Nadiem Susun Permendikbud Antikekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan
Selasa, 27 April 2021 - 23:23 WIB
loading...
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam diskusi Yang Muda, Yang Berjuang untuk Setara Bersama Mas Menteri. Foto/tangkapan layar Youtube
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini tengah menyusun permendikbud terkait isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, saat ini memang sudah ada proses pelaporan untuk kasus kekerasan seksual yang sampai di Kemendikbud. Namun, katanya, yang ingin disempurnakan dalam permendikbud baru untuk menangani isu kekerasan seksual terutama di perguruan tinggi adalah untuk meningkatkan level transparansi dengan apa yang terjadi di lapangan.
Baca juga: UNS akan Buka Prodi S1 Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
"Jadi filsafatnya adalah Kemendikbud harus tahu, civitas akademika dan pemimpin di perguruan tinggi juga harus tahu dan harusnya informasi yang didapatkan itu sama," katanya pada pada acara diskusi Yang Muda, Yang Berjuang untuk Setara Bersama Mas Menteri secara daring, Selasa (27/4).
Dia menjelaskan, tantangan dalam membuat permendikbud itu terkait juga dengan momentum. Dia mengatakan, untuk mengeluarkan sebuah permendikbud memang diperlukan kesempurnaan.
"Jadinya buat kita adalah pertama keberanian untuk mengeluarkan permendikbud ini yang sebentar lagi. Tolong ditunggu. Akan keluar sebaik mungkin. Mungkin tidak sempurna tapi sebaik mungkin kita mendorong momentum ini dulu," ujarnya.
Baca juga: ITB akan Terapkan Perkuliahan Hybrid di Masa Pandemi
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan, saat ini memang sudah ada proses pelaporan untuk kasus kekerasan seksual yang sampai di Kemendikbud. Namun, katanya, yang ingin disempurnakan dalam permendikbud baru untuk menangani isu kekerasan seksual terutama di perguruan tinggi adalah untuk meningkatkan level transparansi dengan apa yang terjadi di lapangan.
Baca juga: UNS akan Buka Prodi S1 Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
"Jadi filsafatnya adalah Kemendikbud harus tahu, civitas akademika dan pemimpin di perguruan tinggi juga harus tahu dan harusnya informasi yang didapatkan itu sama," katanya pada pada acara diskusi Yang Muda, Yang Berjuang untuk Setara Bersama Mas Menteri secara daring, Selasa (27/4).
Dia menjelaskan, tantangan dalam membuat permendikbud itu terkait juga dengan momentum. Dia mengatakan, untuk mengeluarkan sebuah permendikbud memang diperlukan kesempurnaan.
"Jadinya buat kita adalah pertama keberanian untuk mengeluarkan permendikbud ini yang sebentar lagi. Tolong ditunggu. Akan keluar sebaik mungkin. Mungkin tidak sempurna tapi sebaik mungkin kita mendorong momentum ini dulu," ujarnya.
Baca juga: ITB akan Terapkan Perkuliahan Hybrid di Masa Pandemi
Lihat Juga :