Orang Tua Pekerja Kerepotan Dampingi Anak Sekolah Daring, Ini Harapan Mereka

Senin, 30 Agustus 2021 - 13:51 WIB
Orang Tua Pekerja Kerepotan Dampingi Anak Sekolah Daring, Ini Harapan Mereka
Tiga siswa sekolah dasar di salah satu sekolah di Tangerang Selatan sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh, Senin (30/8). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A A A
TANGERANG SELATAN - Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih belum dilaksanakan. Para siswa masih tetap belajar secara daring (online) di rumah.

Sementara itu, aktivitas bekerja para orang tua sebagian sudah kembali normal. Seperti dialami Indah, warga Pondok Aren, Kota Tangsel. Pegawai swasta yang bergerak di bidang ritel ini, bekerja mulai pagi hari hingga malam hari.

Baca juga: Ketua Komisi X DPR: Opsi PTM Terbatas Solusi Darurat Pendidikan di Indonesia

"Sudah normal mas. Sejak seminggu yang lalu tidak ada lagi WFH. Aktivitas sudah seperti biasa," katanya di Pondok Aren, Tangsel, Senin (30/8/2021).



Suaminya yang juga pegawai swasta sudah lama tidak WFH. Alhasil, yang menemani anak belajar online diserahkan kepada mertua. Tidak jarang malah sang anak terpaksa dilepas belajar online sendirian.

"Ya, gimana lagi. Kalau pas WFH kita masih bisa menemani anak-anak belajar online di rumah. Sekarang kerja sudah normal, apalagi saya diritel, jadi kasihan anak," ungkapnya.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dimulai, Tiap Sekolah Perlu Bentuk Satgas

Indah mengatakan dua anaknya saat ini duduk di bangku SD dan TKB. Anak-anak usia TK dan SD membutuhkan pendampingan belajar di rumah. Mereka kerap tidak fokus belajar online. Sehingga, harus dalam pengawasan.

"Ya, kalau pihak sekolah sih minggu ini masih online. Kemarin saya habis isi form kalau bersedia tatap muka. Semoga cepat sekolah tatap muka lagi, kasihan kalau anak-anak belajar online di rumah terus," bebernya.

SINDOnews sempat mengabadikan para siswa belajar online di rumah. Tanpa pengawasan dari orang tua dan dilakukan secara online, belajar jadi kurang maksimal.

Dengan memakai seragam sekolah, para siswa TK dan SD mengikuti instruksi gurunya di layar ponsel. Sesekali para siswa itu terlihat fokus. Tetapi tidak jarang para siswa malah hilang fokus saat mengerjakan tugas.

Tidak adanya pendampingan terhadap siswa, membuat sistem belajar online kurang mengena. Apalagi, sistem belajar daring itu telah berlangsung selama 1,5 tahun berjalan.
(mpw)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1770 seconds (11.210#12.26)