Ornamen Header
Hasil Survei Ungkap Tiga Besar Program Kemendikbud Ini Dinilai Berhasil
Hasil Survei Ungkap Tiga Besar Program Kemendikbud Ini Dinilai Berhasil
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Lembaga Arus Survei Indonesia baru saja merilis hasil survei nasional bertema 'Pendapat Publik Terhadap Isu-Isu Dunia Pendidikan Nasional di Era Pandemi'. Salah satu temuannya mengungkapkan sejumlah program-program Kemendikbud di era pandemi.

Baca juga: Kemendikbud Ristek akan Merger 1.600 PTS yang Mahasiswanya Kurang dari 1000

Program-program itu yakni Bantuan Kuota Data Internet Gratis (17,2%), Relaksasi Dana BOS (15,5%), Pembiayaan Sekolah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) (11,2%) merupakan program Kemendikbud yang dinilai publik paling berhasil, disusul Bantuan Subsidi Upah (9,6%).

Baca juga: Ingin Tahu Legalitas PTS, Cek Kampus Terdaftar Resmi di PD Dikti Kemendikbud



Kemudian Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak (8,9%), Program Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) 2021 (6,0%), Program Kampus Merdeka (5,7%), Mengganti UN jadi Asesmen Kompetensi Minimum (5,5%), Digitalisasi Sekolah (5,1%).

Selanjutnyaa Program Belajar Dari Rumah (BDR) (3,8%), Revitalisasi Pendidikan Vokasi (2,6%), Program Bangun Kualitas Manusia Indonesia (Bangkit) (1,6%), dan Program Guru Belajar dan Berbagi 2021 (1,2%).
Hasil Survei Ungkap Tiga Besar Program Kemendikbud Ini Dinilai Berhasil

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an mengungkapkan, ada tiga program Kemendikbud di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim yang dinilai bisa dirasakan manfaatkan oleh masyarakat.

"Tiga besar program Kemendikbud yang dinilai public paling berhasil antara lain Program Bantuan Kuota Data Internet Gratis dengan angka presentase 17,2%, kemudian Relaksasi Dana BOS (15,5%), dan Pembiayaan Sekolah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) (11,2%)," kata Ali Rif'an dalam pemaparannya, Kamis (29/4/2021).

Sebagai informasi, survei nasional ini dilaksanakan pada 21-25 April 2021 dengan cara telesurvei. Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1000 responden dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Acara refleksi hardiknas dan rilis survei nasional itu dihadiri sejumlah narasumber antara lain; Ali Rif’an (Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia), Dr. Itje Chodidjah (Inpedendent Teacher Educator, Anggota BAN S/M), Fikri Muslim (Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI), dan Budy Sugandi (Peneliti Utama Bidang Pendidikan Arus Survei Indonesia).
(maf)
TULIS KOMENTAR ANDA!