4 dari 10 Siswi Derita Anemia dan Cacingan, Ini Langkah FKUI untuk Menangkal

Kamis, 03 November 2022 - 08:37 WIB
loading...
4 dari 10 Siswi Derita...
FKUI melakukan kegiatan penyuluhan terkait dengan bahaya anemia dan cacingan di SMP Negeri Satu Atap, Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Foto/Dok/Humas UI
A A A
JAKARTA - Sampai dengan saat ini, angka penderita anemia di Indonesia terbilang cukup tinggi terutama di kalangan remaja putri. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Badan Litbangkes Kemenkes RI tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 32%.

Dari data tersebut menunjukkan bahwa 3 sampai 4 dari 10 remaja puteri di Indonesia menderita anemia. Salah satu penyebab terjadinya anemia adalah malnutrisi, baik karena defisiensi besi maupun karena kecacingan, khususnya di daerah dengan sanitasi rendah dan akses terhadap air bersih yang terbatas.

Baca juga: Mahasiswa ITB Manfaatkan Limbah Plastik dan Sabut Kelapa Sawit untuk Perkerasan Jalan

Jika dibiarkan, anemia berisiko memengaruhi kesehatan remaja, misalnya gangguan pada kesehatan jantung, paru, kehamilan, tumbuh kembang, dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat menghambat perkembangan mereka untuk produktif, kreatif, dan berdaya saing di masa depan.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat (pengmas) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melakukan kegiatan penyuluhan terkait dengan bahaya anemia dan cacingan di SMP Negeri Satu Atap, Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.

Sebanyak 83 siswi diikutsertakan dalam penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan yang berlangsung secara berkala sejak Juli hingga Oktober 2022.

Baca juga: Keren! 12 Dosen dan Peneliti UI Masuk World's Top 2% Scientists 2022

“Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong kami pilih sebagai lokasi pengmas karena merupakan salah satu daerah pesisir di area Jabodetabek dengan kondisi lingkungan dan penduduk yang cukup memprihatinkan," ujar dr. Isabella Kurnia Liem, M.Biomed, Ph.D, P.A., selaku Ketua Tim Pengmas, Kamis (3/11/2022).

Penduduk desa tersebut, lanjut dia, umumnya berpenghasilan rendah dan memiliki tingkat pendidikan serta pengetahuan akan kesehatan yang rendah. Kedua faktor tersebut dapat berpengaruh terhadap status gizi anak dan keluarganya. Ketidakcukupan gizi dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan salah satunya anemia.

"Berdasarkan infomasi dari pihak Puskesmas Muara Gembong, masih banyak remaja putri yang mengalami anemia di Desa Pantai Bakti sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut,” ujar dr. Isabella yang juga dosen dari Departemen Anatomi FKUI tersebut.

Kegiatan pengmas yang dilakukan, meliputi penyuluhan terkait penyakit anemia yang disampaikan oleh dr. Rahmadini, M.Biomed dari Departemen Anatomi FKUI dan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan fisik dan pemeriksaan kadar hemoglobin darah.

Selain itu, dilakukan pula wawancara tentang pola makan dan keluhan penyakit yang sering diderita. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa rata-rata siswi SMP Negeri Satu Atap Muara Gembong memiliki kebiasaaan tidak sarapan dan makanan yang dikonsumsi cenderung kurang memenuhi standar gizi sesuai yang dibutuhkan oleh tubuh untuk usia remaja.

Kegiatan selanjutya adalah pemeriksaan penapis kecacingan dan penyuluhan tentang anemia dan kaitannya dengan kecacingan oleh dr. Sri Wahdini, M.Biomed, Sp. Akp dari Departemen Parasitologi FKUI. Dalam kegiatan pengmas tersebut, turut hadir Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap Muara Gembong, H. Noto Suprapto, S.Pd, MM., beserta beberapa guru lainnya.

“SMP Negeri Satu Atap Muara Gembong sangat senang dengan kedatangan Tim Pengmas FKUI. Penyuluhan yang diberikan kepada siswi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anemia dan pencegahannya karena para siswi adalah calon ibu di masa depan,” kata Noto.

Pengmas ini didukung oleh pendanaan Hibah PPM (Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Universitas Indonesia, Indomaret, dan Bank Mandiri. Diharapkan, melalui pengmas ini pengetahuan para siswi SMP Negeri Satu Atap Muara Gembong meningkat dan siswi dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Selain itu, beberapa guru dan siswi juga dipilih dan dibina untuk menjadi kader kesehatan sekolah agar dapat melaksanakan penanggulangan anemia dan mengawasi penerapan PHBS secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Rekomendasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved