Yakinlah, Kuasai Kemampuan Ini Jika Ingin Berhasil di Era Society 5.0
Senin, 23 Agustus 2021 - 11:28 WIB
loading...
Lapangan pekerjaan di Indonesia akan digantikan dengan automasi. Hal ini terutama disebabkan oleh lahirnya era Society 5.0. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - McKinsey memprediksi dalam 10 tahun ke depan, setidaknya 23 juta lapangan pekerjaan di Indonesia akan digantikan dengan automasi. Hal ini terutama disebabkan oleh lahirnya era Society 5.0 . Masyarakat 5.0 mulai diperkenalkan oleh Pemerintah Jepang untuk pertama kalinya pada 2016 dalam The 5th Science and Technology Basic Plan. Konsep ini menekankan pembangunan masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based).
Inovasi, dikatakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) akan menjadi kunci penting bagi negara bertahan di era Society 5.0. Jika tak ingin tergerus zaman, masyarakat harus mulai membiasakan diri dengan cara kerja baru dan meninggalkan cara kerja lama yang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan dunia.
Baca juga: Mahasiswa UNS Kembangkan Media Pengolah Sampah Organik dan Anorganik
Vebrionsius Sihombing, alumni Teknik Perminyakan Universitas Pertamina (UP), menyadari pentingnya membekali diri dengan kemampuan berinovasi untuk dapat bersaing di bursa kerja di tengah gempuran persaingan global. “Selama berkuliah di UP, sebisa mungkin saya tidak hanya mengikuti perkuliahan di kelas dan praktikum di laboratorium atau di lapangan. Saya juga membiasakan diri untuk mengikuti perlombaan di berbagai level kejuaraan, terutama yang terkait dengan pengembangan inovasi,” ungkap Vebrionsius dalam keterangan pers, Sabtu (21/8/2021).
Keaktifannya dalam mengikuti lomba, diakui Vebri, terutama didorong oleh Mata Kuliah Plan of Development (POD) yang dipelajarinya. ”Dalam mata kuliah tersebut, semua pelajaran di Teknik Perminyakan terintegrasi. Sehingga, hasil akhir yang diharapkan adalah lahirnya ide dan gagasan baru, atau bahkan prototype dan inovasi. Mahasiswa dituntut untuk dapat mengembangkan lapangan migas, mulai dari merencanakan skema produksi lapangan sampai pada komersialisasi atau perencanaan keekonomiannya,” tutur Vebri.
Inovasi, dikatakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) akan menjadi kunci penting bagi negara bertahan di era Society 5.0. Jika tak ingin tergerus zaman, masyarakat harus mulai membiasakan diri dengan cara kerja baru dan meninggalkan cara kerja lama yang dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan dunia.
Baca juga: Mahasiswa UNS Kembangkan Media Pengolah Sampah Organik dan Anorganik
Vebrionsius Sihombing, alumni Teknik Perminyakan Universitas Pertamina (UP), menyadari pentingnya membekali diri dengan kemampuan berinovasi untuk dapat bersaing di bursa kerja di tengah gempuran persaingan global. “Selama berkuliah di UP, sebisa mungkin saya tidak hanya mengikuti perkuliahan di kelas dan praktikum di laboratorium atau di lapangan. Saya juga membiasakan diri untuk mengikuti perlombaan di berbagai level kejuaraan, terutama yang terkait dengan pengembangan inovasi,” ungkap Vebrionsius dalam keterangan pers, Sabtu (21/8/2021).
Keaktifannya dalam mengikuti lomba, diakui Vebri, terutama didorong oleh Mata Kuliah Plan of Development (POD) yang dipelajarinya. ”Dalam mata kuliah tersebut, semua pelajaran di Teknik Perminyakan terintegrasi. Sehingga, hasil akhir yang diharapkan adalah lahirnya ide dan gagasan baru, atau bahkan prototype dan inovasi. Mahasiswa dituntut untuk dapat mengembangkan lapangan migas, mulai dari merencanakan skema produksi lapangan sampai pada komersialisasi atau perencanaan keekonomiannya,” tutur Vebri.
Lihat Juga :