Di Hadapan Mahasiswa HI-UII, Dubes Ukraina Ingatkan Peran Besar Penyair Chairil Anwar

Selasa, 19 Juli 2022 - 10:44 WIB
loading...
Di Hadapan Mahasiswa...
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin pada acara Ambassadorial Lecture bertajuk The Ukrainian Questions in Global Politics di UII, Kaliurang, Senin (18/7). Foto/Dok/UII
A A A
JAKARTA - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin di depan civitas akademika Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengingatkan peran besar penyair Chairil Anwar dalam perjuangan Indonesia.

“Mengapa Chairil Anwar? Chairil Anwar adalah pemuda yang memberikan peran luar biasa bagi perjuangan Indonesia. Bagi semangat kemerdekaan Indonesia. Perjuangannya adalah sesuatu yang luar biasa,” tuturnya kepada peserta Ambassadorial Lecture yang bertajuk “The Ukrainian Questions in Global Politics” di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Kaliurang, Senin (18/7/2022).

Baca juga: Tim Robot ITS Raih Juara di Internasional RoboCup 2022

Tidak banyak disadari peserta yang menghadiri kegiatan tersebut, tahun ini adalah perayaan 100 tahun Charil Anwar. Sastrawan kelahiran 26 Juli 1922 itu dikenal sebagai ‘Si Binatang Jalang’, dari karyanya yang berjudul Aku. Dari tangannya banyak syair telah terlahir dan membuat sastra di Indonesia menjadi berkembang.

Selain itu, peran Chairil Anwar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah menjadi pelopor Angkatan 45 sebagai perlawanan terhadap kooptasi budaya yang dilakukan penjajah Jepang yang membentuk Pusat Kebudayaan atau Keimin Bunka Shidoso.

Perjuangan melalui sastra bagi rakyat Ukraina melawan penindasan Rusia sangatlah panjang. Dimulai sejak tahun 1720 ketika Tsar Peter I mengeluarkan dekrit yang melarang penerbitan dalam bahasa Ukraina. Juga memerintahkan untuk menyita semua buku gereja Ukraina.

Baca juga: Bangga! Pelajar Indonesia Raih 5 Medali di Olimpiade Matematika Dunia

Tekanan terhadap Bahasa semakin keras di tahun 1847 ketika karya-karya sastra Ukraina seperti Shevchenko, Kostomarov, Kulish, dan sebagainya, dilarang oleh Rusia, pembantaian budayawan Ukraina tahun 1930-an dan puncaknya ketika Konferensi Tashkent tahun 1979 memutuskan bahasa Rusia adalah bahasa seluruh wilayah Uni Soviet.

Dalam sambutannya, Rektor UII, Prof. Fathul Wahid menyebutkan bahwa sejalan dengan pemerintah, UII selalu berkomitmen untuk menjalankan amanat konstitusi UUD 1945 untuk mewujudkan perdamaian dunia.

“UII juga bersimpati atas krisis kemanusiaan yang muncul di Ukraina sebagai konsekuensi dari adanya perang yang berkelanjutan. Rektor UII juga menyatakan bahwa dunia harus mengecam segala bentuk agresi yang mengancam kemanusiaan dan perdamaian dunia,” tegasnya.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina telah terjalin sejak tahun 1992 di mana kedua negara telah melakukan kerja sama yang baik dalam bidang ekonomi. Namun, kondisi krisis kemanusiaan yang terjadi memunculkan kekhawatiran. Bukan hanya karena hal tersebut menggoyahkan stabilitas Ukraina, namun juga berdampak signifikan pada stabilitas global.

Sedikitnya 400 orang peserta yang berasal dari kalangan sivitas akademika UII serta masyarakat umum mengikuti kegiatan yang diharapkan dapat membuat para peserta yang hadir lebih memahami mengenai permasalahan Ukraina secara objektif dan berimbang.

Kegiatan ini menjadi penting karena sejak Perang Rusia-Ukraina bermula pada Februari 2022, belum nampak pertanda bahwa konflik bersenjata di antara kedua negara tersebut akan berakhir. Ada beberapa argumen mengapa perang Rusia-Ukraina belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Argumen pertama menyatakan bahwa perang ini akan segera berakhir karena adanya keterlibatan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berperan secara aktif dalam menahan gempuran Rusia terhadap Ukraina.

Argumen lainnya menyatakan pula bahwa perang tidak bisa berakhir karena adanya visi geopolitik Rusia yang hendak membangun Pax Rosica, istilah historiografis untuk menyebut masa-masa damai ala Rusia di kawasan Eropa.

Dalam kegiatan itu, seluruh peserta mengheningkan cipta selama beberapa saat untuk mengenang para korban pesawat Maskapai Malaysia bernomor penerbangan MH17 yang ditembak oleh senjata Rusia pada 17 Juli 2014 di Ukraina Timur.

Seluruh penumpang dan awak pesawat Boeing 777-200 penerbangan Amsterdam-Kuala Lumpur berjumlah 298 orang dengan 12 di antaranya WNI dan 1 bayi tewas. Hingga kini Rusia menyangkal dan menolak meminta maaf.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Rektor UIN Jakarta Tekankan...
Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Rekomendasi
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved