Mahasiswa ITS Kembangkan Metode Efektif Ekstraksi Jintan Hitam

Sabtu, 19 Februari 2022 - 16:56 WIB
loading...
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS kembangkan metode efektif untuk ekstraksi jintan hitam. Foto/tangkapan layar laman ITS
A A A
JAKARTA - Kebutuhan suplemen ekstrak jintan hitam sebagai penjaga imunitas di tengah pandemi ini makin meningkat. Hal ini menginspirasi tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) menemukan proses ekstraksi jintan hitam yang efisien, ramah lingkungan, dan dapat menjadi rujukan bagi industri produksi skala besar.

Tim yang menggagas ide ini diketuai Elisabeth Ratnani Wahyu Hapsari. Ia bersama tiga rekannya yaitu Achmad Haris Sofani, Serli Dwi Rahayu, dan Arin Pashadiera Mellina melagakan gagasan idenya pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 dan berhasil meraih perakpada kategori presentasi terbaik.

Perempuan yang akrab disapa Elisa ini mengatakan, inovasi tim diwujudkan dalam penelitian berjudul Optimasi Proses Pemisahan Minyak Biji Jintan Hitam secara Foodgrade dengan Metode Hydrodistillation melalui Variasi Treatment Pra-Ekstraksi.

Penelitian ini menggunakan metode hydrodistillation melalui variasi perlakuan pra ekstraksi dalam pengambilan minyak biji jintan hitam. “Singkatnya, ini adalah gabungan proses ekstraksi (hydrodistillation) dan pra ekstraksi,” katanya melansir laman ITS di its.ac.id, dikutip Sabtu (19/2/2022).

Baca: Tim Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Penggoreng Kerupuk Rendah Kandungan Minyak

Elisa menambahkan, biasanya pada penelitian lain cenderung hanya menerapkan salah satu macam perlakuan pra ekstraksi saja. Seperti microwave, ultrasonik, atau maserasi yang bagus untuk pemisahan bahan. “Tetapi belum ada penelitian yang pernah menggabungkan tiga perlakuan sekaligus,” terangnya.

Keutamaan dari penelitian ini yaitu limbah bekas percobaan terhitung zero waste karena ampas biji jintan dapat didaur ulang menjadi pupuk, khususnya untuk tanaman jintan hitam itu sendiri. Sementara untuk pelarut bekas percobaan bisa digunakan kembali menjadi aquades.

Proses pra ekstraksi dan hydrodistillation ini dilakukan untuk mengoptimalkan hasil ekstrak yang didapat serta menghemat energi berlebihan dari proses praekstraksi.

Adapun treatment pra ekstraksi adalah metode perlakuan bahan sebelum ekstraksi. Sedangkan hydrodistillation sendiri adalah metode ekstraksi standar berdasarkan Food and Drug Administration (FDA) yang harus bebas bahan kimia dan aman dikonsumsi.

Di sisi lain, proses tersebut juga bisa menghemat biaya apabila diterapkan di industri besar. Karena terjadi peningkatan permintaan menuntut industri untuk memproduksi lebih banyak.

Maka dari itu industri harus bisa mengontrol biaya dengan memperhatikan kualitas agar tetap optimal. “Sehingga penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi industri produksi skala besar,” terang mahasiwa angkatan 2017 ini.

Baca juga: Kisah Mahasiswa UNS Rintis Usaha Masker Organik untuk Atasi Jerawat

Adapun runtutan proses untuk mendapatkan minyak dari biji jintan hitam ini adalah melakukan pra ekstraksi pada biji tersebut dengan aquades menggunakan beragam variabel waktu, yakni 10, 20, 30, 40, 50 hingga 60 menit. Selanjutnya dilakukan ekstraksi hidrodestilasi selama 9 jam.

Jintan hitam yang digunakan adalah jenis tanpa selaput dan harus dalam keadaan segar. Apabila ekstrak jintan hitam telah didapatkan, selanjutnya diproses dalam alat rotary vacuum evaporator.

Hal tersebut bertujuan guna memisahkan pelarut dalam kandungan ekstrak jintan hitam hingga didapatkan hasil berupa minyak. Hasil yang diperoleh kemudian akan melewati serangkaian analisa minyak seperti uji warna, densitas, Gas Chromatography and Mass Spectroscopy (GCMS), Scanning Electron Microscope (SEM), efisiensi energi konsumsi, dan lain-lain.

“Selepas menganalisis dan melihat morfologinya, tahap terakhir adalah menghitung perbandingan bahan kering dan hasil minyak (yield),” imbuh mahasiswi kelahiran 18 April ini.

Tim yang dibimbing oleh Achmad Ferdiansyah ini melakukan riset sejak Januari hingga September 2021. Selama waktu tersebut Elisa berujar jika penelitian ini sekaligus menjadi topik untuk tugas akhirnya.

Apabila ada kesempatan untuk menempuh pendidikan magister, perempuan asal Blitar ini akan mengembangkan penelitian ini karena ingin mencoba dengan rentang waktu yang berbeda serta mencari akurasi efektivitas energi yang lebih baik.
(nz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Rekomendasi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved