Ujian SIMAK UI Program Pascasarjana Gelombang 1 Diikuti 5.856 Peserta
Rabu, 24 Maret 2021 - 20:58 WIB
loading...
UI telah melaksanakan ujian SIMAK UI secara daring untuk Program Pascasarjana Gelombang Pertama tahun 2021. Foto/Dok/Humas UI
A
A
A
JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) telah melaksanakan ujian Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) secara daring untuk Program Pascasarjana (Magister, Profesi, Spesialis, Doktor) Gelombang Pertama tahun 2021.
Ujian dilaksanakan hari ini, Rabu (24/3) pada pukul 8.00-12.00 WIB bagi seluruh peserta di Indonesia. Sebanyak 5.856 peserta mengikuti ujian SIMAK UI Program Pascasarjana untuk Gelombang I tahun 2021.
Baca juga: UI Jadi Incaran, Ini Prodi yang Paling Banyak Diminati Peserta SNMPTN 2021
Program studi pascasarjana yang dibuka pada SIMAK UI tahun ini adalah 73 prodi magister (S2), 3 prodi profesi, 36 prodi spesialis 1 (SP 1), 6 prodi spesialis 2 (SP 2), dan 37 prodi doktor. Daftar prodi yang dibuka pada SIMAK UI dapat dilihat selengkapnya di laman https://penerimaan.ui.ac.id/period/program/2702.
Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UI Dr. Gunawan menyampaikan, ujian SIMAK hari ini berjalan lancar. Ia menambahkan, ujian tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor pandemi Covid-19.
Ujian dilaksanakan hari ini, Rabu (24/3) pada pukul 8.00-12.00 WIB bagi seluruh peserta di Indonesia. Sebanyak 5.856 peserta mengikuti ujian SIMAK UI Program Pascasarjana untuk Gelombang I tahun 2021.
Baca juga: UI Jadi Incaran, Ini Prodi yang Paling Banyak Diminati Peserta SNMPTN 2021
Program studi pascasarjana yang dibuka pada SIMAK UI tahun ini adalah 73 prodi magister (S2), 3 prodi profesi, 36 prodi spesialis 1 (SP 1), 6 prodi spesialis 2 (SP 2), dan 37 prodi doktor. Daftar prodi yang dibuka pada SIMAK UI dapat dilihat selengkapnya di laman https://penerimaan.ui.ac.id/period/program/2702.
Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UI Dr. Gunawan menyampaikan, ujian SIMAK hari ini berjalan lancar. Ia menambahkan, ujian tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor pandemi Covid-19.
Lihat Juga :