Inovasi Stabilitas Lereng Sistem Penyediaan Air Minum, Mahasiswa UNPAR Juara 2 Geoteknik Nasional 2022

Jum'at, 02 Desember 2022 - 14:56 WIB
loading...
Inovasi Stabilitas Lereng...
Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kali ini berhasil sabet juara dua di ajang Geotechnical Engineering Competition (GEC) 2022 pada Kamis, (24/11/2022).
A A A
BANDUNG - Kembali torehkan prestasi membanggakan, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) kali ini berhasil sabet juara dua dalam ajang Geotechnical Engineering Competition (GEC) 2022 pada Kamis, (24/11/2022) lalu yang merupakan rangkaian acara Civil Expo (CIVEX) dengan penyelenggara Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Adapun penyelenggaraan GEC pada tahun ini mengangkat tema 'Innovative Planning in Soft Soil Improvement toward IKN Nusantara'. Permasalahan yang diangkat pada lomba tersebut adalah menyelesaikan permasalahan stabilitas lereng dari kasus Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Mansapa di Nunukan, Kalimantan Timur.

Sedangkan untuk babak final, peserta diharuskan menyelesaikan desain perbaikan tanah lunak pada kasus Perumahan Grand Pakuwon di Surabaya.

Menjawab tantangan menggunakan solusi dengan Prefabricated Vertical Drains (PVD), Prefabricated Horizontal Drains (PHD), geotextile, serta timbunan pasir untuk preloading, mengantarkan Alexander Tommy, Ian Hartono, dan Samuel Jemmy Setiadjie dalam tim yang bernama Pacivic Pier tersebut sebagai juara dua mengalahkan peserta lainnya.

Sedangkan dalam babak penyisihan sebelumnya, Pacivic Pier memberikan solusi untuk permasalahan stabilitas lereng dengan Gabion wall, Soldier Pile, serta Mini Pile agar desain yang dibuatnya dapat memenuhi kriteria dari SNI 8460:2017 mengenai Persyaratan Perancangan Geoteknik serta desain yang lebih ekonomis.

Samuel sebagai perwakilan tim tersebut menuturkan bahwa melalui lomba ini dia dapat mendapatkan banyak relasi dari kampus lain dan menambah pemahaman secara praktek.

“Menurut saya lomba ini sangatlah menarik dikarenakan memberikan pengalaman dari berbagai kasus geoteknik dari babak penyisihan sampai final. Serta hal terakhir melalui lomba ini wawasan saya mengenai proses perbaikan tanah lunak menggunakan Prefabricated Vertical Drains (PVD) di lapangan yang diajarkan di kelas, sehingga lomba ini membantu menambah pemahaman saya,” tutur Samuel, Jumat (2/12/2022).

Samuel mengatakan tantangan paling sulit pada lomba tersebut adalah pengerjaan soal final yang sangat terbatas, yaitu hanya diberikan waktu selama 14 jam secara non-stop dengan pengerjaan dimulai pukul tujuh pagi hingga sembilan malam.

“Pada lomba ini dilakukan dengan sistem isolasi peserta dari dunia luar dengan melarang penggunaan internet dan komunikasi dengan pihak luar selama waktu pengerjaan sehingga kemampuan dari finalis sangat diuji pada waktu pengerjaan soal final,” katanya.

Selain itu, dia berharap rekan-rekan mahasiswa Teknik Sipil UNPAR tidak takut untuk mengikuti kompetisi.

“Karena menurut saya lomba bukan hanya sekedar masalah mengadu skill atau pengetahuan saja, tetapi lomba mengajarkan untuk berpikir kreatif, untuk mencari solusi dari suatu masalah, serta menambah pengetahuan dan pengalaman pada bidang yang disukai karena banyak ilmu di luar materi kelas yang saya dapatkan melalui lomba-lomba yang telah diikuti. Selain itu lomba juga dapat menambah relasi dengan orang baru baik itu dari peserta lain maupun panitia lomba itu sendiri,” tutur Samuel.

Hasil seleksi babak penyisihan GEC terdiri dari 10 tim yang masuk ke babak final. Salah satu yang terpilih adalah tim perwakilan dari UNPAR, Tim Pacivic Pier dengan pembimbing utama Ignatius Tommy Pratama dan pembimbing pendamping Budijanto Widjaja.

Selain kompetisi, webinar dan diskusi panel yang diselenggarakan juga meningkatkan antusiasme peserta karena mengundang berbagai pembicara dan ahli bidang teknik sipil tingkat nasional dan internasional untuk mendiskusikan segala sesuatu terkait pengembangan IKN dalam bidang teknik sipil.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
2.468 Peserta SNBT 2026...
2.468 Peserta SNBT 2026 Diterima di ITS, Cek Jadwal Daftar Ulangnya
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
ITS Buka Jalur Mandiri...
ITS Buka Jalur Mandiri SMITS FLAT dan ACE 2026, Bebas Uang Pangkal di Jalur Beasiswa
Waspada Hantavirus,...
Waspada Hantavirus, Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
Dukung Ketahanan Energi...
Dukung Ketahanan Energi Melalui Inovasi, Pertamina Gelar Forum Improvement dan Innovation
Wiluyo Kusdwiharto Lanjutkan...
Wiluyo Kusdwiharto Lanjutkan Kepemimpinan Sutopo Kristanto sebagai Ketum IKA ITS 2024-2028
Rekomendasi
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Berita Terkini
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Ikuti Forum Internasional...
Ikuti Forum Internasional GYC 2026 di Bangkok, Mahasiswa UBSI Siap Serap Pengalaman Global
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Kampus Pertama Kunjungi Cikeas Art Gallery, Mahasiswa DKV Pelajari Masterpiece SBY
Kisah Fathan Diterima...
Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Infografis
Apakah Minum Air Kelapa...
Apakah Minum Air Kelapa Bisa Menurunkan Gula Darah?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved