Ornamen Header
Alumninya Paling Banyak Diterima CPNS, Ini Bocoran dari Rektor UT
Alumninya Paling Banyak Diterima CPNS, Ini Bocoran dari Rektor UT
Universitas Terbuka (UT). Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Rektor Universitas Terbuka (UT) memberi respons atas alumninya termasuk yang paling banyak diterima CPNS 2019 . Bagi UT raihan ini memberi tiga makna bagi perguruan tinggi negeri (PTN) yang fokus pada pendidikan jarak jauh ini.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) baru saja merilis data jumlah peserta yang lolos tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Dari jumlah 138.791 peserta yang lulus, sekitar 9.436 di antaranya merupakan alumni UT. (Baca juga: Ini 10 Universitas yang Alumninya Paling Banyak Lulus CPNS 2019 )

Rektor UT Ojat Darodjat mengatakan, tiga makna itu pertama adalah hal ini mencerminkan kualitas kurikulum UT yang semakin baik. Bahan ajar yang dikembangkan, layanan bantuan belajar yang diselenggarakan serta kegiatan evaluasi hasil belajar yang dirancang telah memungkinkan setiap lulusan UT memperoleh pengalaman kuliah yang optimal sesuai dengan profil kualitas lulusan yang diharapkan.

"Bahan ajar, kualitas proses pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar di UT dikawal secara jelas dan tegas serta dikendalikan melalui sistem penjaminan kualitas internal yang sangat ketat sehingga mutu lulusan UT sangat terjamin,” katanya melalui keterangan tertulis kepada SINDOnews, Rabu (4/11).



Ojat menerangkan, lulusannya yang diterima sebagai abdi negara ini adalah orang-orang terpilih yang telah sukses menghadapi berbagai kendala dan rintangan dalam belajar jarak jauh. Menurutnya, keberhasilan setiap mahasiswa UT sangat tergantung pada upaya dan kerja keras mereka sendiri dengan dukungan penuh UT. (Baca juga: Ini 9 Universitas Terbaik Indonesia versi THE World University Rankings 2021 )

Ojat menuturkan, untuk mendukung kesuksesan belajar mahasiswa, UT juga telah melakukan beragam terobosan dengan menyediakan beragam kegiatan ekstra kurikuler seperti pelatihan dan workshop keterampilan belajar jarak jauh. Edukasi mahasiswa juga dilakukan untuk meningkatkan literasi dalam bidang komputer dan internet sebagai kebutuhan utama hidup di era revolusi industri 4.0.

Makna kedua bagi UT, banyaknya lulusan UT yang diterima sebagai CPNS juga mencerminkan mutu pendidikan di UT yang terstandar dan dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh pelosok Nusantara.



"Dalam bahasa yang sederhana, nilai akhir mata kuliah yang diperoleh oleh mahasiswa di Pulau Jawa akan sama kualitas dan maknanya dengan nilai akhir mata kuliah yang diperoleh oleh mahasiswa UT yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta kepulauan terpencil lainnya,” imbuhnya. (Baca juga: Anggaran Kemendikbud untuk Perguruan Tinggi akan Naik 70% Tahun Depan )

Dalam konteks inilah, UT hadir sebagai instrumen strategis Pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas di seluruh tanah air. Lowongan CPNS yang ada di daerah merupakan ajang bagi para alumni lulusan UT untuk berkompetisi dengan lulusan dari perguruan tinggi lainnya.

Makna ketiga, ini juga mencerminkan kapasitas UT yang mampu menerima jumlah mahasiswa yang besar (daya tampung) tanpa mengorbankan kualitas. Dengan bantuan teknologi dan model penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan UT saat ini telah memungkinkan UT membantu Pemerintah dan masyarakat menyediakan lulusan yang berkualitas yang siap bersaing pada level nasional dan global.

Namun demikian Ojat menegaskan, keberhasilan ini semua bukan semata-mata karena hasil kerja UT sendiri tetapi karena adanya sinergi dan dukungan semua pihak terutama mitra kerja UT baik dipusat maupun di daerah. "Operasional UT di seluruh pelosok tanah air dan bahkan di luar negeri didukung penuh oleh mitra UT yang telah terjalin selama 36 tahun sejarah perjalanan UT,” pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!