Tangkal Radikalisme, Ribuan Siswa SMA Sederajat di Jabar Ikuti Ceramah Kebangsaan

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 22:52 WIB
loading...
Tangkal Radikalisme,...
Ribuan siswa SMA di Jabar mengikuti kegiatan Ceramah Kebangsaan dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme, Kamis (4/8). Foto/Agung Bakti S
A A A
BANDUNG - Ribuan siswa SMA/sederajat dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat berkumpul mengikuti kegiatan Ceramah Kebangsaan dalam upaya mencegah paham radikalisme dan terorisme.

Kegiatan yang diinisiasi Pemprov Jabar itu menghadirkan Gus Miftah sebagai penceramah dan digelar secara hybrid di Sport Jabar Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Wadahi Kompetensi Siswa SD-SMP, Kemendikbudristek Gelar Olimpiade Sains Nasional

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, sedikitnya 1.500 perwakilan siswa SMA /SMK/SLB se-Jabar yang didominasi para pengurus OSIS itu mengikuti kegiatan tersebut secara langsung. Sedangkan 3.000 siswa lainnya mengikuti secara daring.

"Mayoritas peserta adalah para pemimpin siswa, para pengurus OSIS, termasuk guru-guru, sehingga mereka bisa meneruskan," tutur Ridwan Kamil.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan, kegiatan ini merupakan investasi besar yang akan melahirkan kedamaian dan kondusivitas sesuai yang dicita-citakan oleh para siswa.

Baca juga: Viral Gestur Sopan Seorang Pelajar Setelah Diberikan Kesempatan Menyeberang Jalan

Selain bermanfaat bagi para siswa sebagai generasi penerus, Kang Emil pun berharap konten ceramah yang disampaikan Gus Miftah dalam Ceramah Kebangsaan ini dapat diteruskan kepada lingkungan terdekat.

Kegiatan ini pun, kata Kang Emil, menjadi perwujudan kurikulum antiradikalisme dan antiterorisme di mana Jabar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan kurikulum tersebut. Bagian, Pemprov Jabar pun kini tengah mempersiapkan ketahanan ideologi itu lewat kearifan dan muatan lokal.

Kang Emil pun berharap, Ceramah Kebangsaan menjadi penguat, agar masyarakat, terutama generasi muda terhindar dari pertengkaran. Terlebih, para pemuda rentan terhadap asupan informasi dari media sosial maupun lingkungan yang bisa melemahkan wawasan kebangsaan.

"Jadi ini menyasar anak-anak SMA, SMK, SLB akan berlangsung di lima wilayah. Ini kan wilayah Bandung Raya ya, nanti Priangan Timur, Purwasuka, Ciayumajakuning, Bodebek akan kita hadirkan juga," katanya.

Disinggung mengapa menghadirkan Gus Miftah sebagai penceramah, Kang Emil menilai, ceramah Gus Miftah cocok untuk generasi muda yang ingin mengombinasikan narasi, tausiah, dan milenial. Terlebih, Kang Emil pun menilai, Gus Miftah memiliki narasi kuat mengenai materi terkait wawasan kebangsaan.

"Saya kira karena targetnya anak muda jadi pas," tandas Kang Emil.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, Ceramah Kebangsaan akan ditindaklanjuti dengan sejumlah kegiatan lainnya, agar wawasan kebangsaan di kalangan pelajar meningkat.

"Nantinya akan ada launching Gerakan 2,5 Juta Bendera Merah Putih se-Jabar, nanti juga ada Gerakan 7 Harkat," ujarnya.

Dedi menjelaskan, melalui Gerakan 7 Harkat, pelajar di Jabar diajak mengikuti sejumlah kegiatan positif yang disesuaikan dengan tagline berdasarkan hari.

Dia mencontohkan, pada hari Senin, pelajar mengikuti kegiatan terkait wawasan kebangsaan, Selasa terkait wawasan internasional, dan Rabu tentang wawasan literasi dan lingkungan hidup.

"Lalu, Kamis tentang budaya lokal, Jumat terkait sehat jiwa raga, Sabtu mengenai rumah kita istana kita dan Minggu adalah sosial kemanusiaan," paparnya.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Dedi berharap, Bandung menjadi kota pertama yang akan menggaungkan penguatan nilai-nilai Pancasila ke seluruh Indonesia.

"Ke depannya, selain tagline hari-hari, ada masukan juga dari siswa kaitan dengan membuat monumen-monumen. Hal itu bagian dari peringatan ciri lahirnya Pancasila dengan pemikiran di Kota Bandung," tandasnya.

Sementara itu, Gus Miftah menilai, Ceramah Kebangsaan penting bagi generasi muda, agar mereka memahami wawasan kebangsaan secara baik dan benar.

"Menganggap perbedaan itu sebagai rahmat, bukan sebagai sebuah pemicu untuk menjadi kebencian permusuhan dan lain sebagainya," ujar Gus Miftah.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Hadir...
MNC University Hadir di GoodBye Fest 2026 SMKN 1 Cileungsi, Hadirkan Edukasi Interaktif bagi Generasi Muda
MNC University Dukung...
MNC University Dukung SCORENCE 5.0, Perkuat Kepemimpinan dan Wawasan Pelajar Se-Jabodetabek
Jam Belajar di Jakarta...
Jam Belajar di Jakarta selama Ramadan Disesuaikan, Paling Lambat Pulang Pukul 14.00 WIB
PPDB Sekolah Garuda...
PPDB Sekolah Garuda 2026 Dibuka Februari, Cek Syarat, Dokumen, dan Jadwal Lengkapnya
Model United Nations...
Model United Nations Dinilai Masih Eksklusif, Peneliti HI Usul Diperluas ke Sekolah SMA
Assembly Kelas 4 SD...
Assembly Kelas 4 SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru Angkat Tema Buku Ajaib Kebudayaan Indonesia
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rekomendasi
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Berita Terkini
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Ikuti Forum Internasional...
Ikuti Forum Internasional GYC 2026 di Bangkok, Mahasiswa UBSI Siap Serap Pengalaman Global
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Kampus Pertama Kunjungi Cikeas Art Gallery, Mahasiswa DKV Pelajari Masterpiece SBY
Kisah Fathan Diterima...
Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved