Begini Cara Mengajukan Visa Pelajar dan Tipsnya

Kamis, 13 Januari 2022 - 23:43 WIB
loading...
Begini Cara Mengajukan...
Pengajuan visa pelajar ke luar negeri. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Salah satu syarat untuk melakukan studi di luar negeri adalah memiliki visa pelajar. Dokumen ini dikeluarkan pemerintah sebuah negara kepada pelajar yang terdaftar di lembaga pendidikan dan memenuhi syarat negara tersebut.

Visa pelajar hanya dapat digunakan pelajar untuk kepentingan studi. Kegiatan di luar studi, seperti bekerja, membuka suatu bisnis, atau melakukan politik resmi, tidak diperbolehkan. Walaupun di beberapa negara seperti Belanda misalnya, kerja paruh waktu masih diperbolehkan namun dengan jam kerja yang terbatas.

Baca juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2022 Dibuka 2 Tahap, Ini Jadwal dan Syaratnya

Jangka waktu berlakunya visa pelajar juga bervariasi. Tergantung dengan kebijakan setiap negara. Apabila masa studi melebihi jangka waktu visa maka dokumen tersebut wajib untuk diperbarui.

Melansir dari laman resmi Schoters di schoters.com, Kamis (13/1/2022) simak bagaimana cara mengajukan visa pelajar dan tips yang bisa dilakukan jika ingin studi keluar negeri.

A. Cara Mengajukan Visa Pelajar
Langkah 1: Registrasi akun dan cek informasi di kedutaan atau visa center negara yang dituju

Hal pertama yang harus dilakukan adalah registrasi melalui website resmi kedutaan besar atau Visa Center negara yang dituju. Hal ini untuk bisa mengakses berbagai informasi, seperti syarat, ketentuan, dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengajukan visa pelajar.

Selain itu, pada website tersebut biasanya juga dapat langsung mendaftarkan jadwal wawancara dan verifikasi dokumen.

Langkah 2: Siapkan dokumen yang diperlukan
Perlu diperhatikan bahwa dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan visa bisa berbeda-beda untuk setiap negara. Berikut merupakan persyaratan umum yang harus disiapkan :
- Paspor yang masih berlaku (minimal 6 bulan)
- KTP/Kartu Keluarga/ akta kelahiran
- Formulir permohonan visa
- Surat penerimaan (Letter of Acceptance) dari universitas tujuan
- Pas foto
- Bukti jaminan finansial seperti beasiswa/sponsor kuliah, atau jika memakai biaya pribadi maka lampirkan bukti kesanggupan dana untuk membiayai studi tersebut
- Bukti pembayaran visa
- Ijazah pendidikan terakhir
- Hasil skor tes Bahasa Inggris atau bahasa negara yang dituju

Langkah 3: Verifikasi dokumen dan wawancara
Setelah dokumen dipersiapkan, kemudian dapat mengunjungi kedutaan atau Visa Center negara yang dituju untuk melakukan verifikasi berkas. Disarankan untuk membawa dokumen asli beserta fotokopinya untuk berjaga-jaga jika dibutuhkan serta jangan lupa untuk datang lebih pagi karena pembuatan visa biasanya memiliki antrian yang panjang.

Selain itu, beberapa negara mewajibkan pemohon visa untuk melakukan wawancara. Biasanya nantinya akan ditanya mengenai motivasi serta alasan mengapa memilih melanjutkan studi di negara tersebut. Jadi, disarankan agar berlatih terlebih dahulu supaya lancar saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Langkah 4: Pengambilan visa
Pemrosesan visa membutuhkan waktu beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu. Nantinya, pemohon visa akan mendapat email pemberitahuan jika visa sudah dapat diambil.

Perlu diingat, pengambilan visa harus dilakukan sendiri oleh pemohon visa atau juga dapat meminta bantuan orang lain dengan memberikan surat kuasa.

B. Tips dalam Mengajukan Visa Pelajar

1. Cek jenis visa negara tujuan
Setiap negara mempunyai persyaratan dan jenis visa pelajar yang berbeda-beda. Di Singapura dan Malaysia contohnya, visa yang digunakan adalah jenis student pass. Sedangkan, Australia membagi visa pelajar menjadi 8 sub-klasifikasi tergantung dari program studi mana yang dipilih.

Jadi, pastikan untuk mengecek di kedutaan/konsulat negara tujuan untuk tahu persis jenis visa pelajar apa yang diperlukan.

2. Pilih sertifikat tes bahasa yang sesuai
Terdapat beragam jenis tes bahasa yang dapat ikuti. Contohnya IELTS yang memiliki 2 jenis tes yaitu Academic dan General. Untuk study abroad, Hunters harus mengambil IELTS Academic.

Berbeda dengan TOEFL yang terdiri dari 4 jenis, yaitu iBT, CBT, PBT dan ITP. Sertifikat hasil keempat jenis tes ini dapat digunakan untuk urusan kuliah. Namun, jenis ITP biasanya tidak diakui secara internasional.

Maka sebaiknya cek dulu apakah universitas tujuan dapat menerima sertifikat TOEFL ITP ini ataukah tidak.

3. Pastikan ada 4-6 halaman kosong di paspor
Beberapa negara mewajibkan minimal ada 2 lembar kosong yang saling berhadapan di paspor untuk pengajuan visa. Apabila tidak ada lembar kosong di paspor, maka akan diminta untuk memperbaruinya.

4. Cek detail syarat foto dan dokumen
Pastikan semua persyaratan foto seperti jumlah, ukuran, dan warna latar belakang sudah benar. Selain itu, kelengkapan dokumen juga harus diperhatikan. Apabila tidak lengkap, maka permohonan visa dapat ditolak dan harus mengulang lagi dari awal.

5. Persiapkan pengajuan visa sedini mungkin
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pemrosesan visa membutuhkan waktu yang lama hingga berminggu-minggu. Oleh karena itu, sebaiknya dapat memperhitungkan sendiri waktu yang ideal untuk mengajukan visa, supaya visa telah siap sebelum hari-H keberangkatan.

6. Terjemahkan dokumen
Semua dokumen yang menjadi bagian dari persyaratan visa harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Kalian dapat menghubungi penerjemah tersumpah yang terdaftar di kedutaan besar atau bisa juga melalui situs Himpunan Penerjemah Indonesia.

7. Persiapkan wawancara secara matang
Pastikan juga untuk mencari informasi lengkap mengenai jurusan kuliah, universitas, dan akomodasi pilihan. Jangan lupa siapkan alasan serta motivasi kenapa kamu memilih untuk melanjutkan pendidikan di universitas tersebut.

Perlu diketahui bahwa tidak semua petugas visa itu menguasai bahasa Indonesia. Sehingga ada baiknya untuk melakukan latihan wawancara dalam bahasa Inggris, supaya lebih lancar saat berbicara nanti.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Ikuti Forum Internasional...
Ikuti Forum Internasional GYC 2026 di Bangkok, Mahasiswa UBSI Siap Serap Pengalaman Global
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Cara Efisien Pengurusan...
Cara Efisien Pengurusan Paspor dan Visa untuk Perjalanan Bisnis Perusahaan
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Rekomendasi
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Kisah Mikail Fajar,...
Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Tertarik Menjadi Guru?...
Tertarik Menjadi Guru? Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Seleksi PPG 2026
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Ikuti Forum Internasional...
Ikuti Forum Internasional GYC 2026 di Bangkok, Mahasiswa UBSI Siap Serap Pengalaman Global
Program Beasiswa Eramet...
Program Beasiswa Eramet Beyond Angkatan Perdana Resmi Ditutup
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved