Ornamen Header
Masih Belum Efektif, DPR Minta PJJ Jangan Terlalu Bebani Siswa
Masih Belum Efektif, DPR Minta PJJ Jangan Terlalu Bebani Siswa
Sejumlah siswa mengikuti proses belajar-mengajar dengan daring atau pembelajaran jarak jauh. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Sudah 8 bulan lebih pandemi Covid-19 melanda dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan di sekolah-sekolah dan juga kampus, dan belum diketahui sampai kapan.

Namun, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi melihat bahwa PJJ yang masih dilakukan secara daring masih belum efektif.

“Apakah pendidikan daring efektif atau tidak, jawabannya harus jujur, memang tidak efektif. Karena ketika melakukan sesuatu yang sifatnya darurat tentu ada ketidakefektifan,” kata Dede kepada wartawan, Jumat (30/10/2020). (Baca juga: 2 Siswa Bunuh Diri, KPAI Desak Kemendikbud dan Kemenag Evaluasi PJJ)

Karena itu, politikus Partai Demokrat ini mendesak penguatan jaringan internet di beberapa daerah dan wilayah dengan segera di tengah pandemi ini. “Dukungan pulsa dan kuota juga jadi keniscayaan untuk diberikan,” imbuh Dede.



Selain itu, sambung Dede, sistem pembelajaran melalui media televisi dan radio juga sudah saatnya dibangun, di samping membuat aplikasi-aplikasi yang mudah untuk digunakan oleh para murid. (Baca juga: PJJ Telan Korban Lagi, KPAI: Remaja yang Depresi Berisiko Tinggi Bunuh Diri)

“Yang berikutnya adalah bagaimana pembelajaran tidak terlalu membebani. Banyak masukan bahwa ada murid yang stress karena pembelajaran daring,” ungkapnya.

Yang terakhir, Dede menambahkan, tentu dengan memberikan dukungan alat pembelajaran jarak jauh yakni, ponsel pintar atau tablet bagi murid yang tidak memilikinya.



“Ya, memberikan gawai atau handphone atau tablet kepada murid-murid terutama yang tidak memiliki gawai. Semua tentu memerlukan proses dan akan kita kawal terus,” pungkas Dede.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!