Ornamen Header
Beasiswa PMDSU, Buka Harapan Menjadi Ilmuwan Muda
Selama mengikuti program PMDSU, Hendra telah berhasil menerbitkan 6 jurnal internasional. Menariknya, ia menjadi satu-satunya mahasiswa UGM yang mengikuti seleksi proposal penelitian ke Jerman selama satu tahun. Hal tersebut membuatnya semakin menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak sedangkal yang dipikirkan sebelumnya.

Menurutnya, selain pengalaman yang menarik, tantangan pun juga dilaluinya. Salah satunya atmosfer yang baru yaitu, budaya dengan daerah asalnya dengan budaya di Yogyakarta sangat berbeda terutama dalam berkomunikasi.

Selain itu juga karena Yogyakarta merupakan kota pelajar dimana lingkungan pertemanan di sana sangat luas. Hal tersebut memberikan kesan tersendiri selama kuliah di sana.

“Tetap semangat walaupun pada saat-saat kuliah itu banyak tantangan dan rintangannya, tetapi itu sangat menarik untuk dijadikan sebuah pengalaman yang menyenangkan setelah kita lulus dari PMDSU,” pesan Hendra.

Gelar doktor diraih Hendra dengan predikat summa cum laude dengan IPK 3,98. Setelah menyelesaikan program PMDSU, ia direkrut menjadi asisten dosen di UGM dan diminta membantu menyelesaikan proyek penelitian salah satu profesornya. Selanjutnya, ia menjadi dosen di Universitas Kristen Duta Wacana selama 2 tahun.

Saat ini Hendra bergabung dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada bagian Pusat Penelitian Biologi khususnya di bidang ilmu hewan. Ia tergabung dalam dua kelompok penelitian terutama untuk karakterisasi satwa sawah terancam punah.

Dari pengalaman sebagai karyasiswa penerima beasiswa PMDSU yang sudah Hendra lalui dalam program tersebut, mahasiswa dituntut lebih aktif, inovatif, kreatif, dan responsif. Bekal tersebut menurutnya sangat bermanfaat untuk diterapkan di dunia kerja.
(mpw)
halaman ke-2
TULIS KOMENTAR ANDA!