Ini Solusi Mitigasi untuk Wilayah Rawan Gempa dari Mahasiswa Uper

Rabu, 13 Juli 2022 - 21:48 WIB
loading...
Ini Solusi Mitigasi...
Pelaksanaan Kegiatan Monitoring Microseismic of Hydraulic Fracturing oleh Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika UPER. Foto/Dok/Humas Uper
A A A
JAKARTA - Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER) memberi alternatif solusi guna memperkirakan potensi kerusakan suatu wilayah akibat gempa.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ajifandi Iman Arif Nugraha, Muhammad Yahya Muflih Abad, dan Fachri Naya.

Baca juga: Ini Kisaran Biaya Kuliah 10 PTN Terbaik di Indonesia dari UI hingga Andalas

Ajifandi mengatakan, tim menggunakan metode Inversi Kedalaman Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Metode ini bekerja dengan cara merekam gelombang seismik, termasuk Gelombang S di bawah permukaan.

"Metode ini bermanfaat memberi informasi tingkat kerentanan suatu wilayah akibat gempa. Juga bisa digunakan sebagai acuan dalam pembuatan pondasi bangunan. Misalnya di wilayah yang jenis tanahnya lunak, dalam membuat pondasi bangunan setidaknya harus dibuat lebih dalam di lapisan tanah yang lebih keras," ungkap Ajifandi dalam keterangan pers, Rabu (13/7/2022).

“Penelitian terhadap potensi kerusakan tersebut, dipetakan berdasarkan karakteristik tanah dengan melihat kondisi bawah permukaan bumi. Tim memanfaatkan data seismograf dari lima stasiun temporer milik Komite Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG yang terpasang di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Baca juga: Lagi, 4 Mahasiswa UI Juara di ASEAN Geospatial Challenge 2022

Solusi Ajifandi cs ini berhasil meraih Juara I pada Kompetisi Poster dan Paper ‘Advancing Indonesia’s Energy with Geophysics (AEIG)’ yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia.

Hasil dari penelitian yang dilakukan Ajifandi dan tim menunjukkan bahwa jenis tanah yang terdapat di empat stasiun penelitian termasuk ke dalam jenis tanah sedang dengan potensi kerusakan yang tidak terlalu tinggi.

Namun, terdapat satu stasiun yang termasuk ke dalam jenis tanah lunak dengan potensi kerusakan yang cukup tinggi.

“Secara geografis, Lampung terletak di wilayah tektonik yang cukup aktif. Sehingga, sangat wajar jika di beberapa wilayah terdapat tingkat potensi kerusakan yang cukup tinggi” tutur Ajifandi.

Pakar seismologi sekaligus dosen pembimbing penelitian, Sandy Kurniawan Suhardja, Ph.D, menyatakan, idealnya mitigasi bencana tidak hanya dilakukan di level akademik melalui penelitian terhadap pemetaan maupun penanggulangan bencana.

“Kerja sama antar institusi mulai dari pemerintah, organisasi swasta, hingga keterlibatan masyarakat juga perlu terus digalakan. Guna membangun kesadaran pentingnya meminimalisir dampak bencana. Dalam penelitian yang dilakukan Ajifandi dan tim misalnya, kami juga bekerja sama dengan pihak Komite Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG untuk penyediaan data yang akurat dan mutakhir,” pungkasnya.

Bagi siswa-siswi yang tertarik bekerja di bidang kebumian dapat bergabung di Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER). Saat ini, kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut kembali membuka pendaftaran Seleksi Nilai Rapor (Non Tes) dan UTBK periode Juli untuk Tahun Akademik 2022/2023.

Universitas Pertamina juga menyediakan beasiswa dengan nilai total mencapai Rp23 miliar. Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran dapat diakses di laman https://pmb.universitaspertamina.ac.id.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Dari Ruang Kuliah ke...
Dari Ruang Kuliah ke Solusi Nyata: Mahasiswa Rancang Prototipe Inovasi untuk Masyarakat
TurtleSafe Karya Mahasiswa...
TurtleSafe Karya Mahasiswa UNEJ Tembus Forum Internasional
Pameran Panen Karya...
Pameran Panen Karya Vol. 3, Mahasiswa UMB Tampilkan Inovasi Berbasis Proses
Cerita Naomi dan Shanelle,...
Cerita Naomi dan Shanelle, 2 Mahasiswi BINUS Ciptakan Brand Fashion dari Tugas Kuliah
APERTI BUMN Luncurkan...
APERTI BUMN Luncurkan Program Kuliah Bersama dan Joint Research untuk Mahasiswa
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Tinjau Pengerukan Muara...
Tinjau Pengerukan Muara Kuala Penaga di Aceh, Menhan: Cegah Banjir Serupa Terulang
BMKG: Operasi Modifikasi...
BMKG: Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana, Bukan Pemicu Cuaca Tak Stabil
Rekomendasi
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved