Pakar IPB Ungkap Alasan Ilmiah Kenapa Tak Ada Kucing Jantan Belang Tiga
Rabu, 19 Mei 2021 - 13:53 WIB
loading...
Fenomena genetik yang menjadi misteri pada kucing belang tiga atau kucing Calico. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Fenomena genetik yang menjadi misteri pada kucing belang tiga atau dalam dunia perkucingan dikenal sebagai kucing Calico. Pada kucing Calico, yang menariknya adalah tidak adanya kucing jantan yang belang tiga, mengapa? Ternyata, Fenomena ini secara ilmiah bisa dijelaskan oleh Guru Besar IPB University sekaligus Geneticist, Pemerhati Pendidikan dan Budaya, Prof Ronny Rachman Noor.
Menurut Prof Ronny, kucing domestik memiliki jumlah kromosom sebanyak 38 buah. Kromosom ini di setiap sel tubuhnya ada dalam keadaan berpasangan yaitu 19 pasang. Di antara 19 pasang krosomom yang dimiliki oleh kucing ini, ada 18 pasang yang disebut dengan kromosom autosom (autosomal chromosome) dan sepasang kromosom sex (sex chromosome). Pasangan kromosom ini didapat separuhnya dari pejantan dan separuhnya lagi dari induknya.
Baca juga: Ini Strategi ITB Menjaring Bibit-bibit Unggul Agar Bisa Bersaing di Kancah Dunia
Jadi seekor kucing jantan akan memiliki 18 pasang kromosom autosom dan sepasang kromosom sex (X dan Y; bisanya dinotasikan sebagai XY), sedangkan kucing betina memiliki 18 pasang autosom dan sepasang krosomosm sex (X dan X; dinotasikan sebagai XX).
“Warna Calico melibatkan beberapa mekanisme pewarisan sifat yang terletak di kromosom autosom dan kromosom sex. Warna yang paling umum terlibat adalah warna merah dan hitam atau pengganti warna merah dapat saja berupa warna lain yaitu orange, kuning dan cream, sedangkan warna hitam dapat saja berupa warna lain yaitu coklat, tabby dan biru,” ujarnya.
Kedua kelompok warna ini dalam ilmu genetika pewarisannya dikenal dengan sex linked co-dominant. Artinya warna merah dan hitam ini adanya di kromosom sex dan pewarisannya tidak saling mendominasi.
Baca juga: Mau Kuliah Gratis di FK University of Oxford, Cek Info Beasiswanya di Sini
Menurut Prof Ronny, kucing domestik memiliki jumlah kromosom sebanyak 38 buah. Kromosom ini di setiap sel tubuhnya ada dalam keadaan berpasangan yaitu 19 pasang. Di antara 19 pasang krosomom yang dimiliki oleh kucing ini, ada 18 pasang yang disebut dengan kromosom autosom (autosomal chromosome) dan sepasang kromosom sex (sex chromosome). Pasangan kromosom ini didapat separuhnya dari pejantan dan separuhnya lagi dari induknya.
Baca juga: Ini Strategi ITB Menjaring Bibit-bibit Unggul Agar Bisa Bersaing di Kancah Dunia
Jadi seekor kucing jantan akan memiliki 18 pasang kromosom autosom dan sepasang kromosom sex (X dan Y; bisanya dinotasikan sebagai XY), sedangkan kucing betina memiliki 18 pasang autosom dan sepasang krosomosm sex (X dan X; dinotasikan sebagai XX).
“Warna Calico melibatkan beberapa mekanisme pewarisan sifat yang terletak di kromosom autosom dan kromosom sex. Warna yang paling umum terlibat adalah warna merah dan hitam atau pengganti warna merah dapat saja berupa warna lain yaitu orange, kuning dan cream, sedangkan warna hitam dapat saja berupa warna lain yaitu coklat, tabby dan biru,” ujarnya.
Kedua kelompok warna ini dalam ilmu genetika pewarisannya dikenal dengan sex linked co-dominant. Artinya warna merah dan hitam ini adanya di kromosom sex dan pewarisannya tidak saling mendominasi.
Baca juga: Mau Kuliah Gratis di FK University of Oxford, Cek Info Beasiswanya di Sini
Lihat Juga :