Final Huawei ICT Competition Tingkat Dunia
Juarai Asia Pasifik, ITB Melaju ke Final Huawei ICT Competition Tingkat Dunia
ITB meraih dua gelar untuk kategori Network dan Cloud dalam ajang Huawei ICT Competition 2019-2020 tingkat Asia Pasifik. Foto/Dok/Humas ITB
JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih dua gelar untuk kategori Network dan Cloud dalam ajang Huawei ICT Competition 2019-2020 tingkat Asia Pasifik. Sebagai wakil Indonesia pada kompetisi tersebut, ITB berhasil mengungguli Universiti Malaya dan Nanyang Polytechnics (NYP).

Melalui kemenangannya di kompetisi tahunan yang kali ini mengangkat tema “Connection, Glory, Future”, ITB bersama perguruan tinggi yang menempati peringkat dua dan tiga akan mewakili kawasan Asia Pasifik untuk berlaga di babak final Huawei ICT Competition tingkat dunia yang akan berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, November mendatang. (Baca juga: Mahasiswa FTUI Raih Juara Tiga Dunia di Kompetisi Metal Cup 2020)

Prestasi mahasiswa ITB di bidang teknologi Cloud dan Network yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional ini, mendapat sambutan positif dari Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah.

“Keberhasilan ini kami harap makin memacu semangat seluruh sivitas akademika, terutama para mahasiswa, untuk tidak kenal menyerah dalam mempelajari dan menguasai teknologi-teknologi terkini yang menjadi fondasi penting lahirnya beragam solusi TIK yang inovatif. ITB sangat mengapresiasi komitmen Huawei dalam membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan tinggi melalui program ini. Kolaborasi ini sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan Indonesia dalam menjawab tingginya kebutuhan industri akan SDM bidang TIK berkompetensi tinggi di era digital ini,” sambut Prof. Reini Wirahadikusumah seperti dikutip dari laman resmi ITB, Rabu (28/10/2020).



Afif Tri Farhan, salah satu anggota Tim Network ITB menyambut dengan penuh makna kemenangannya bersama tim di kompetisi bergengsi ini. “Bagi kami, kompetisi ini tidak sekadar bermakna menang atau kalah, namun yang paling utama adalah bagaimana membangun semangat pantang menyerah terutama di tengah situasi sulit yang tidak akan berhenti jika kita semua tidak berniat atau berupaya untuk menghentikannya,”terang Afif. (Baca juga: Tim ITS Sukses Tempati Juara Umum III Satria Data 2020)

Huawei ICT Academy yang menjadi payung dari kompetisi Huawei ICT Competition ini merupakan program kolaborasi industri dan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan sertifikasi teknologi industri TIK guna menjawab isu kesenjangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi lokal dalam mendidik dan mengembangkan masing-masing mahasiswanya untuk menjadi SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri di era dunia yang cerdas, serba digital dan terkoneksi.

Tahun ini, Huawei ICT Competition wilayah Asia Pasifik diikuti oleh 4.051 partisipan dari 65 perguruan tinggi yang tergabung dalam payung program ICT Academy di enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, India dan Thailand. Kompetisi ini mempertandingkan dua bidang teknologi, yaitu Network dan Cloud.



“Telah menjadi komitmen kami untuk terus berupaya serius mengembangkan ekosistem SDM berkualitas di bidang TIK. Bersama-sama dengan para mitra, pelanggan dan masyarakat terkait, kami bersinergi melahirkan SDM di bidang TIK dengan kemampuan serta kompetensi tinggi yang siap diandalkan kontribusinya di masa sekarang dan masa depan,” ujar Tony Cao, President of Huawei Asia Pacific Enterprise Business Group. (Baca juga: 86 Mahasiswa UMM Ikuti Program Transfer Kredit di Asia University-Taiwan)

“Kami berharap prestasi membanggakan yang diraih ITB di tingkat Asia Pasifik tidak hanya akan berlanjut di final Huawei ICT Competition tingkat dunia, namun lebih dari itu, mampu mendorong menguatnya sinergi industri dan dunia pendidikan tinggi dalam mengembangkan SDM TIK berkompetensi global. Mereka adalah potensi masa depan yang harus didukung pengembangannya sehingga mampu menjawab kebutuhan industri di era digital yang serba terhubung dan cerdas, serta berkontribusi dalam mewujudkan visi bangsa menjadi negara maju sekaligus kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Selamat untuk ITB!” ujar Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia.

Huawei sendiri bertekad untuk mengembangkan sedikitnya 200.000 profesional di bidang TIK di kawasan Asia Pasifik pada 5 tahuan mendatang melalui Huawei ICT Academy dan beragam program lainnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!