Seleksi IPDN Semakin Ketat

Selasa, 16 Juni 2015 - 01:27 WIB
Seleksi IPDN Semakin...
Seleksi IPDN Semakin Ketat
A A A
SUMEDANG - Seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) akan semakin diperketat tahun ini. Seleksi IPDN dilakukan secara terpusat.

"Dalam merekrut, kalau dulu ada jatah daerah. Sekarang tidak ada. Pusat yang langsung merekrut," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo seusai acara Pengukuhan Praja Muda IPDN di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Senin (15/6/2015).

Di samping rekrutmen dilakukan secara terpusat, Kemendagri akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses seleksi. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi kerawanan permainan seleksi. "Tahun ini proses rekrutmen dilakukan secara selektif melalui kerja sama dengan KPK," paparnya.

Untuk tahun ini, Mendagri mengusulkan kuota sebanyak 1.668 kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Pasalnya dalam rekrutmen IPDN juga disesuaikan dengan kebutuhan pegawai berdasarkan pertimbangan KemenPAN-RB.

"Kami tunggu persetujuan MenPAN. Karena jangan sampai kita menerima pegawai ternyata tidak ada lowongan. Kami menunggu formasi yang dibutuhkan berapa," ujar Tjahjo.

Tjahjo mengatakan perbaikan ini merupakan bagian dari percepatan reformasi birokrasi. Lulusan sekolah kedinasan ini diharapkan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang melayani bukan dilayani.

"Selain itu kami juga tegas kepada praja-praja yang melanggar aturan. IPDN juga harus menjadi pelopor revolusi mental. Praja-praja ini harus dapat memberikan contoh," katanya.

Rektor IPDN Suhajar Diantoro mengatakan rekrutmen IPDN akan melihat kesuksesan akademi militer (akmil) dan akademi kepolisian (akpol). Maka dari itu beberapa mekanisme akan mencontoh seleksi dua akademi tersebut.

Sebagaimana yang diungkapkan Mendagri, Suhajar mengungkap, telah memulai kerja sama dengan KPK. KPK akan diberi ruang untuk melakukan seleksi terkait integritas para praja.

"KPK akan melakukan tes kejujuran. Sehingga praja memang berintegritas dan memiliki kejujuran," kata dia.

Seleksi IPDN juga akan menyerupai seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Di mana dalam melakukan tes kompetensi dasar (TKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

"Setelah tes langsung keluar nilainya. Yang tidak memenuhi passing grade tidak lulus. Sedangkan yang memenuhi passing grade menunggu proses perangkingan," ungkap dia.

Suhajar menambahkan, IPDN tidak akan ikut campur dalam pembuatan soal seleksi. Pembuatan soal sendiri akan dibuat 19 perguruan tinggi (PT) yang dikoordinir Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan langsung di bawah pengawasan MenPAN.

Mulai tahun ini praja akan dibekali pendidikan revolusi mental. IPDN menambahkan modul pembelajaran yang berkaitan dengan kebijakan presiden.

"Kita tambahkan agar selaras dengan Nawa Cita dan Trisakti. Jadi pada saat turun ke lapangan semua sudah sama visi dan misinya," imbuhnya.(ico)
(hyk)
Berita Terkait
Kepala BSKDN Beberkan...
Kepala BSKDN Beberkan 4 Fungsi Penting Command Center
BSKDN Tekankan Kualitas...
BSKDN Tekankan Kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah Menentukan Kesejahteraan Masyarakat
Kemendagri Libatkan...
Kemendagri Libatkan Pakar Analisis Variabel dan Indikator Penilaian Kota Bersih
Dirjen Kemendagri Bertemu...
Dirjen Kemendagri Bertemu CIRDAP, Apa yang Dibahas?
Litbang Kemendagri Berubah...
Litbang Kemendagri Berubah Jadi BSKDN, Eko: Kita Harus Berkolaborasi
Kemendagri Ubah Warna...
Kemendagri Ubah Warna Seragam Satlinmas, Tak Lagi Berwarna Hijau
Berita Terkini
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
25 menit yang lalu
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
1 jam yang lalu
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
2 jam yang lalu
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
3 jam yang lalu
Rekrutmen 3.053 Guru...
Rekrutmen 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat Dibuka 8 Juni 2026, Lengkapi Persyaratan Ini
5 jam yang lalu
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
18 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved