Kisah Alza, Dari Langganan Juara Catur Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Sabtu, 16 Juli 2022 - 09:12 WIB
loading...
Alza Nashua Shahira, bakatnya di olahraga catur sukses membawanya kuliah gratis di UGM. Foto/Tangkap layar laman UGM.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan akses kepada mahasiswa yang kurang mampu namun memiliki prestasi di berbagai bidang. Salah satunya Alza Nashua Shahira yang kerap menjadi juara catur pun bisa kuliah di UGM dengan KIP Kuliah .
Alza Nashua Shahira atau yang akrab dipanggil Alza saat ini berusia 18 Tahun. Dia anak bungsu dari dua bersaudara. Ia tinggal di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Ia terlahir dari keluarga kurang mampu.
Ayahnya Ismanto (57) bekerja sebagai tukang serabutan dan pengumpul barang rongsokan. Begitu pun ibunya, Purwati (54) juga membantu mengumpulkan barang bekas di sekitar kota Pacitan.
Meski terlahir dari keluarga kurang mampu, namun Alza memiliki bakat dalam bidang olahraga catur. Sejak SD ia pernah menyabet juara tingkat provinsi dan nasional. Berbagai kejuaraan catur tingkat provinsi dan nasional dalam catur berlanjut hingga di bangku SMA.
Baca: Jelang KTT, Ini Cara Universitas Pertamina Ikut Sukseskan Presidensi G20 Indonesia
Terhitung ada 38 piagam dan 17 medali yang telah dikumpulkan. Medali-medali tersebut terpajang rapi di dinding ruang tamu rumahnya. Berkat kemampuannya dalam olahraga catur ini ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kabupaten Pacitan. Bahkan di bangku SMA ia diberi beasiswa oleh pemkab hingga lulus serta bonus sebagai atlet berprestasi Pacitan sebesar Rp20 Juta.
Alza Nashua Shahira atau yang akrab dipanggil Alza saat ini berusia 18 Tahun. Dia anak bungsu dari dua bersaudara. Ia tinggal di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Ia terlahir dari keluarga kurang mampu.
Ayahnya Ismanto (57) bekerja sebagai tukang serabutan dan pengumpul barang rongsokan. Begitu pun ibunya, Purwati (54) juga membantu mengumpulkan barang bekas di sekitar kota Pacitan.
Meski terlahir dari keluarga kurang mampu, namun Alza memiliki bakat dalam bidang olahraga catur. Sejak SD ia pernah menyabet juara tingkat provinsi dan nasional. Berbagai kejuaraan catur tingkat provinsi dan nasional dalam catur berlanjut hingga di bangku SMA.
Baca: Jelang KTT, Ini Cara Universitas Pertamina Ikut Sukseskan Presidensi G20 Indonesia
Terhitung ada 38 piagam dan 17 medali yang telah dikumpulkan. Medali-medali tersebut terpajang rapi di dinding ruang tamu rumahnya. Berkat kemampuannya dalam olahraga catur ini ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah Kabupaten Pacitan. Bahkan di bangku SMA ia diberi beasiswa oleh pemkab hingga lulus serta bonus sebagai atlet berprestasi Pacitan sebesar Rp20 Juta.
Lihat Juga :