Seperti Ini Strategi Pemerintah untuk Berantas Buta Aksara
Minggu, 05 September 2021 - 17:49 WIB
loading...
Kemendikbudristek mencatat data jumlah buta aksara di Indonesia tahun 2020 mencapai 2.961.060 atau persentasenya mencapai 1,71%. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah ( Paud Dikdasmen ) Kemendikbudristek Jumeri menjelaskan mengenai apa strategi yang dilakukan untuk memberantas buta aksara di tanah air.
Sebelumnya, Kemendikbudristek mencatat data jumlah buta aksara di Indonesia tahun 2020 mencapai 2.961.060 atau persentasenya mencapai 1,71%. Jumlah ini terbilang menurun dibandingkan persentase tahun 2019 yang mencapai 1,78%.
Baca juga: Miris, Hampir 3 Juta Penduduk Indonesia Masih Buta Aksara
Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri mengatakan, untuk mengurangi angka buta huruf di sejumlah provinsi ada strategi-strategi yang dilakukan untuk memitigasi beban buta aksara.
Pertama, katanya, ialah harus ada basis data yang valid akan kondisi buta aksara di Indonesia. Dengan data yang valid ini maka akan ada sasaran yang tepat untuk mengurangi angka buta aksara tersebut.
"Kita memutakhirkan data buta aksara ini lewat berbagai platform. Salah satunya kerjasama dengan BPS dari hasil sensus dan survei yang tentunya punya data akurat," katanya pada taklimat media Peringatan Hari Aksara Internasional secara daring, Sabtu (4/9/2021).
Sebelumnya, Kemendikbudristek mencatat data jumlah buta aksara di Indonesia tahun 2020 mencapai 2.961.060 atau persentasenya mencapai 1,71%. Jumlah ini terbilang menurun dibandingkan persentase tahun 2019 yang mencapai 1,78%.
Baca juga: Miris, Hampir 3 Juta Penduduk Indonesia Masih Buta Aksara
Dirjen Paud Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri mengatakan, untuk mengurangi angka buta huruf di sejumlah provinsi ada strategi-strategi yang dilakukan untuk memitigasi beban buta aksara.
Pertama, katanya, ialah harus ada basis data yang valid akan kondisi buta aksara di Indonesia. Dengan data yang valid ini maka akan ada sasaran yang tepat untuk mengurangi angka buta aksara tersebut.
"Kita memutakhirkan data buta aksara ini lewat berbagai platform. Salah satunya kerjasama dengan BPS dari hasil sensus dan survei yang tentunya punya data akurat," katanya pada taklimat media Peringatan Hari Aksara Internasional secara daring, Sabtu (4/9/2021).
Lihat Juga :