Tim Mahasiswa ITS Bantu Penerapan Prokes Melalui Kamera Cerdas
Minggu, 13 Juni 2021 - 12:12 WIB
loading...
Raul Ilma Rajasa dan Arum Puspa Arianto menunjukkan Include, gagasan tim INO-G ITS. Foto/Dok ITS
A
A
A
JAKARTA - Masih berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia mendorong tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas kamera cerdas berbasis Internet of Things (Iot). Kamera ini mampu membantu berjalannya penerapan physical distancing sekaligus protokol kesehatan berupa penggunaan masker.
Dinamai Include (Intelligent Camera System for Physical Distancing), gagasan tim INO-G ITS ini bisa mendeteksi jarak antar orang sekaligus penggunaan masker. Tim yang terdiri dari Singgih Ardiansyah (Departemen Teknik Komputer), Raul Ilma Rajasa (Departemen Teknik Informatika), Arum Puspa Arianto (Teknik Elektro Otomasi), dan Ilham Wahyu Eko Prasetyo (Teknik Elektro) ini sukses membuat model kamera yang dihubungkan dengan speaker.
Baca juga: Kampus Mengajar, Mendikbudristek Terjunkan Mahasiswa Bantu PTM Terbatas
Ketua Tim Singgih Ardiansyah menjelaskan, kamera Include diintegrasikan dengan pengeras suara dalam suatu boks yang disebut boks Include. Boks Include ini dihubungkan dalam sebuah server sehingga bisa memproses data untuk mengetahui adanya indikasi pelanggaran. “Kami memanfaatkan library dari phyton untuk menganalisis adanya pelanggaran,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (12/6).
Cara kerjanya gampang, lanjut Singgih, ketika kamera Include mendeteksi manusia, maka akan diproses oleh server. Selanjutnya server mengembalikan data berupa ada tidaknya pelanggaran prokes yang terjadi.
Dinamai Include (Intelligent Camera System for Physical Distancing), gagasan tim INO-G ITS ini bisa mendeteksi jarak antar orang sekaligus penggunaan masker. Tim yang terdiri dari Singgih Ardiansyah (Departemen Teknik Komputer), Raul Ilma Rajasa (Departemen Teknik Informatika), Arum Puspa Arianto (Teknik Elektro Otomasi), dan Ilham Wahyu Eko Prasetyo (Teknik Elektro) ini sukses membuat model kamera yang dihubungkan dengan speaker.
Baca juga: Kampus Mengajar, Mendikbudristek Terjunkan Mahasiswa Bantu PTM Terbatas
Ketua Tim Singgih Ardiansyah menjelaskan, kamera Include diintegrasikan dengan pengeras suara dalam suatu boks yang disebut boks Include. Boks Include ini dihubungkan dalam sebuah server sehingga bisa memproses data untuk mengetahui adanya indikasi pelanggaran. “Kami memanfaatkan library dari phyton untuk menganalisis adanya pelanggaran,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (12/6).
Cara kerjanya gampang, lanjut Singgih, ketika kamera Include mendeteksi manusia, maka akan diproses oleh server. Selanjutnya server mengembalikan data berupa ada tidaknya pelanggaran prokes yang terjadi.
Lihat Juga :