Ornamen Header
Dukung Sekolah Tatap Muka, PDIP Usul Siswa Divaksin dan Tes Corona
Dukung Sekolah Tatap Muka, PDIP Usul Siswa Divaksin dan Tes Corona
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mengatakan, Pemerintah mengajak seluruh masyarakat menyukseskan program pendidikan tatap muka yang akan dilaksanakan perlahan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengatakan, Pemerintah mengajak seluruh warga masyarakat menyukseskan program pendidikan tatap muka yang akan dilaksanakan secara perlahan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Kata Nadiem, jangan sampai Indonesia makin terpuruk dalam akibat fenomena learning loss pada anak Indonesia. Baca juga: Pastikan Sekolah Tatap Muka Aman, Siswa SD-SMP Bakal Dites Covid-19

Di sisi lain, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendorong Pemerintah menaikkan rasa kepercayaan publik dengan sekolah tatap muka. Misal dengan mendorong vaksinasi anak atau tes antigen/PCR untuk anak yang didanai oleh anggaran pendidikan.

Ajakan itu disampaikan oleh Menteri Nadiem Makarim saat berbicara dalam acara Live Talkshow Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 yang diselenggarakan DPP PDIP.

"Bahwa kita tidak bisa menciptakan satu generasi yang mengalami learning loss, yang tidak bisa dikembalikan lagi. Jadi karena itu lah kita harus bersama-sama," kata Nadiem, Rabu (5/5/2021).

Untuk diketahui, learning loss merupakan kerugian jangka panjang terhadap pembelajaran anak-anak akibat penutupan sekolah sementara. Baca juga: Anak yang Tidak Diimunisasi Paling Rentan Tertular Virus di Sekolah



Menurut Nadiem, tanggung jawab ada di semua pihak. Termasuk orang tua yang bisa memonitor sekolah dan protokol kesehatan sekolahnya. Dan setiap sekolah wajib memberi opsi tatap muka dan dengan full protokol kesehatan tatap muka terbatas. Dan itu sama sekali berbeda dengan proses sekolah yang biasa.

Nadiem lalu mengingatkan bahwa saat ini, sektor-sektor ekonomi lainnya sudah terbuka. Masyarakat bisa melihat bagaimana anak-anak sudah diajak orang tuanya ke mal.

Di sejumlah tempat, bioskop bahkan sudah dibuka. Begitupun tempat pekerjaan sudah terbuka. "Mengapa anak-anak kita masih belum kembali ke sekolah? Dan ini adalah kebijakan yang menjawab tantangan dari tersebut," ujar Nadiem.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!