Orang Tua Tak Berkenan Anaknya Ikut Pembelajaran Tatap Muka, Ini Solusinya
Kamis, 27 Mei 2021 - 23:16 WIB
loading...
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka perdana di sekolahnya. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Tak semua orang tua sepakat dengan pelaksanaan sekolah tatap muka . Mereka melihat potensi penularan COVID-19 yang masih tinggi menjadi salah satu pertimbangan matang enggan melepas anaknya di sekolah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, pihaknya tidak ingin ada polemik ketika sekolah tatap muka ini mulai dibuka. Pemkot Surabaya tetap memfasilitasi para orang tua yang tidak berkenan anaknya mengikuti sekolah tatap muka.
Baca juga: Ini Syarat-Syarat Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri untuk Guru
"Kalau ada orang tua yang masih ragu anaknya sekolah tatap muka kita tetap memfasilitasi. Sehingga siapa nyaman dengan tatap muka kita fasilitasi, maupun yang nyaman dengan daring tetap kita sediakan," kata Eri, Kamis (27/5/2021).
Ia melanjutkan, ada beberapa penekanan yang disampaikan Wali Kota Eri sebelum sekolah tatap muka dibuka. Pertama terkait penyesuaian jam belajar sekolah. Ia ingin agar jam belajar di kelas nantinya dapat selesai sebelum pukul 12.00 WIB. "Kedua, protokol kesehatan pakai masker juga harus dipastikan. Ketiga, nanti tidak ada waktu jam istirahat, atau keluar ke kantin. Sehingga anak-anak makanannya juga bawa dari rumah," imbuhnya.
Sebelum sekolah tatap muka dibuka, Eri juga kembali mengingatkan kepada seluruh Kepala Sekolah agar betul-betul memastikan anak yang hadir di sekolah membawa form persetujuan dari orang tua. Sedangkan untuk kapasitas murid di kelas, diatur 25 persen apabila wilayah sekolah dalam kategori zona oranye. "Terkait zona, misal oranye maka kita buka 25 persen. Kalau zona kuning atau hijau mungkin bisa dinaikkan (jumlah siswa)," ungkapnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan, pihaknya tidak ingin ada polemik ketika sekolah tatap muka ini mulai dibuka. Pemkot Surabaya tetap memfasilitasi para orang tua yang tidak berkenan anaknya mengikuti sekolah tatap muka.
Baca juga: Ini Syarat-Syarat Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri untuk Guru
"Kalau ada orang tua yang masih ragu anaknya sekolah tatap muka kita tetap memfasilitasi. Sehingga siapa nyaman dengan tatap muka kita fasilitasi, maupun yang nyaman dengan daring tetap kita sediakan," kata Eri, Kamis (27/5/2021).
Ia melanjutkan, ada beberapa penekanan yang disampaikan Wali Kota Eri sebelum sekolah tatap muka dibuka. Pertama terkait penyesuaian jam belajar sekolah. Ia ingin agar jam belajar di kelas nantinya dapat selesai sebelum pukul 12.00 WIB. "Kedua, protokol kesehatan pakai masker juga harus dipastikan. Ketiga, nanti tidak ada waktu jam istirahat, atau keluar ke kantin. Sehingga anak-anak makanannya juga bawa dari rumah," imbuhnya.
Sebelum sekolah tatap muka dibuka, Eri juga kembali mengingatkan kepada seluruh Kepala Sekolah agar betul-betul memastikan anak yang hadir di sekolah membawa form persetujuan dari orang tua. Sedangkan untuk kapasitas murid di kelas, diatur 25 persen apabila wilayah sekolah dalam kategori zona oranye. "Terkait zona, misal oranye maka kita buka 25 persen. Kalau zona kuning atau hijau mungkin bisa dinaikkan (jumlah siswa)," ungkapnya.
Lihat Juga :