Begini Cara Unpad Kenalkan Permainan Tradisional Sunda ke Mahasiswa Asing

Minggu, 13 November 2022 - 10:28 WIB
loading...
Begini Cara Unpad Kenalkan Permainan Tradisional Sunda ke Mahasiswa Asing
Unpad memperkenalkan permainan dan olahraga tradisional ke 95 mahasiswa asing di program BRIDGE. Foto/Tangkap layar laman Unpad.
A A A
JAKARTA - Universitas Padjadjaran ( Unpad ) menjadi salah satu penyelenggara kegiatan “BRIDGE (Building Relationships, Intercultural Dialogue and Global Engagement): Exploration of Sundanese Culture” yang diikuti 95 mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di Jawa Barat. Di Unpad, para mahasiswa asing diperkenalkan aneka permainan tradisional dan khas Sunda.

Bertempat di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, mahasiswa asing tersebut berasal dari delapan perguruan tinggi di Jawa Barat, yaitu: Unpad, UPI, Unpar, Telkom University, Universitas Kristen Maranatha, Itenas, Polban, dan Universitas Widyatama.

Baca juga: Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa PPG Periode IV Diumumkan, Cek Infonya di Sini

Kepala Kantor Internasional Unpad Ronny mengatakan, kegiatan kolaborasi antar perguruan tinggi ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa asing akan kebudayaan Sunda.

Ada tujuh jenis olahraga dan permainan tradisional yang ditampilkan, yaitu: béklen, egrang, gatrik, bakiak, loncat tinggi, sapintrong, dan pérépét jéngkol.

Ronny melanjutkan, mahasiswa asing tidak hanya sekadar mengenal cara bermain dari permainan tersebut. Mahasiswa juga dipresentasikan makna yang ada dari permainan tradisional tersebut.

Hal ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa asing mengenal lebih dekat filosofi dari beragam permainan tradisional tersebut.

Baca juga: UIN Jakarta Jadi PTKIN Terbaik di Indonesia Versi QS AUR 2023

“Mahasiswa dikenalkan bagaimana nilai-nilai yang ada dari permainan tersebut, seperti kolaborasi, sinergi, hingga makna penting persahabatan,” katanya, dikutip dari laman Unpad, Minggu (13/11/2022).

Kegiatan BRIDGE tersebut juga diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih banyak dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. Hal ini akan mendorong perguruan tinggi Indonesia memiliki daya saing di tingkat global.

“Untuk bisa melangkah maju ke tingkat global, kita tidak bisa berjalan sendiri. Melalui kerja sama ini akan mendorong pencapaian tujuan perguruan tinggi dapat diraih bersama,” pungkasnya.
(nnz)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2079 seconds (11.210#12.26)