Pakar Kesehatan UMM Ungkap Penyebab Fenomena Gagal Ginjal pada Anak
Senin, 24 Oktober 2022 - 10:13 WIB
loading...
Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) UMM, dr. Pertiwi Febriana Chandrawati, Sp.A., M.Sc. Foto/Dok/Humas UMM
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan menginformasikan jika setidaknya data yang dihimpun Jumat (21/10) menunjukan terdapat 241 kasus gagal ginjal pada anak dan 133 di antaranya berakhir meninggal. Kabarnya, kematian tersebut disebabkan oleh penggunaan sirup.
Menanggapi hal tersebut, dr. Pertiwi Febriana Chandrawati, Sp.A., M.Sc. selaku Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) mengambil sikap dan memberi penjelasan dalam program UMMTalks. Utamanya terkait apakah obat sirup ini menjadi penyebab penyakit tertentu pada anak.
Baca juga: Baznas Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri Berprestasi, Cek Syarat dan Cara Daftar
Pertiwi, sapaan akrabnya menjelaskan jika penyakit gagal ginjal menyebabkan peningkatan kreatinin. Yaitu penurunan fungsi darah disertai penurunan urin atau urin tidak bisa keluar sama sekali. Menurut data dari Kemenkes, ada dua kriteria yang disebut suspek gangguan ginjal pada anak, yaitu Oliguria dan Anuria.
“Oliguria adalah kencing sedikit selama 6 hingga 8 jam. Jadi untuk untuk orang tua yang memiliki anak satu tahun, berarti setidaknya 6-8 jam harus ganti pampers. Kalau ternyata setelah dicek pampernya kencingnya masih sedikit, berarti harus hati-hati, karena bisa jadi itu terkena Oliguria. Sementara Anuria yakni tidak adanya kencing dalam waktu 12 jam atau lebih. Ini juga harus hati-hati, takutnya mengarah pada gangguan ginjal,” jelas dosen Ilmu Kesehatan Anak FK UMM itu.
Menanggapi hal tersebut, dr. Pertiwi Febriana Chandrawati, Sp.A., M.Sc. selaku Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) mengambil sikap dan memberi penjelasan dalam program UMMTalks. Utamanya terkait apakah obat sirup ini menjadi penyebab penyakit tertentu pada anak.
Baca juga: Baznas Buka Beasiswa untuk 2.500 Santri Berprestasi, Cek Syarat dan Cara Daftar
Pertiwi, sapaan akrabnya menjelaskan jika penyakit gagal ginjal menyebabkan peningkatan kreatinin. Yaitu penurunan fungsi darah disertai penurunan urin atau urin tidak bisa keluar sama sekali. Menurut data dari Kemenkes, ada dua kriteria yang disebut suspek gangguan ginjal pada anak, yaitu Oliguria dan Anuria.
“Oliguria adalah kencing sedikit selama 6 hingga 8 jam. Jadi untuk untuk orang tua yang memiliki anak satu tahun, berarti setidaknya 6-8 jam harus ganti pampers. Kalau ternyata setelah dicek pampernya kencingnya masih sedikit, berarti harus hati-hati, karena bisa jadi itu terkena Oliguria. Sementara Anuria yakni tidak adanya kencing dalam waktu 12 jam atau lebih. Ini juga harus hati-hati, takutnya mengarah pada gangguan ginjal,” jelas dosen Ilmu Kesehatan Anak FK UMM itu.
Lihat Juga :