Keren! Tim Taekwondo UMM Borong Medali di Kompetisi Internasional
Selasa, 20 April 2021 - 15:23 WIB
loading...
Tim Taekwondo UMM berhasil memborong sejumlah medali di berbagai kategori dalam Kejuaran Online Indonesia International Biho President Cup 2021. Foto/Humas UMM
A
A
A
JAKARTA - Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali harum. Kali ini giliran tim Taekwondo yang berhasil memborong juara di Kejuaran Online Indonesia International Biho President Cup 2021. Delegasi UMM berhasil menyabet satu medali emas, satu perak, dan lima medali perunggu di berbagai kategori dalam lomba yang dilaksanakan oleh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumatera Utara. Adapun kompetisi yang dilaksanakan secara daring pada 7,10 dan 11 April 2021 tersebut diikuti sebanyak 1.568 atlet yang berasal dari 13 negara.
Sintia Rahmah, salah satu atlet UMM yang meraih emas menuturkan bahwa pandemi yang datang awal tahun lalu membuat latihan dan kompetisi yang tersedia berubah. Dulu, kebanyakan lomba taekwondo dilaksanakan secara luring. Namun, belakangan harus beralih format menjadi daring.
Baca juga: Ingin Daftar Sekolah Kedinasan, 8 Instansi Ini Masih Buka hingga 30 April
Hal itu juga membuat Sintia yang biasa mengikuti lomba berbasis pertarungan harus membiasakan diri berlatih di aspek seni. Ia mengaku tidak mudah untuk mengubah gaya taekwondonya. “Saya biasa melakukan kyourugi atau pertarungan. Saat diminta mengikuti lomba berbasis poomsae atau kesenian, saya mau tidak mau harus menyesuaikan diri agar mampu tampil maksimal,” jelasnya.
Ditanya ihwal kesulitan yang dihadapi, ia mengatakan bahwa mencari jadwal latihan di sela-sela kuliah daring cukup menyulitkannya. Apalagi ada beberapa anggota tim yang tidak berada di Malang saat itu. “Ada satu anggota yang tidak bisa berlatih di Malang. Jadi mau tidak mau, ia datang saat pengambilan video saja agar bisa turut ikut dalam lomba,” terang anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Sintia Rahmah, salah satu atlet UMM yang meraih emas menuturkan bahwa pandemi yang datang awal tahun lalu membuat latihan dan kompetisi yang tersedia berubah. Dulu, kebanyakan lomba taekwondo dilaksanakan secara luring. Namun, belakangan harus beralih format menjadi daring.
Baca juga: Ingin Daftar Sekolah Kedinasan, 8 Instansi Ini Masih Buka hingga 30 April
Hal itu juga membuat Sintia yang biasa mengikuti lomba berbasis pertarungan harus membiasakan diri berlatih di aspek seni. Ia mengaku tidak mudah untuk mengubah gaya taekwondonya. “Saya biasa melakukan kyourugi atau pertarungan. Saat diminta mengikuti lomba berbasis poomsae atau kesenian, saya mau tidak mau harus menyesuaikan diri agar mampu tampil maksimal,” jelasnya.
Ditanya ihwal kesulitan yang dihadapi, ia mengatakan bahwa mencari jadwal latihan di sela-sela kuliah daring cukup menyulitkannya. Apalagi ada beberapa anggota tim yang tidak berada di Malang saat itu. “Ada satu anggota yang tidak bisa berlatih di Malang. Jadi mau tidak mau, ia datang saat pengambilan video saja agar bisa turut ikut dalam lomba,” terang anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Lihat Juga :