Ornamen Header
UTBK Hari Pertama Sukses dan Terkendali, LTMPT: Tak Boleh Ada Kecolongan
UTBK Hari Pertama Sukses dan Terkendali, LTMPT: Tak Boleh Ada Kecolongan
Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN ) di hari pertama di Universitas Airlangga masih terkendali. Tes masuk di tengah pandemi COVID-19 ini lebih tertata daripada tahun sebelumnya.

Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih menuturkan, semuanya pelaksanaan tes berjalanan lancar dan terkendali. Saat ini merupakan tahun kedua pelaksanaan UTBK di tengah pandemi.

Baca juga: Dengan Protokol Ketat, 1.708 Peserta Jalani UTBK SBMPTN di UI

Sebelum pelaksanaan dimulai, ada beberapa peserta dilakukan sampling tes antigen. Dari hasil sampling tes antigen itu hasilnya negatif. “Ada juga peserta yang sudah membawa hasil tes antigen dari daerah masing-masing,” kata Nasih, Senin (12/4/2021).

Ia melanjutkan, pelaksanaan UTBK dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Semua peserta harus patuh pada standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan UTBK yang sudah ditetapkan. Bahkan, para peserta harus mengikuti arahan sejak turun dari kendaraan di Kampus C Unair, menunggu di ruang tunggu beberapa kali, sampai akhirnya baru masuk ruang tes sesuai dengan nomor yang ada di masing-masing.



Selain itu, katanya, pihaknya juga menyediakan tiga lokasi tes dengan kapasitas harian maksimal 1.000 orang per hari. Sebelum mengikuti tes hari ini dan hari berikutnya di sesi mana pun, peserta diminta mengisi data surveilans.

Baca juga: Peserta UTBK di ITB Capai 23.705 Orang, Ini Aturan yang Wajib Ditaati

Rektor Unair ini menambahkan, data utama itu peserta diminta menuliskan riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir, pernah bertemu dengan siapa saja, dan riwayat kesehatan, serta kondisi kesehatannya saat ini.

Aturan ini, katanya, juga berlaku di semua tempat tes UTBK di seluruh Indonesia. LTMPT sangat memperhatikan betul aturan serta langkah antisipasi yang bisa memutus penularan COVID-19.

“Kami juga menjaga kenyamanan peserta untuk bisa melakukan tesnya dengan nyaman,” sambungnya.



Baca juga: Eliminasi 27 PT, Mahasiswa UIN Bandung Jawara Kompetisi Debat Hukum Nasional

Soal sistem dan teknis pelaksanaan, laporan yang sudah masuk sampai hari ini secara nasional masih bisa dikendalikan. Ada beberapa masalah, namun persoalan itu bisa segera dikendalikan.

“Ada tadi info di Universitas Nusa Cendana di Kupang, NTT. Di sana ada enam server yang belum aktif. Karena kondisinya memang belum siap,” ujar Nasih.

Mengenai kesiapan di NTT memang agak terganggu karena sebelumnya dilanda bencana banjir bandang yang mengakibatkan cukup banyak korban. Tidak hanya korban berupak kerusakan rumah, tapi juga korban jiwa.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!