Menengok Sekolah Buddha di Kaki Gunung Sumbing Kalimanggis Temanggung
Jum'at, 29 Juli 2022 - 08:56 WIB
loading...
Ditjen Bimas Buddha Kemenag mengunjungi Sekolah Minggu Buddha di Kaki Gunung Sumbing Kalimanggis, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah. Foto/Dok/Ditjen Bimas Buddha
A
A
A
JAKARTA - Ditjen Bimbingan Masyarakat Buddha mengunjungi Sekolah Minggu Buddha di Kaki Gunung Sumbing Kalimanggis, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah. Butuh 1,5 jam perjalanan darat dari Candi Borobudur untuk sampai di Lembaga pendidikan binaan Bimas Buddha ini.
Masyarakat Desa Kalimanggis cukup heterogen, namun mereka hidup dengan rukun. Desa ini dihuni mayoritas umat Buddha . Pada urutan berikutnya adalah masyarakat beragama Islam, Kristen, Hindu, dan Katolik. Dalam keragaman, mereka hidup saling tolong-menolong, penuh persaudaraan, tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya.
Baca juga: Beasiswa Guru dan Dosen Hindu Jenjang S1-S3 Sudah Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar
Kehadiran tim Ditjen Bimas Buddha disambut haru para siswa dan remaja Sekolah Minggu Buddha (SMB) Vihara Damma Panna Kalimanggis, Kaloran, Temanggung. SMB Vihara Damma Panna ini memang tidak besar seperti sekolah-sekolah di kota. Namun, pendidikan di sini berjalan baik dan kondusif, mengajarkan, mengenalkan kepada anak-anak terkait ajaran dan Dharma Buddha Gautama.
Dikunjungi, siswa SMB Vihara Damma Panna merasa mendapat sentuhan batin atas perhatian dan kepedulian Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama. Hal itu memberikan dorongan bagi mereka untuk lebih semangat dalam menggapai cita-cita.
Ketua Yayasan Sangha Bhikkhuni Theravada Indonesia Bhikkhuni Santini saat dihubungi melalui sambungan telephone, menyampaikan bahwa menebar ajaran dharma memerlukan ketenangan jiwa, demi memberikan dorongan semangat pada generasi Buddhis untuk belajar.
Baca juga: Miris! 52 Tahun Mengabdi Jadi Guru Honorer, Kakek Ini Masih Terima Upah Rp350 Ribu per Bulan
Masyarakat Desa Kalimanggis cukup heterogen, namun mereka hidup dengan rukun. Desa ini dihuni mayoritas umat Buddha . Pada urutan berikutnya adalah masyarakat beragama Islam, Kristen, Hindu, dan Katolik. Dalam keragaman, mereka hidup saling tolong-menolong, penuh persaudaraan, tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya.
Baca juga: Beasiswa Guru dan Dosen Hindu Jenjang S1-S3 Sudah Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar
Kehadiran tim Ditjen Bimas Buddha disambut haru para siswa dan remaja Sekolah Minggu Buddha (SMB) Vihara Damma Panna Kalimanggis, Kaloran, Temanggung. SMB Vihara Damma Panna ini memang tidak besar seperti sekolah-sekolah di kota. Namun, pendidikan di sini berjalan baik dan kondusif, mengajarkan, mengenalkan kepada anak-anak terkait ajaran dan Dharma Buddha Gautama.
Dikunjungi, siswa SMB Vihara Damma Panna merasa mendapat sentuhan batin atas perhatian dan kepedulian Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama. Hal itu memberikan dorongan bagi mereka untuk lebih semangat dalam menggapai cita-cita.
Ketua Yayasan Sangha Bhikkhuni Theravada Indonesia Bhikkhuni Santini saat dihubungi melalui sambungan telephone, menyampaikan bahwa menebar ajaran dharma memerlukan ketenangan jiwa, demi memberikan dorongan semangat pada generasi Buddhis untuk belajar.
Baca juga: Miris! 52 Tahun Mengabdi Jadi Guru Honorer, Kakek Ini Masih Terima Upah Rp350 Ribu per Bulan
Lihat Juga :