Mahasiswa Teknik Lingkungan UPER Kembangkan Alat Berbasis IoT Bertenaga Surya
Minggu, 03 April 2022 - 21:46 WIB
loading...
Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan Universitas Pertamina. Foto/Dok/Uper
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Universitas Pertamina ( UPER ) berinisiatif mengembangkan alat pengumpul sampah berbasis Internet of Things (IoT) bertenaga surya. Mereka adalah Siska Dwi Wahyuni, Ghifari Fadhil Rahman, Sakinah Zahra, Arinda Virgiana, dan Zikri Anugrah Harahap.
“Ide ini muncul ketika kami sedang melakukan kajian pencemaran sungai akibat penumpukan sampah. Kami melihat peluang untuk menciptakan alat pengumpul sampah yang bisa menghemat waktu dan tenaga, dengan memanfaatkan teknologi internet. Alat ini kami beri nama River Trash Trap (RiT-Trap),” ungkap Siska, mahasiswi Teknik Lingkungan UPER dalam keterangan pers, Jumat (1/4/2022).
Baca juga: IPB Bersiap Buka Fakultas Kedokteran, Rektor Ungkap Alasan dan Keunggulannya
Cara kerja alat pengumpul sampah berbasis IoT tersebut, menurut Siska, cukup sederhana. Tim menyematkan dua buah sensor pada sistem penangkap sampah RiT-Trap, yakni sensor jarak dan sensor kecepatan aliran. Informasi yang terekam kemudian dikirim ke mikrokontroler menggunakan jaringan Bluetooth atau jaringan internet.
“Singkatnya, dengan sensor tersebut, RiT-Trap akan mulai mengumpulkan sampah yang ada di sungai. Pengguna dapat mengontrol pergerakan alat melalui smartphone yang terhubung dengan internet. Bobot sampah yang sudah terkumpul juga bisa diketahui di layar smartphone,” tutur Siska.
Total bobot sampah yang bisa diangkut oleh RiT-Trap berkisar antara 250 sampai 550 gram. Selain dapat mengumpulkan sampah, alat ini juga diklaim dapat mendeteksi adanya limbah sungai. Sementara itu, sumber energi listrik yang digunakan untuk memutar rotor berasal dari energi surya dengan instalasi panel surya pada bagian atas RiT-Trap.
Baca juga: YBM BRI Kembali Buka Beasiswa untuk SMA-SMK, Ini Syarat dan Cara Daftar
“Ide ini muncul ketika kami sedang melakukan kajian pencemaran sungai akibat penumpukan sampah. Kami melihat peluang untuk menciptakan alat pengumpul sampah yang bisa menghemat waktu dan tenaga, dengan memanfaatkan teknologi internet. Alat ini kami beri nama River Trash Trap (RiT-Trap),” ungkap Siska, mahasiswi Teknik Lingkungan UPER dalam keterangan pers, Jumat (1/4/2022).
Baca juga: IPB Bersiap Buka Fakultas Kedokteran, Rektor Ungkap Alasan dan Keunggulannya
Cara kerja alat pengumpul sampah berbasis IoT tersebut, menurut Siska, cukup sederhana. Tim menyematkan dua buah sensor pada sistem penangkap sampah RiT-Trap, yakni sensor jarak dan sensor kecepatan aliran. Informasi yang terekam kemudian dikirim ke mikrokontroler menggunakan jaringan Bluetooth atau jaringan internet.
“Singkatnya, dengan sensor tersebut, RiT-Trap akan mulai mengumpulkan sampah yang ada di sungai. Pengguna dapat mengontrol pergerakan alat melalui smartphone yang terhubung dengan internet. Bobot sampah yang sudah terkumpul juga bisa diketahui di layar smartphone,” tutur Siska.
Total bobot sampah yang bisa diangkut oleh RiT-Trap berkisar antara 250 sampai 550 gram. Selain dapat mengumpulkan sampah, alat ini juga diklaim dapat mendeteksi adanya limbah sungai. Sementara itu, sumber energi listrik yang digunakan untuk memutar rotor berasal dari energi surya dengan instalasi panel surya pada bagian atas RiT-Trap.
Baca juga: YBM BRI Kembali Buka Beasiswa untuk SMA-SMK, Ini Syarat dan Cara Daftar
Lihat Juga :