Kemendikbudristek Kenalkan Kearifan Lokal Bali pada Anggota ASEAN
Selasa, 08 November 2022 - 16:59 WIB
loading...
Natural Dyes of ASEAN Workshop merupakan kegiatan dari Ditjen Kebudayaan untuk mengenalkan kearifan lokal Bali ke negara ASEAN. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Ditengah-tengah perhelatan G20 di Bali, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek menyelenggarakan workshop bersama negara-negara ASEAN pada 7 - 11 November 2022. Melalui kegiatan "Natural Dyes of ASEAN Workshop", Kemendikbudristek menganggap penting acara ini sebagai ajang untuk mempromosikan dan mengenalkan kearifan lokal yang khas dari Pulau Dewata tersebut.
"Kita berkumpul di Bali dalam rangka memperkenalkan kearifan lokal kepada dunia, khususnya para peserta ASEAN. Selain itu meningkatkan kesadaran bahwa material dan kearifan lokal itu penting kita lestarikan. Tujuannya adalah kombinasi yang tepat untuk memupuk kreativitas dan menjaga lingkungan agar tetap lestari dalam hal seni dan budaya, terutama di bidang kebutuhan sandang (atau mode pakaian) yang ramah lingkungan," ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Kemendikbudristek Fitra Arda, dalam keterangan resminya, Selasa (8/11/2022).
Baca juga: Nadiem Tekankan Siswa SMK Berkarakter Tangguh dan Berdaya Saing
Dijelaskan Fitra, ada beberapa kegiatan yang dilakukan delegasi ASEAN. Salah satunya mengunjungi dan mengikuti kegiatan pengrajin di Bali. "Mereka akan belajar dan mengenal bagaimana pnggunaan pewarna alam dalam berbagai kerajinan tekstil," katanya.
Menurutnya, kegiatan ini sangat diperlukan karena warisan budaya di negara-negara anggota ASEAN perlu didorong, dilestarikan, dikembangkan, dan dipromosikan lebih lanjut. " Dengan menggali kembali tradisi budaya pewarna alam dapat memberikan potensi untuk membudidayakan berbagai tanaman yang menjadi sumber pewarna, sehingga menghidupkan kembali rantai nilai dari pertanian, daya dukung alam, kerajinan serta industri pariwisata," paparnya.
"Kita berkumpul di Bali dalam rangka memperkenalkan kearifan lokal kepada dunia, khususnya para peserta ASEAN. Selain itu meningkatkan kesadaran bahwa material dan kearifan lokal itu penting kita lestarikan. Tujuannya adalah kombinasi yang tepat untuk memupuk kreativitas dan menjaga lingkungan agar tetap lestari dalam hal seni dan budaya, terutama di bidang kebutuhan sandang (atau mode pakaian) yang ramah lingkungan," ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Kemendikbudristek Fitra Arda, dalam keterangan resminya, Selasa (8/11/2022).
Baca juga: Nadiem Tekankan Siswa SMK Berkarakter Tangguh dan Berdaya Saing
Dijelaskan Fitra, ada beberapa kegiatan yang dilakukan delegasi ASEAN. Salah satunya mengunjungi dan mengikuti kegiatan pengrajin di Bali. "Mereka akan belajar dan mengenal bagaimana pnggunaan pewarna alam dalam berbagai kerajinan tekstil," katanya.
Menurutnya, kegiatan ini sangat diperlukan karena warisan budaya di negara-negara anggota ASEAN perlu didorong, dilestarikan, dikembangkan, dan dipromosikan lebih lanjut. " Dengan menggali kembali tradisi budaya pewarna alam dapat memberikan potensi untuk membudidayakan berbagai tanaman yang menjadi sumber pewarna, sehingga menghidupkan kembali rantai nilai dari pertanian, daya dukung alam, kerajinan serta industri pariwisata," paparnya.
Lihat Juga :